Sahabat, “ia” tak akan datang kedua kali, kesempatan ini hanya sekali dalam hidup, ketika sang keputusanmu tak segera kau luncurkan, maka kesia-siaanlah yang menghampirimu.
“Ia” mungkin susah, bahkan sangat mengganggu pikiranmu, ketika tak kunjung ada kesepakatan antara diri (hati ini, qalbu), dengan fihak luar sang penanggung hidupmu.
Benar, hal yang paling indah, ketika kau sudah wacanakan dan bicarakan dengan lembut, baik, hingga diterima “ia” di hadapannya dengan tangan terbuka, tanpa keluh atau syarat sama sekali.
“ia” bagai dawai yang begitu lembut, mampu mengubahmu menjadi pejuang tanpa tanding, pejuang ksatria, pejuang tahan banting, dan pejuang berakhlak islami.
“ia” kadang menyusahkanmu, tapi “ia” mencoba melatihmu sedikit demi sedikit untuk gempuran dahsyat yang tak tau kapan akan menghampirimu.
“ia” meminta waktumu banyak sekali, hingga keluanganmu habis tak tersisa, tetapi disitulah kau dilatih menggunakan waktu terindah dalam hidupmu, tanpa menyia-nyiakan sedetikpun.
Kadang “ia” merampas paksa waktu tidurmu, hingga tak terasa pagi menjelang, dan kau cukup menaruhkan senyum kepadanya.
“ia” tak dapat kau temui di sembaang tempat, karena “ia” istimewa untuk yang “teristimewa”, ialah kau.
Dan “ia” akan menjadi kawan sejatimu menghadapNya di kelak, bahkan “menemanimu” menghantarkan jalan terindahmu semasa hidup pada para hakim, sang malaikat.
“ia” lah sang pendampingmu “AM*NAH”
LALU, MASIHKAH KAU MERAGUKANNYA???
~~hz~~
GARA-GARA MASAK
(Resep Teriyaki)
“hes, ibu gak masak sore ini, ini okeh iwak (baca: banyak daging), meh bawa mentahan apa mateng???”
“mateng aja bu….” Seruku bergembira
“ya, tapi, masak dhewe yo”
“iya bu, masak teriyaki ya bu…hehehe”
“ya, ya, karepmu, yang penting jangan mpe isya’, ibu meh nonton sinetron”
Woooooo…. Ibuku, ternyata sedang terkena virus kebanyakan ibu-ibu sekarang, bener-bener wabah, dah, sinetron “***** yang T*RT*K*R” itu jadi santapan lezat, sesudah shalat isya. Alhamdulillah, shalat isya duluan… ^^ (peace…. Session ini akan dibahas di selanjutnya).
Kembali ke masak-memasak…
Baiklah, kali ini saya terpaksa memaksa sendiri. So, searching dulu, Alhamdulillah, di rumah bisa inet, meski rumah saya terhitung sangat pedalaman (baca: jauh dari kota).
Berselancarrr….. berselancar……. Di dunia maya… ^^
Kali ini saya sangat semangat untuk memasak, entah kenapa, meski kadang bakat terpendam ini tidak dipercayai oleh orangorang di sekitarku, kecuali ayah bunda. J
Masak..masak..masak,
Ahaaai, sudah ketemu pikirku, ternyata banyak sekali resep-resepnya, tapi, versinya beda-beda. Okelah, yang seadanya bahan di rumah ada aja.
Setelah kubaca semuanya, so, aku simpulkan, aku akan menggunkan resepku sendiri, dengan berbagai sumber, dan beginilah jadinya.
BAHAN :
1. ¼ kg Daging sapi…. (wah..wah..wah…, ndak ado, adanya daging kambing, ya sudahlah, ndak apa, teriyaki kambing…ihihih)
2. 2 buah Paprika merah dan ijo… (hmm, di rumah gak ada, gantinya pake tomat ijo dan merah aja dah…)
3. 2 siung Bawang Bombay … (ndak ada bawang bombay, adanya bawang jakarte… ya udah, 4buah aja dah)
4. 4 siung Bawang putih
5. 2 cm jahe, dikeprak
6. Lada item/putih secukupnya…. (kata ibuku, 1sdt aja, ndak kepedesan)
7. 10 buah cabai ijo dan merah… (wah, kepedesan, dah 5saja cukup)
8. 1sdm kecap asin dan manis (ndak ado kecap asin, yang manis saja lah, ndak apo)
9. 1sdm saus tiram, (ndak ada juga, gapapa)
10. Gula secukupnya
11. Garam sesuai selera
12. Minyak goreng dan / minyak wijen jangan lupa
Nah…… itu bahan-bahan-nya, “TERIYAKI ALA HEZ”
Caranya gimana: (notes: ini resep saya nggih, bukan resep aslinya)^^
1. Siapkan wajan, yang sudah diberi minyak goreng secukupnya, lalu, lada item,jahe, kecap, saus, dan daging dimasak, setelah di osreng beberapa menit, tambahkan air, agak banyak untuk ngerendem, lalu di ungkep selama 30 menit.
2. Sambil menunggu selama 30menit, bikin campurannya dulu, bawang merang,putih,paprika, cabe, di tumis, jangan terlalu gosong
3. Campur tumisan dengan daging tadi yang telah dimasak 30menit.
4. Setelah itu, beri gula dan garam secukupnya, beserta saus tiram.
5. Diorak-arik, biarkan, beberapa menit, lalu jadi deh…….
Alhamdulillah jadi….
Tapi, lain halnya dengan masakan made in hez ini… hehe…
Woro-woro OPREC GIA 1431 H
formulir pendaftaran bisa diambil di sekre BEM KM FMIPA UGM …
Daftarkan segera diri Anda !!!
Silahkan di baca bagi yang tau posisi amanah saya... (afwan nggih... semoga ada yang faham)
Sungguh, saya tak nyaman dengan beberapa hari di tempat ini. mungkin saya terlihat santai nyaman, bahagia, tersenyum, dan tampak tak ada masalah. Sebenarnya memang tak ada masalah, hanya saja, ada hal mengganjal (baca: perilaku beberapa orang yang tak sesungguhnya saya simpati).
Tempat ini milik siapa???
Milik semua mahasiswa di sini bukan??? Hanya mungkin pengurusnya yang sering di sini.
Saya tak nyaman ... inilah, yang memutuskan saya, mungkin ini baktiku yang terakhir di tempat ini, di amanah ini.
KEJUTAN atau TERKEJUT ???
Ini pengalaman yang aneh......
Bin LUCU.... (menurt saya loh)
TEGURAN, Versi 2
Jam malam... jam malam........
Apa yang terpikir dengan hal tersebut??? Yap, jam 21.00wib
Sudah sering saya terapkan dari lama, di tiap kehidupan ini, tapi ntah kadang sering khilaf, meski tak ada maksud/niat apapun...
Yap, gara-gara, saya tak memperhatikan jam, beberapa kali saya sms ke orang (-yang berprinsip kekeuh dengan jam malam ini-) lewat jam 9malam. Hmm, memang saya yang teledor, kadang di tegur pun, ndak mempan.
“eh, udah jam9 cah, kok masih smsan”
“woooh, iya, lupa, maaf, saya ndak liat jam”
Tapi, memang benar, jadi kos ndak ada jam, so, saya selalu berpatokan dengan hp atau lepi.. nah, kadang hp pun, saya lupa ngeliat ini jam berapa, alhasil, ya sseperti itu.
Nah lo............ kali ini, beda, jadi saya sms yang agak dalem plus menohok pada seseorang, niatnya untuk mengingatkan janjinya (ben ndak lupa). Eh, ternyata saya smsnya udah mau jam 10malem. Bener, yang ini khilaf, saya baru nyadar ketika delivery report. Padahal biasanya saya tak pernah memperhatikan delivery report, langsung tak hapus... woooh, benar, pantes ndak dibales.
Baiklah, esok pagi ada sms yang mak-jleb... cap cus, sebenarnya, tapi ya gitu, putri kan agak sensi, jadi gini.
“maaf, kalo sms ikhwan, jam lebih dari jam9malem ya???”
Mak-jleb...
----(versi agak guyon, tadinya mau tak bales gini, “ooo, sekarang ternyata namanya ikhwan???” Heze. Ndak jadi, cz,sudah jadi agak sensi)
----(versi sensi)
“ Afwan, semalem sy lupa ndak liat jam. Sungguh, insyaA, sy tak pernah sms ke putra lebih dari jam malem, kecuali, saya lupa liat jam, itu sms pnting, sekadar pemberitahuan, ato sms ke temen yang notabene masih awam dengan hal seperti ini. tapi, insyaf,saya tak ada maksud apapun, wallahi”
(*Rabbiiiiiiiiiii, teguranMu lagi...)
Teguran HalusNya, Untukku...
Dan Saya diingatkan lagi...
Ntah, dari mana datangnya, beberapa hari ini, Ia menegurku dengan caranya yang tak terduga....
Yap,
3hari terakhir menjelang 20hari Ramadhan...
Buber terus, setiap hari. Alhamdulillah, uang saku jadi lebih hemat. Namun, sayangnya, saya harus pulang malam, kadang bisa ikut jama’ah tarawih dekat kos, tapi, alhasil tergesa-gesa pulangnya. Pun, juga bisa shalat di Maskam (masjid kampus), tapi konsekuensi, masih harus bawa barang-barang kuliah, belum mandi, dan mungkin jika terlihat ikhwah lain, timbul berbagi fikiran, “jam segini kok masih pada di kampus???”... oh no... wallahu a’lam, insya allah, niat kita bukan apa-apa, dan karena memang keadaan yang terjadi di lapangan.
Tidak, untuk kali ini, buber kali ini, saya hanya ta’jil, lalu pulang. Niatnya, bisa ikut jama’ah tarawih di masjid, tapi ntah pikiran saya berbelok. Yaak!! Siang tadi ada sms masuk dari koor forum, untuk mengumpulkan puisi, ditunggu sampai jam 10malam... nah, akhirnya, haruslah ngebut buat puisi, lalu di kirim. Nah sayangnya, lampu mati, baterei lepi habis, akhirnya harus nunggu listrik nyala. OK, listrik nyala, persis jam7malam... tapi, udah adzan isya’... wah..wah..wah.. belum ngetik, ok lah shalat isya di kos, ya udah nanti jama’ah a mbak di kos. Nyatanya, mbak pulang agak malam, plus, udah mau jam 9malam... harus diburu ni, baik saya ke warnet, kirim tulisan... Alhamdulillah sukses, terus pulang ke kos. Ntah kenapa, setelah sampai kos, saya lupa apapun, langsung tepar. Yap, sampai sahur... No... belum tarawih.... Hiks... terlewatkan... Rabbi... (*ini, khilafku pertama) :’(
Esok hari, mau berangkat kuliah, mau lihat materi di flash (FD). But........
FD nya tak ada.................................. T.T
Iya, sy inget, sy lupa mencabut FD, pas di warnet... baiklah, sy kembali ke warnet... tapi, ndak ada... NIHIL!!!!!!!! Rabbi.............. (*Peringatan/teguran dari Allah)
Ya i see...
Di mushala kampus, sehabis shalat. Terdengar suara teman-teman yang sedang “libur”, asyik muroja’ah, wow........... Rabbi.... target muroja’ah saya .......... T.T (*Teguran ke dua dariNya)
Pun, salah seorang dari teman saya bilang, “Eh, aku nembe selesai khatam ni, skarang udah juz segini”... Hwaaaaaaaaaaaaaa........... Rabbi, kembali, DHEGGGGG, seakan tertampar!!! (*teguran ketiga di hari yang sama) T.T
Rabbi Izzati........... terlalu banyakkah khilaf hamba ini??? Target-target saya??? :’(
Baiklah, harus, luruskan barisan dan niat lagi... Bismillah, belum terlambat, pun saya tak mau, di RAMADHAN ini, saya hanya bisa MENANGIS !!!, tidak.... karena saya tak rapuh lagi!!!
Saya KARANG yang siap diterjang ombak sehebat apapun !!!
Bismillah... Ya Rabbi....
Bukankah tak boleh menarik kata-kata yang pernah keluar dari lisan sendiri???
(renungan untuk para pendigdaya, para pengemban amanah umat)
Situs Incaran Hacker
Menjelang peringatan kemerdekaan ke-65 Republik Indonesia, hacker atau peretas dari Indonesia justru bikin ulah di puluhan situs yang mayoritas milik lembaga resmi di Indonesia.
Mereka meninggalkan pesan begini, "DIRGAHAYU INDONESIA TANAH AIR PUSAKA JAYALAH BANGSAKU, JAYALAH NEGERIKU..MERDEKA!!"
Aksi itu dimotori peretas yang menyebut diri Aria Killnine a.k.a arianom, pendiri komunitas KiLL-9 CrEw dengan situsnya di Www.KiLL-9.Tk.
Daftar situs yang diretas terlihat di bawah nanti. Namun yang jadi pertanyaan, mengapa pula justru mereka menyerang situs milik anak bangsa sendiri?
Kompasianer Rakhjib Martapianur memberi tahu, "Mereka tidak melakukan perusakan terhadap site-site tersebut. Mereka hanya menitipkan file, sekaligus mengingatkan para admin site tersebut bahwa site yang mereka kelola rentan terhadap serangan oleh hacker-hacker luar Indonesia."
Rakhjib Martapianur mengakui, informasi itu dia ketahui dari temannya yang bergelut di dunia meretas. Dan, inilah daftar situs yang dititipkan pesan-pesan dari peretas itu:
1. http://semestaberjaya.com/indonesiaku.php
2. http://fs.uns.ac.id/indonesia.php
3. http://unj.ac.id/indonesia.php
4. http://www.unand.ac.id/foto/indonesia.htm
5. http://el82itb.org/indonesia.htm
6. http://unhalu.ac.id/staff/indonesia.htm
7. http://www.adhiguna.ac.id/indonesia.htm
8. http://www.stikes-insan-seagung.ac.id/indonesia.htm
9. http://www.himsya.ac.id/indonesia.htm
10. http://www.poltekpos.ac.id/indonesia.htm
11. http://informatika.uin-malang.ac.id/COPYRIGHT.php
12. http://www.mar-eng.its.ac.id/ina/akademik/admin/foto_berita/indonesia.htm
13. http://kaltimprov.go.id/indonesia.php
14. http://pengadilan.net/indonesia.php
15. http://bkp.deptan.go.id/indonesia.htm
16. http://kemenegpora.go.id/merdeka.html
17. http://sifa.kemenegpora.go.id/merdeka.html
18. http://www.lsf.go.id/merdeka.html
19. http://pekalongankota.go.id/merdeka.html
20. http://bpphp1.dephut.go.id/merdeka.html
21. http://bpphp2.dephut.go.id/merdeka.html
22. http://bpphp3.dephut.go.id/merdeka.html
23. http://bpphp4.dephut.go.id/merdeka.html
24. http://bpphp5.dephut.go.id/merdeka.html
25. http://bpphp6.dephut.go.id/merdeka.html
26. http://bpphp8.dephut.go.id/merdeka.html
27. http://bpphp9.dephut.go.id/merdeka.html
28. http://bpphp10.dephut.go.id/merdeka.html
29. http://manmajenang.sch.id/files/indonesia.php
30. http://spma-samarinda.sch.id/indonesia.htm
31. http://smkn1kalasan.sch.id/merdeka.html
32. http://smkn1madiun.sch.id/merdeka.html
33. http://robbirodliyya.sch.id/merdeka.html
34. http://smkypesampang.sch.id/merdeka.html
35. http://www.smpn3kpj.sch.id/merdeka.html
36. http://www.majesa.sch.id/merdeka.html
37. http://smkypkpwk.sch.id/merdeka.html
38. http://smpn5cirebon.sch.id/merdeka.html
39. http://smpn2balen.sch.id/merdeka.html
40. http://smpn1oku.sch.id/merdeka.html
41. http://smkn6palembang.sch.id/merdeka.html
42. http://smpn4gm.sch.id/merdeka.html
43. http://smpn5lht.sch.id/merdeka.html
44. http://manhokut.sch.id/merdeka.html
45. http://mtsdarussalampkp.sch.id/merdeka.html
46. http://smkn1barru.sch.id/merdeka.html
47. http://sman3bantul.sch.id/merdeka.html
48. http://sman1cepu.sch.id/merdeka.html
49. http://smpn1piyungan-btl.sch.id/merdeka.html
50. http://www.smansa-mjl.sch.id/merdeka.html
51. http://smp1pra-bws.sch.id/merdeka.html
52. http://smpn13bdg.sch.id/merdeka.html
53. http://smpn1panumbangan.sch.id/merdeka.html
54. http://smpmuh-ckn.sch.id/merdeka.html
55. http://smkkpbe-bdg.sch.id/merdeka.html
56. http://sditalamysubang.sch.id/merdeka.html
57. http://sdnbjs2bdg.sch.id/merdeka.html
58. http://www.smaplusbanyuasin.sch.id/merdeka.html
59. http://www.smkn1samarinda.com/merdeka.html
60. http://akademik.sma-alirsyad-clp.sch.id/merdeka.html
61. http://sma-alirsyad-clp.sch.id/merdeka.html
62. http://www.majesa.sch.id/merdeka.html
63. http://www.bellarminus-bks.sch.id/merdeka.html
64. http://sman2-wng.sch.id/merdeka.html
65. http://www.sma1pekalongan.sch.id/merdeka.html
66. http://kimomibutik.com/admin/foto_berita/indonesia.htm
67. http://www.smart-v-indonesia.com/indonesia.php
68. http://kabar-kini.com/indonesia.htm
69. http://semestaberjaya.com/indonesia.php
70. http://tikjo.my-php.net/indonesia.php
71. http://www.pusatk3hiperkes.com/indonesia.htm
sumber : kompas.com
MUUI 2010 ??? Apa itu???
1. JALAN SEHAT Keliling UGM
2. Donor darah dan Medical check Up
3. Science Exhibition…….
KIDS Only : “Menggambar dan Mewarnai”
syarat dan ketentuan :
Biaya Pendaftaran Rp 10.000,00
1. Menggambar :
usia 8-12th, tema “Sketsa dan Warna Indonesiaku”, Pendaftaran @BEM KM FMIPA UGM, tggl : 13-23Juli 2010 pkl 09.00-15.00
membawa crayon.pensil warna dan meja lipat sendiri
2. Mewarnai :usia 5-7th, gambar disediakan oleh panitia, Pendaftaran @BEM KM FMIPA UGM, tggl : 13-23Juli 2010 pkl 09.00-15.00
membawa crayon.pensil warna dan meja lipat sendiri
==Lomba ini memperebutkan Tropi Gubernur===
So, sgra daftar ya…. ^^
banyak hadiah, banyak hiburan, dan lainnya….
inget!!! GRATIS MINUM SUSU, untuk 500 pengunjung pertama... :)
![]()
presented by : Panitia MUUI, BEM KM FMIPA UGM
Sekelumit Celoteh Bersamanya
Alhamdulillah,,,
Yap, tepat, hari ini, saya bisa berkomunikasi dengan saudara saya yang ada di Kairo sana....
Senang rasanya, berbagi dengannya...
sepupuku, dulu dia lebih kecil dariku, tapi, sekrang sudah sangat besar, dan tinggi... Dulu, kita sering olok2an, sekarang, dia sudah tumbuh dewasa.
Cita-citanya tercapai, dia benar2 bisa membahagiakan orang tua nya. dia berhasil mendapatkan beasiswa di Al Azhar university... hmm subhanallah... :)
inilah sebuah sekelumit dialog, ketika bisa chatting dengan nya, namanya, ikhsan... :) :
-------------------------------
"maaf, hes, baru bisa hub.i, cz, sekarang lagi sibuk, ni sekarang lagi summer holiday, sekrang malah banyak orderan ni. lagi ada orderan nerjemahin buku.. hehehe, lumayan buat anak belum lulus S1"
"emnag kenpa??? bedanya apa???"
"anak S1 itu, lingkupnya lebih terbatas, sedangkan yang dah lulus S1 mereka lebih leluasa"
"oh... terus sekali orderan dapet berapa???"
"rahasia doong......... weee"
"ok..ok.. ada rencana pulang???"
"3tahun lagi, pasti, tahun depan, kalo, tabunganku dah banyak...doain yeee...."
"ok..ok.. emang liburan mpe kapan, knapa gak pulang???"
"mpe oktober, ya, lagi sibuk ni...."
"hmm...ok, kapan, kita webcam-an, mbah udah kangen tuh, ayau ibuku juga???"
"kapan2 ya, kalo dah kelar urusan di sini, besok, aku hubngin dah."
"siip, btw, kamu nge-kos tuh??? apa asrama???"
"nge kos, sewa rumah gitu, isinya orang indonesia semua ni... gak nge-asrama, cZ, kalo di asrama terbatasgeraknya, gak boleh ikut kegiatan organisasi afiliasi"
"oh, gitu, lah terus, biaya asrama yang dari beasiswa piye???"
"aku ambil,hehehe...."
"siip... pinter..."
"terus, kalo makan piye???"
"biasa aja, kadang pake roti, tempe juga ada, daging ma lainnya"
"wah, mau jadi penjual tempe ya???"
:ya nggaklah, ntar jadinya kerja tuh, bukan peljarmen.... hehehe"
"emang bedanya mesir ma Indonesia apa???"
"orangnya, tempatnya, suhunya. di sini adanya orang arab semua, (yaiyalah), gurun, suhunya juga"
"nah beda masyaraktnya apa???"
"di sini, orang mesir itu ramah2 kalo ada pendatang baru, lebih ramah, daripada orang di Indonesia. cuma, agak keras. ya, kayak orang batak Indonesia gitu, Keras, tapi, lembut dan ramah, ya gitu lah..."
"oh gitu, yayaya, kalo masalah bahasanya, kamu kesusahan gak???"
"gak dong, bahasa dasarnya, udah aku kuasai semua, dulu si, pernah susah adpatasi, di awal2 bulan pertama kali di sini, tapi, sekarang udah nggak...
"alhamdulillah.... hahaha, asyikk... kapan2 kita ngobrol lagi ya>>>>>>>>>>>"
"Oce, aku juga sibuk ni, sekarang breakfast, ma ada kumpu dari fakultas"
"oce dah.... see ya... salam..."
Dan Aku Masih Menangis
ini sebuah cerita jeritan sang putri, dari ujung negeri sana....
....... ya Rabb.............
dan aku, sampai detik ini, masih ingin menangis
menangis, sekencang-kencangnya... sekeras-kerasnya...
tapi, hambaMu tak mau jika orang d dunia ini, mendengarnya...
Rabb, sampaikan... sampaikan...

biarlah tiap tetes air mata ini, menjadi butiran mutiara yang kan terbagi kelak
kelak ku, ingin ku sampaikan hanya padaMu, dan padaNya
tentang sejuta cerita ini
sejuta rasa ini
Rabb....
Maafkan aku,,,,,
Rabb....
Kau lah, pembolak-balik hati....
setiap sujudmu, hambaMu, selalu, inginkan, dia pergi, menghilang.....
tetapi, mengapa, masih kau sampaikan dalam ingatku....
Rabb....
izinkan hambaMu, menangis sepeluh-peluhnya...
hambaMu, yang penuh dosa dan nista....
semoga airmata ini, menjadi penenang segera dan selamanya....
Rabb...
Aku rindu Engkau.......

ini adalaah, salah satu "note" sahabat saya....
ini, saya tujukan khusus untuk kalian... lalu, bacalah........
Scientica Mini edisi Maba
Inilah, buletin scientica edisi Maba 1.....
mohon kritik dan saran ya....


terima kasih.........
Setahun sudah
in memoriam....
tepat, di bulan ini, setahun yang lalu, menjadi bulan kelabu....
tepat, setelah �gawe" besar itu selesai... dan beliau memberikan "wejangan" begitu indah, dan itulah terakhir nasihatnya...
"Teman, kalian dapat difosofikan sebagai inti sari KELAPA. dari awal, kalian,yang belum begitu tua, harus rela untuk di petik dari pohon kelapa, lalu, jatuh dari ketinggianberpuluh-puluh meter, lalu kalian harus dikupas, dibersihkkan dari sabut-sabut kelapa, lalu di "parut", kemudian diperas, hingga jadilah santan. tetapi, santan agar bisa bertahan lama pun, harus dimasak dulu, hingga matang, mendidih, hingga siap untuk dinikmati, atau digunakan untuk yang lainnya. begitulah kalian..."
itu, pesan beliau, pesan yang selalu diingat saya, dan teman-teman yang lain. kami tau, bagaimana perjuangan beliau ketika acara kami masih sedikit pengunjung. beliau rela untuk mondar-mandir, mengajakl orang-orang di sekitar kampus mengikuti kegiatan kami. kami tau itu, karena, saat itu, beliau berjuang sendiri...
maafkan kami, engkau yang sudah kami anggap sebagai kakak...
tapi, kau, curang!!! curang, tak minta izin kami. kau curang, tak berpamitan pada kami...
kau diam-diam, pergi begitu saja, meninggalkan kami, yang belum sempurna, menjadi "inti sari".
kenapa??? hanya Allah yang tau... Allah begitu menyayangi engkau, hingga tak rela, jika kau banyak terlumur bahaya di dunia. Kau hebat, kau mulia akhlak, kau pengajar yang baik, kakak yang baik. Maafkan kami..
kami tau, engkau bahagia di sana, berada lebih dekat denganNya...
Tunggu kami, doakan kami, hingga kami bisa menyusulmu bersama-sama ke Jannah-NYa...
lihat kami, sekarang, kami, sedikit demi sedikit sudah mulai dimasak, dan kami pun sudah mulai memberikan filosofi itu pada adik kami. Lihatlah kami, dan tersenyumlah...
^^
Missing u... Bunda...
dear diary.....
Ahad, 6 JUNI 2010. pukul 08.00.
dreeeettttt....dreeeeeeeeeeeeetttttttttttt..... bunyi getar hp.... message from umi_Q
"nduk, lagi apa??? Ibu kangen ni....."
"iya, bu, lagi di kampus, ada acara"
"kapan pulang???"
----------------------------------------------------
sampai, situ, saja, kini aku tlah berpikiran berbeda.... apalagi setelah ibu bilang. "ibu kesepian..."
mom...... maafkan hez....
tak, terasa, pipi ini tlah terbasauh oleh linangan air mata.
iya bunda, hez, akan pulang secepatnya.... bunda, tunggu hezz... tunggu...
hez... sayang bunda... 

with luph.......................
just for u.... love u so much.... ill be there soon.....
untuk teman seperjuangan....
ini, adalah salah satu peruangan kita, di ranah dan bagian ini, lalu kenapa kamu berhenti begitu saja??? jika toh, alasanmu akademik, kami tak percaya, karena kamu kemarin baru saja masuk menjadi salah satu perwakilan OSN dari kampus.
Jika itu, masalah waktu, tak mungkin juga, karena kau masih sempat di pagi hari buta ikut syuro, tepat waktu...
lalu, jika itu masalah keluarga, sangat tak mungkin... jika memang dilarang keluarga, kau harusnya menolak amanah ini dari awal.
lalu, jika alasan kau, berbakti kepada orang tua??? dari sisi mana mengatakan kalu kau berada di lini ini, membuat kau menjadi tak berbakti pada orang tua??? tidak bukan.... kita faham, jika itu sudah ikut masalah orang tua, pasti sangat kita izinkan istirahat.
lalu, alasan apa lagi??? ini dakwah kita kawan... kenpa kau terhenti di tengah jalan??
Apa maksudmu kau "tak tertanam" dengan sempurna??? amanah ini, pilihan itu, semua kau yang memilih, ketika di lobi. kepastian itu, kegigihan itu, semangat itu, mana lagi, sobat???
saya geram dengan anda!!! sangat !!!
kawan, jangan kau ulangi hal yang tak jelas ini, kau hanya menghentikan langkah dakwah ini...
Alasanmu, sangat tak bisa diterima akal...
engakau faham, engakau ngaji, engakau tau, apa makna dibalik semua ini, apa tugas kita sebagai muslim, lalu, kenapa masih kau sia-siakan ladang dakwah ini???
Kau, hanya bilang, "saya dukung dari belakang". Ok!!! tapi, mana buktinya, yang didukung langsung pun, kau terhenti di sini. lalu apa lagi yang ingin kau berikan pada segelintir orang yang telah mempercayaimu...
Tau kah, kau sangat diharapkan olehnya "almarhum", ketika itu... kau lah jagoannya.... lalu, masih ingnkah kau menghentikannya??? kau tak ingin meneruskannya, cukup disini???
sayang seribu sayang... kali ini, maaf, kami tak bisa menerima alasan anda....
cobalah, jika memang yang kau lakukan itu demi kebaikan bersama, maka, "katakanlah dan berikanlah satu alsan saja yang terbaik, yang paling baik, yang dapat kita terima"
afwan jiddan sahabat....
renungkan....
Mei... Bulan Apa??
empat bulan sudah, semuanya berjalan. terasa begitu cepat, tinggal beberapa bulan lagi, semuanya akan mencapai puncak dari segalanya, ntah itu adalah ksebuah kesedihan ataukah kesenangan???
Mei.... awal bulan dilalui, dengan tanggal dua. yak, 2. angka itu begitu menggenaskan, dua Mei. siapa yang tak tau akan arti tanggal ini???
ini adalah tanggak, awal tonggak pendidikan Indonesia mulai berpacu, dan awal Indonesia mulai bisa mengenal akan penting dan berartinya "pendidikan". Ki hadjar Dewantara lah, yang kini dikenang sebagai pahlawan dan bapak pendidikan kita. jasa-jasanya menegakkkan pendidikan, hingga mampu mendirikan lembaga pendidikan, sebagai singgahan untuk mengampu pendidikan anak bangsa.
Apa Lagi yang kurang??? kini bangsa Indonesia telah mampu, berkecukupan menggenyam pendidikan, tapi..... adakah yang salah??? siapakah yang bertanggungjawab??? karena ternyata ada fihak lain yang tak mampu mendapatkan pendidikan sampai sekarang. masih ada yang berkeliaran di jalan raya, ketika, waktunya mendapat pendidikan. bukan berjalan menuju rumah sekolahnya, tapi, berjalan demi mendapat sesuap nasi untuk hidupnya satu hari ini. siapa, apa, yang salah??? masihkah, bulan Mei, patut dibanggakan, ketika tak ada jawaban dan langakah tegas dari semua fihak???
kalau Kemarin Hari Kartini.........
Sekarang Hari BUmi.............
Muhasabahku....
Hari ini, Allah menegurku....
iya, aku ingat, aku terlalu, mendewakan masalh keduniawian...
semalaman aku begadang hingga pagi, hanya untuk menyelesaikan amanah di kampus....
aku lupa, hingga tak sekejap pun tidur malam,
dan akhirnya, samapai jam menunjukkan pukul empat pagi...
Aku, bersyukur karena pekerjaanku tlah usai,
namun, aku melupakan shalat malamku....
tilawah di kala malam ku....
hafalanku....
ya rabb... astaghfirullah...
pun tiba-tiba aku tertidur...
dan kutemukan subuh sudah mepet....
ya, dan aku tersadar, hariku akan tak seindah pagipun...
pun benar, targetku, sedikit kacau, karena teman-teman membatalkan janji...
pun banyak teguran dari orang-orang terdekatku....
semuanya... tiba-tiba seakan menjauh dariku....
belum lagi, Allah menegurku,
kendaraannku bocor, di tengah jalan hampir menbrak orang....
Astaghfirulllah....

Ya rabb, maafkan hambaMu....
hambaMu, senang, kau menegurku...
terima kasih ya Rabb....
Maafkan atas semua khilaf, lali, hambaMu....
Maafkan hambaMu yang berlumpur dosa ini....
hanya kepada Engkau, kami memohon,
dan hanya kepada Engkau kami berpasrah...
Kenapa Beda Perlakuan???
Untukku... Untukmu...

"ayo, bonceng aja.... dsaripada jalan... jauh loh..." rama menawarkan boncengan kosongnya...
ndak.. terima kasih... saya jalan saja... silahkan duluan" jawab rhee pada rama...
....hmm....... (berpikir sedikit....) hmmm ya sudahlah,, aku duluan ya... assalamualaykum........
Ba is the beginning of Bismillah;
Ta is for Taqwa, bewaring of Allah;
and Tha is for Thawab, a reward;
Ja is for Janna, the Garden of Paradise;
Ha is for Hajj, the blessed pilgrimage;
Kha is for Khaatem, the seal of the prophethood given to the Prophet, Muhammed (SAW);
Da is for Deen, Al-Islam, religion with Allah since time began;
Dha is for dhikr, remembering Allah;
and Ra is for the month of Ramadhan, ohh Ramadhan;
Za is for Zakat to pure our greed, when we give our money to those in need;
Sa is for Salamu alaikum, peace be with you waalaikum assalam;
Sha is for shams, the shining sun, which Allah placed for everyone;
and Sua is for salat, for when we pray facing him, everyday, facing him, till we meet our lord;
Allah theres only one God and Muhammed is his Messenger. Allah, La ilaha illaallah;
Dua is for duha, the morning light, the sun has turned from red to white;
Tua is for tareeq, the path to walk upon;
and Dhua is for dhil, a shadow;
and Aa is for ilm, the thing to know, to make our knowledge grow, in Islam;
Gha is for ghaib, a world unseen and that we know is not a dream;
Fa is for, the Opening, Al-Fatiha;
and Qua for the Quran, the book of God;
and Ka is for kalima, a word were taught to teach us what is good and what is not;
and La is for the beginning of La ilaha illaallah;
Ma is for the Messenger Muhammed-ur-Rasoolillah. La ilaha illaallah,
Muhammed-ur-Rasulilllah;
Allah, theres only one God and Muhammed is his Messenger. Allah, la ilaha illaallah;
Na is for nawm, the sleep God gave to give us rest after the day;
Ha is for the Hijra, the journey that, the Prophet made;
and Wa for wudu before we pray to help us wash our sins away;
and Ya for Yawm-mid-Deen;
Allah, theres only one God and Muhammed is his Messenger. Allah, La ilaha illaallah;
Allah, theres only one God and Jesus was his Messenger. Allah, La ilaha illaallah;
Allah, theres only one God and Moses was his Messenger. Allah, La ilaha illaallah;
Allah, theres only one God and Abraham was his Messenger. Allah, La ilaha illaallah;
Allah, theres only one God and Noah was his Messenger. Allah, La ilaha illaallah;
Allah, theres only one God and he created Adam, and we are the children of Adam. Allah,
La ilaha illaallah;
Allah, theres only one God and Muhammed is his Messenger. Allah, La ilaha illaallah.
"My Mother" -- Yusuf Islam
My respect and my honor to
Who should I pay good mind to?
After Allah
And Rasulullah
Comes your mother
Who next? Your mother
Who next? Your mother
And then your father
Cause who used to hold you
And clean you and clothes you
Who used to feed you?
And always be with you
When you were sick
Stay up all night
Holding you tight
That?s right no other
My mother
Who should I take good care of?
Giving all my love
Who should I think most of?
After Allah
And Rasulullah
Comes your mother
Who next? Your mother
Who next? Your mother
And then your father
Cause who used to hear you
Before you could talk
Who used to hold you?
Before you could walk
And when you fell who picked you up
Clean your cut
No one but your mother
My mother
Who should I say why close to?
Listen most to
Never say no to
After Allah
And Rasulullah
Comes your mother
Who next? Your mother
Who next? Your mother
And then your father
Cause who used to hug you
And buy you new clothes
Calm your head
And blow your nose
And when you cry
Who wiped your tears?
Knows your fears
Who really cares?
My mother
Say Alhamdulillah
Thank you Allah
Thank you Allah
For my mother.
Tanpa Judul
Kita semua tercipta dari tanah, maka di sekitar kita pasti ada tanah yang gersang, Semoga kita diberi kekuatan tuk menjadi rembulan bagi malamnya, embun bagi subuhnya, dan awan teduh bagi siangnya. Atau jikalah kita tanah gersang itu, sambutlah tiap sentuhan cinta, seperti karang pun ridha ditumbuhi lumut, lalu kokohnya remuk menjadi butiran hara yang menyuburkan bumi.......
Puisi tak Berjudul
Untuk yang Milad
Untuk yang baru saja milad....
Selamat milad, afwan hanya bisa mengucapkan dari jauh...
Afwan, tak bisa lagi mengirim kado, hadiah, ato menelepon, insyaAllah, doa akan tetap terus mengalir.
Barakallah.... semoga menjadi keluarga yang mawaddah, warrahmah...
Perenungan:
“setahun itu ternyata tak lama baru saja kemarin,
Masih teringat, ke titipan kilat, ngirim kado....
Hmm... semoga bermanfaat...
Tapi, tidak untuk kali ini,
Mungkin suatu saat untuk hambaNya yang lain”....
J
Sebuah kisah yang mungkin engkau tlah sering mendengarnya........
Pada suatu malam, khalifah Umar, sedang meronda di sekeliling kota dan kampung untuk melihat kondisi rakyatnya. Tiba-tiba ia, mendengar tangisan seorang anak. Lalu, sayyidina umar mendatanginya.
Ketika beliau menegok ke gubuk itu, beliau melihat ibu anak itu sedang memasak sesuatu di dapur. Tiap kali, sang anak melihat sang ibu sedang ,memasak, maka ia akan berhenti menangis. Karena makanannya yang tak kunjung selesai dimasak, maka sang anak kelelelahan menunggu dan akhirnya iavtertidur dalam kelaparannnya. Kondisi yang sangat memilukan itu membuat sayyidina Umar tertegun dan segera memberi salam, dan meminta izin untuk masuk ke dalam gubuk itu. beliau bertanya tentang kehidupan wanita ibu. Wanita itu mengadu, dia dan anaknya tak pernah makan berhari-hari, setiap anaknya, kelaparan, ai selalu berpura-pura sedang memasak di dapur, padahal yang ia masukkan untuk dimasak itu adalah sebuah ketul batu kedalam periuk. Melihat keadaan itu, sang anak berhenti menangis, karena menyangka ibunya sedang memasak.
Wanita itu lalu mengadu dan mengutuk khalifah sayyidina Umar karena tak bertanggung jawab kepada rakyatnya. Mendengar kutukan itu, sayyidina Umar terdiam sejenak. Lalu, sesaat, beliau meminta izin untuk keluar. Pada saat malam itu juga, sayyidina Umar menuju ke Baitul Mal lalu mengambil sendiri bebarapa kantong gandum untuk diberikan kepada wanita itu.
Ketika sampai di rumah itu, Sayyidina langsung memberi salam, dan masuk ke rumah itu. kemudian Beliau mengambil gandum itu itu untuk dimasaknya kepada wanita dan anaknya tadi. Wanita itu, masih dalam keadaan yang tak sadar, bahwa yang ada di depannya, dan memasakannya saat itu adalah khalifahnya sendiri, sayyidina Umar.
Setelah masakan itu siap, khalifah Umar menyajikannya kepada dan anaknya, sehingga mereka terlihat sangat gembira dan senang sekali. Lalu sang wanita itu berucap “ Kalaulah Sayyidina Umar yang berbuat seperti ini, alangkah baiknya......” (begitulah ucapannya, tanpa menyadari bahwa orang yang berada dihadapannya itu adalah Sayyidina Umar sendiri).
------------------------------------------
Iktibar....
Sahabatku, tanggung jawab sebagai seorang pemimpin amatlah berat, mengikut Nabi Muhammad saw, bahwa setiap dari jiwa kita adalah seorang gembala dan akan ditanya tentang hewan gembalaannya. Artinya, kita dituntut atas tanggung jawab kita terhadap bawahan kita.
Sahabatku, pemimpin yang benar-benar bertanggung jawab pada rakyatnya akan memastikan bahwa kebajikan mereka dijaga dengan baik.
Sahabatku, pemimpin yang benar-benar pemimpin adalah mereka yang mengutamakan rakyatnya yang benar-tak berdaya daripada kepentingan pribadinya. Pemimpin sudah sepantasnya sanggup turun ke bawah, melihat kondisi rakyatnya dengan mata kepalanya sendiri dan dengan hati yang tulus ikhlas, melakukan setiap amalan yang terpuji tanpa mengharapkan pujian atau sanjungan. Dan seorang pemimpin yang baik adalah ia yang dengan tangan terbuak menerima kritikan dari rakyatnya.
Sahabatku, untuk yang terakhir, untuk menjadi pemimpin yang arif, bijaksana, memegang amanah, dan daapat bertanggung jawab dengan baik, serta demi keselamatan dunia akhirat, sudah seharusnya, kita mencontoh nabi Muhammad saw dan sahabat-sahabat baginda.
Semoga bermanfaat........
_dengan sedikit perubahan dari ebook_
_alone with luph_
090210/2020
@kos BBs/evening
Bismillah.........
Ini jawaban dari PR untuk adik-adik mentoring SMA.
Hmm, meskipun baru bisa berjumpa satu kali, tapi itu sangat berharga bagiku. Berawal dari pertanyaan adik kelas, “mbak gimana si, sebenarnya sosok yang paling bagus buat jadi koordinator keakhwatan???”
Hmm wuaduw, seperti tersambar petir rasa-rasanya. Ehm, untuk adik-adikku, sedikit bercerita flashback tentang kehidupanku masa lalu. ^^
Adikku, tak seperti yang kau bayangkan, sebenarnya pertanyaan yang mudah ini akan jadi jawaban yang sulit bagi diriku. Kenapa tidak, karena aku merasa aku bukanlah sebaik yang kalian kira. Aku masih belajar adikku. Apa yang aku sampaikan tadi, juga hasil belajarku selama ini, dan tak ada yang istimewa, karena sebenarnya, materi yang aku sampaikan tadi, sudah banyak pula yang mengetahuinya.
Adikku, andai kau tau,aku baru bersyukur, ketika aku masuk kuliah ini. Banyak bersyukur kepadaNya, karena banyak nikmat dan hidayah dari karuniaNya. Maha suci Allah. Ketika SMA, aku memang sudah berada di organisasi seperti ini, seperti kalian. Namun, ya masih seperti itu, hanya ikut-ikutan, dan selama tiga tahun itu pun, aku belum dapat mendapat “feel” dari seorang “aktivis”. Bisa dibilang aku dulu yang masih “nakal”, “pecicilan”, “gak tau malu”, atau “Tomboy”,hampir-hampir aku pun juga jadi gak tau, gimana si akhwat yang sebenar-benarnya.
Alhamdulillah, sedikit demi sedikit kini aku mulai tau dan mengerti.
Adikku, jika kau katakan “akhwat”, maka pertanyaanku, apakah yang kau maksud “akhwat” itu hanya anak Rohis aktif?? Hmm... ralat sedikit ya dek, akhwat, sebenarnya artinya “saudara perempuan”, hmm tapi kini maknanya telah menyempit. Ya, akhirnya aku mengerti maksudmu.
Adikku, mungkin ini bukanlah jawaban yang tepat, tapi, sebenarnya aku tak mampu menilai atau memberikan batasan-batasan secara jelas, bagaimanakah akhwat yang baik untuk memimpin keakhwatan di rohis. Yang jelas adikku, seperti yang aku sampaikan saat sebelumnya, ketika kita dipercaya untuk memimpin, maka laksanakanlah segenap tanggung jawabmu, dan selalu contoh bagaimana seorang pemimpin yang baik menurut islam?? Yupz, beliau, Baginda Rosulullah saw dan sahabat-sahabatnya lah yang sudah sepantasnya kita contoh.
Namun, ketika pemimpin itu sudah dipersempit dengan lingkup “akhwat”, coba marilah kita berkaca degan sahabiah-sahabiah di zaman rosullullah. Mungkin menjadi seorang pemimpin yang ulung di tengah kesendiriannya??? Ada Siti Khadijah, Aisyah, fatimah az zahra (keluarga nabi) yang mampu mengemban amanah, membantu nabi memimpin mendampingi dakwah beliau hingga titik darah penghabisan.
Ketika yang engkau tanyakan itu tentang fisik, maka tak ada batasan nilai “cantik” pada fisiknya. Namun, lebih menyoroti “cantik”agama, akhlak, dan pribadinya. Ehm... jadi maksudnya, ketika ia bisa mempercantik dirinya dengan nilai-nilai ibadahnya., akhlaknya, dan menerapkan pada pribadi kesehariannya. Ini berarti kefahaman tentang keislamannya akan menjadi pertimbangan yang utama. Karena di sini yang dicari adalah seorang pemimpin yang bisa memimpin umatnya untuk menegakkan agama Allah.
Adikku, jika engkau hendak memilih pemimpin untuk memimpin pasukanmu, maka pilihlah yang terbaik agama, akhlak dan pribadinya. Tak lupa, ikutkanlah Allah dalam perhelatanmu ini. Artinya, semua keputusan terakhir ada di tangan Allah, libatkan Ia dalam hal ini,mintalah petunjukknya, dengan berdialog dengannya, di tengah malam suci, ketika Ia, benar—benar akan mengabulkan doa tiap hambaNya yang saat itu sedang meminta kepadaNya, yak, di sepertiga malam akhirmu.
Adikku, tak ada gading yang tak retak. Mungkin memang atak ada yang terbaik menurutmu. Tapi mungkin diantara mereka ada yang terbaik menurut Allah. Lalu mana yang akan engkau pilih??? Pilihan Allah bukan??? Right... jangan bersedih hati, adikku, yakinlah akan ketetapannnya. Ingatlak ketika di suatu ketika ada hal yang menyimpang, maka sudah kewajibanmu sebagai sesama muslim, buat saling mengingatkannya. Jangan hakimi, tapi ingatkan, dan dampingi, berikan yang terbaik yang dapat kau berikan untuknya, karena dia pun juga manusaia yang tak akan luput dari khilaf.
Adikku, tak ada ukuran nilai angka dari 1-100. Karena, hal itu tak dapat di ukur, itu sangatlah rentan dengan penilaian subyektif. Dan secara garis besar, mungkin kamu bisa ikut menilai, apakah akhwat yang kau pilih menjadi pemimpinmu itu berhasil menjadi seorang pemimpin???
Nice... pembinaan secara kontinue, pendampingan, dan saling menasehati adalah satu hal terpenting juga untuk membuat level “akhwat” lebih baik. Maka, saling tolong-menolonglah dalam hal kebaikan.... ^^
(afwan jika masih banyak terjadi kekhilafan di sana-sini, atau mungkin jawaban yang kurang pas, atu kurang jelas, syukron... semoga bermanfaat)
Wallahu a’lam bishowab
(_dari seseorang yang sedang belajar_)
_alone with luph_
080210/2230
@kos BBs/night
TAHUKAH ENGKAU, SAHABAT.....
Tulisan ini ku tulis untuk sahabat-sahabat seperjuanganku, seperjuangan dakwah, seperjuangan menuntut ilmu, seperjuangan mencari kebenaran hakiki. Seperjuangan menuju kebaikan illahi.
Kawan, taukah engkau, kita dipertemukan bersama saat ini adalah takdir Allah. Engkau, aku, kita, adalah orang-orang yang dipercaya untuk menanggung amanah ini. Apakah engkau merasa ini sangat berat??? Seberat menahan gunung atau langitkah??? Jika jawaban kalian ya, maka selama ini, niat kita perlu diluruskan.
Teman, taukah engkau, di dalam keluarga baru kita ini, kita harus bekerja bersama-sama, membangun persahabatan erat, tali yang erat, kekuatan yang hebat, tapi, sebelumnya, aku tanya, apakah benar, hati kita semua sudah menyatu dalam ikatanNya??? Benarkah kita sudah mengenal satu sama lain??? Ingat, kenal tak hanya sekadar nama, identitas saja, melainkan perkenalan yang lebih, lebih dari itu, yang tak semua orang bisa mendapatkan perlakuan “istimewa” kita.
Sahabat, taukah engkau, ketika kita dalam keadaan bersama, berkumpul, pernahkah kita mengingat saudara kita yang mungkin tak datang??? Kenapa gerangan??? Ada masalah apa??? Lalu, ketika yang datang dengan muka yang tak secerah biasanya, pernahkah kau berbicara dari hati ke hati padanya??? Pernahkah membuatnya tersenyum lega???
Kawanku, kita tak hanya melaksanakan tugas, amanah, misi kita saja, tapi kita adalah keluarga. Tak inginkah engkau menjadi kawan terdekat setiap anggota keluarga??? Yang tak hanya sebgai sahabat, tapi sebagai kakak, adik, juga orang tua. Engkau yang bisa membuat yang lain tertawa bahagia, ikhlas, engkau yang bisa membuatnya menangis, karena tlah mempu meluapkan kegerahannya, engkau, yang membuatnya nyaman, ketika merasa ketakutan. Engkau yang selalu menemaninya, dikala sendirian.
Temanku, betapa aku membayangkan, seandainya kita dipertemukan dari kecil, pastilah kita kan mampu memahami satu sama lain. Apakah karena pertemuan yang pendek ini, kau jadikan ini sebagai pembatas???
Sahabatku, perbedaan prinsip, atau mungkin ketidakcocokan pastilah ada di setiap insan Allah. Tapi, ketika semuanya sudah terbentengi dengan rasa ikhlas, sujud syukur, pasrah, karena Allah, engkau tak kan pernah merasakan bahwa ini adalah penghalang yang tinggi.
Duhai kawan, keluarga kita saat ini memanglah tak banyak, dan tak sebanyak keluarga yang lain, tapi ini bukanlah penghalang sahabatku. Inilah kekuatan kita, Allah hanya mempercayakan amanah yang langka ini kepada orang-orang yang langka pula. Engkau adalah pilihanNya, engkau adalah pasukanNya, tuk menegakkan AgamaNya. Tak perlulah, khawatir akan kuantitas kita, tapi, percayalah pada kualitas kita, tingkatkan kualitas kita, Allah berada di dekat kita, siap membantu dengan para malaikatNya. Tak usah takut, dengan kekuatan ini, kita pasti bisa menegakkan agama Allah dengan sebenar-benarnya, insyaAllah.
Duhai Teman, ingatkah dengan amanah kita??? Kita sudah punya adik baru. Ini adalah tanggung jawab kita, membuatkan keluarga baru untuknya. Akankah kita tetap akan seperti ini??? Mari tunjukkan kesolidan dan kedewasaan kalian, bukankah keluarga kita sudah sepatutnya mandiri??? Biarlah hal yang tlah lalu, cukuplah menjadi koreksi. Mari kita bangkit bersama,sahabat. Mari, kita sambut adik-adik baru kita dengan rengkuhan kasih sayang. Jangan kecewakan mereka. Berikan yang terbaik kepada mereka. Jangan biarkan bibit unggul yang disediakanNya, terhempas begitu saja. Kuatkan mereka, jadikan cahaya terindah generasi penerus mendatang. Sambut mereka dengan senyuman terindahmu. J
Alhamdulillah,akhirnya tulisan ini mampu kutuliskan dengan segenap jiwa, hanya untukmu sahabatku. Dengan sedikit kemirisan, kesedihan, keterhauan, kepercayaan, dan keyakinan, semua ini mampu kucurahkan dengan perasaan lega. Semoga sedikit tulisan ini, bisa bermanfaat, bagi teman- teman. Afwan wa syukron ^^
_yang merindukan keluarga indahbersama kalian_ T.T
090210/1910
_alone with luph_
Ada seorang rekan organisasi saya (ikhwan)yang sempat melontarkan statusnya seperti ini (dengan sedikit peng-editan), intinya : “........... para orang tua gadis di dunia ini, saya berjanji tak akan memacari anak gadis kalian hingga saya belum benar-benar siap.........”
Hmm... pernyataan teman saya ini, menginspirasikan saya untuk menulis sesuatu untuknya. Mungkin yang sama-sama di satu organisasi, sama-sama aktivis, semoga bisa memahami beberapa hal yang ingin saya sampaikan ini.
Ada kata yang sedikit mengganjal, ketika anda mengatakan “....hingga saya belum benar-benar siap.” Afwan, menurut saya itu agak aneh. Karena dengan analogi saya, mungkin ketika suatu saat anda sudah siap, maka “anda akan memacarinya??”, ato dengan kata lain “anda setuju dengan konsep ‘pacaran’” hanya mungkin ini dikonsep lebih bagus., begitukah?? Mungkin, memang sedikit referensial yang perlu di ubah sedikit dalam pernyataan anda tadi.
Yang kedua, hanya sebuah tanggapan, seandainya saja, benar, semua putra-putri di dunia ini punya prinsip seperti anda, ---dengan sedikit refisi dalam konteks referensialnya---, mungkin “ladang yang mengurangi pahala” itu akan mampu diruntuhkan sedikit demi sedikit. Hanya saja, hanya segelintir remaja, yang punya prinsip, teguh, keukeuh seperti anda ini.
Fakta tersendiri, teman saya ini pun pernah mengatakan, meskipun benar ia telah punya prinsip ini, tapi terkadang akan mudah sekali tergoyahkan. Sering saja, terselip keinginan “andai saja.... andai saja.....” dan seterusnya. Memang angan-angan sering membuat lupa, karena itu jangan pernah bosan-bosan ber-istighfar padaNya, minta tolong Allah tuk bentengi hati ini, dari hal-hal yang tak Ia Ridhoi.
Fakta lagi, di zaman hedonis seperti ini, terkadang masih saja ada orang tua yang berbeda pendapat. Mungkin di sinetron pun sering ditayangkan, bagaimana mungkin seorang orang tua, malah meminta anakanya untuk segera ber-pacar-an. Hmm... aneh bukan??? Apakah karena si orang tua, takut anaknya tak laku-laku??? Padahal jodoh itu ada di tangan Tuhan. Nah lagi-lagi dengan embel-embel, “ini kan ikhtiar??”, namun, kembali lagi apakah ikhtiar yang digunakan dalam hal ini sudah sesuai dengan syariat islam kah??? Mungkin, memang perlu dikoreksi lagi dan dikaji lebih lanjut, sehingga mainset mereka bisa berubah.
Harapan saya, ini tak hanya sekadar dalam lisan atau tulisan saja, tapi juga mampu membentuk dalam hati setiap jiwa yang menginginkan keberkahanNya. Semoga semua remaja putra dan putri memiliki pemahaman –dengan sedikit prubahan—yang sama dengan anda. Dan semoga, para orang tua pun juga mampu berkolaborasi dengan anaknya, membimbingnya ke arah yang lebih baik. Amin.
Sekali lagi, saran saya untuk anda,sahabatku, jagalah hati jangan kau nodai. Ketika “sesuatu hal” mulai menjangkiti engkau, mohon ampun segeralah padaNya. Dan jagalah hati anda, dan biarkan apa yang ada di hati anda hanya anda dan Allah sajalah yang tau itu. Siapa tau,kelak engkau benar-benar dirihoi Allah biosa dipersandingkan dengan apa yang ada di hati anda. Keep positive thingking with Allah.
Semoga bermanfaat sahabatku.... saya juga sedang sama-sama belajar, semoga Allah selalu mengingatkan kita dengan jalan terbaikNya. Dan Dia lah seaik-baik penjaga. Maha suci Allah dengan segala firmanNya. Amin.
Wallahu a’lam bishowab. J
_alone with luph_
(yang merindukan kasih sayangMu)
@kos BBS,morning
090210/0355
Tak Sekadar Mahasiswa
Tak Sekadar Mahasiswa
Apakah bisa dibilang dengan kegagalan mahasiswa??
Memang sangatlah miris mendengar banyak sekali “wacana” tentang mahasiswa baru-baru ini. Apalagi internal kampus. Terlebih, suatu hal yang seharusnya tak perlu muncul di kalangan umum, tiba-tiba harus mencuat hingga ke wilayah nusantara.
Apakah lebel “activis” itu dipertanyakan???
Kenapa?? Memalukankah??? Mengerikan??? Terlalu tinggi??? Atau bahkan bukan jamannya lagi???
Memang ada resiko ketika seseorang memutuskan untuk tak hanya sekadar memilih “Study Oriented’ (SO). Tak hanya untuk menjadi seorang aktivis kampus, tetapi juga mencoba berwirausaha. Kadang ketika memilih jalan yang berbeda, akan ada konsekwensi di dalamnya yang harus benar-benar kita tentukan sendiri. Kenapa tidak?? Karena hanya diri kita sendirilah yang mampu menentukan jalan hidup kita kelak nanti.
Bagi sebagian kalangan menjadi aktivis adalah suatu kebanggaan yang tak ternilai harganya, dengan berbagai alasan tersendiri. Namun, pada hakikatnya seorang yang “berani “mengambil jalan “hebat” ini, akan mampu mendapatkan hal berbeda yang tak semua orang bisa mendapatkannya.
Memanglah ini adalah jalan “hebat”, karena ditempat inilah sesosok mahasiswa kan diuji, diberi tantangan, dengan berbagai hambatan yang ada. Banyak hal yang perlu dikorbankan. Mulai dari waktunya, tenaga, hingga pikirannya. Sehingga tak jarang banyak mahasiswa yang mengeluh karenanya, ntah karena tak dapat membagi waktunya dengan baik, atau kelelahan fisik karena banyaknya aktifitas di luar jalur akademik. dan bagi mahasiswa seperti inilah hal yang mampu ditempatkan di posisi “hebat”,ketika ia mampu melewati rintangan yang bertubi-tubi itu dengan mulus, artinya tanpa mengurangi nilai akademis perkuliahan mereka.
Ironis, sungguh, ketika ternyata, hal yang terjadi adalah sebaliknya. Mungkin ini bukanlah hal yang diinginkah oleh mahasiswa, tapi, akibat dari ketidakdisiplinannya dalam memenej waktu, aktivitas perkuliahan di bidang akademis pun, sering tertinggalkan begitu saja. Sebenarnya bukan alasan, karena kegiatan ini itu, asalkan pemenejan waktu yang bagus, harusnya, kuliah pun bisa lebih bagus, karena itulah konsekwensinya.
Pilhan berada di luar akademisi, adalah pilihan yang hebat dan luar biasa. Tak hanya ilmu di bangku perkuliahan dosen, tapi lebih dari itu. softskill, kemampuan kita berinteraksi dan berkomunikasi kita dijajal untuk bisa lebih. Relasi kita akan bertambah, tingkat kepekaan sosial meningkat, baik itu dari hal-hal kecil di sekitar kita ataupun di dunia pemerintahan pusat, hingga di belahan dunia.
Tak ada yang tak mungkin. Di luar sana banyak mahasiswa mumpuni lulusan “aktivis”, yang berhasil memboyong gelar “coumloud” dan “sukses” berkarya. Itu semua tak lepas dari kerja keras dalam berbagai hal. Memenej waktu,menyeimbangkan antara belajar dan berorganisasi. Mempersiapkan keduanya dengan sukses, karena ingat tujuan awal masuk universitas, yaitu “belajar”.
Banyak rahasia, untuk menjadi sukses, begitu juga untuk mahasiswa sukses. Kembalilah dari niatan awal kita. Ingat tujuan awal, untuk belajarkah,bermainkah,pengalamankah,kredibilitaskah, atau ketenarankah?? Semuanya tergantung dari masing-masing pihak. Ingatlah, niat yang terbaik adalah “lillahi ta’ala”....... ^^
Sahabatku, aktivis, adalah amanah. Amanah yang menunggu kita, amanah yang akan dipertanyakan dan dipertanggungjawabkan di kemudian hari. Akankah, kita menyia-nyiakannya???
Masa depan dunia dan negara ini ada pada pundak kita. Akan kemanakah kita?? Masihkah ingin berhenti?? Atau diam seribu bahasa??? Atau kah mulai melangkah dari sekarang?? Pilihlah, dengan hati nurani terbaikmu. Innallaha ma’anna...
_alone with luph_
@kos BBS,mid night
300110/2245
Seri Rhee dan Rama
Engkau Akan tau, Ram.... Rhee.....
“kriiiiiiiiiing.............” suara telpon berbunyi,,
“kriiiiiiiiiing..........kriiiiiiiiiing...........kriiiiiiiiiiing............” sekali lagi berbunyi..
“ya Allah, udah jam 10malam gini kok ada telepon??? Siapa si???” gerutu Rhee.
“hallo, assalamu’alaykum......”sapa Rhee
“ ’alaykumsalam” jawab suara di seberang sana.
Eits... deg.... sontak saja Rhee kaget. Yak, karena yang menjawab salamnya, seorang putra. “wuaduh mlam-malam gini, ngapain ni cowok keliaran telpon aku gak jelas, mau ngerjain ato minta di jitak ya!!! huh,,, “ gumam rhee sendiri.
Di seberang sana, masih menyapa “hala Rhee...Rhee... masihkah disitu???”
“hey, jawab dong, ini saya, Rama...”
Haiikkkkkkkk.... Rama??? Berpikir 7x, mau apa ni orang,, ya rabb, telpon malam, gak tau sopan santun ya..... kalo aja, orangnya di dekat sini, pasti udah tak laporin pak Satpam” pikir Rhee sejenak, dengan agak memendam amarahnya.
“hallo..........hallo......” suara itu masih betah memanggil-manggil sang lawan bicaranya.
“iya, halo, ada apa toh, malam-malam telpon. Udah ya, ganggu orang tidur tau!!! Afwan, saya tutup dulu... wassallll.......” kata-karta Rhee terpotong Rama
“eh, tunggu dulu, jangan berpikir macam-macam.... Cuma bentar kok, saya butuh bantuanmu Rhee, mendesak banget.”
“tapi bisa besok kan???” tukas Rhee
“nggak... harus sekarang........” tegas Rama
“Besok”
“sekarang”
“Besok”
“Sekarang”........
“Ok.. segawat apa??? Jika itu menyangkut masalah umat, dan menyangkut hidup mati seseorang, saya mau.. udah bilang ada apa??? Waktu kamu gag lebih dari lima menit!!!”
“Siip, ini masalah umat kok, tenang aja, hehehe”
“ok, gak usanh cengar-cengir, to the point!!!!!!!”
“jadi gini sebenarnya, yang pengin kutanyakan.... emm... ehm........ siap-siap dulu ya, tolong siapkan mentalmu, jernihkan pikiranmu, dan dinginkan otakmu dulu, ini benar-benar butuh jawaban yang serius, mantap, dan yakin, karena akan segera aku laksanakan malam ini juga.. pertimbangan dan jawabanmu, sangat menentukan masa depanku, kelak...ok! deal!!!” jelas Rama panjang lebar, dengan nada yang sok serius.
Ehm.... sontak saja membuat Rhee, berpikiran aneh-aneh,, kata-katanya itu sangat tak terbayangkan. Bagai seorang yang ingin “melamar” saja. Pikirnya.
“aiih....... apa lagi ini, awas jangn macem-macem ya Ram, kalo sampai kamu ngomong yang aneh-aneh,liat aja, besok kau tak akan hidup tenang!!!!!!!!” ancam Rheee
“OK, sipp,, siap lair batin dah... hehehe”
“yaudah, piye??”
“ehm.... jadi gini, jangan kaget ya,,, sebenarnya yang tak bilang itu....” ehm....” nada sok jaimnya keluar
Di seberang, Rhee dah gak karuan, berpikir macam-macam, dan tak henti-hentinya mengucap istighfar,, dag...dig...dug...., gemetar, penasaran, bingung, semuanya campur aduk, padahal Rama belum bilang sepatah kata pun.
“OK. Langsung aja. Ajadi gini, karena saya anggap, kamu adalah orang pertama yang sangat tau, dan mau membimbingku, kli ini, benar-benar semuanya ku serahkan padamu”
“aits......... apaan maksudmu ram? Jangan macam-macam ya..........” potong Rhee segera.
“Eh, jangan bur-buru, pasti dah suuzon dulu,. Aneh, orang saya belum selesai bilang kok, lagaknya, udah sok tau banget sih!!!!! Jadi gini, biasa aja dong non,maksud saya...........” agaak dilama-lamain...
“cepet e Ram.... udah jam 10 lewat..”
“ iya bu, tapi jawab dulu, kamu mau kan, bersedia kan???”
“apalagi si, ni orang,saya ndak akan bilang apapun, kalo kamu belum bilang yang jelas....”
“ya kamu harus jawab dulu, ya atau gak???”
“gak mau, nek gak mau bilang sekarang, saya tutup ya, ok, wasalam...”
“eh, tunggu, ok, yupz,jadi gini, emm.... rhe... sebenernya......... eh... eh....eh.... saya mau tanya, sebenarnya,,, JAWABAN SOAL NOMOR 1-5 PR FISIKA APA?????????” Hehehe ^-@”
“hah?!@!@$%^((&*(*^&%?”><:%$%#@~!@$^%*&P((_*^&^&%%^$%#@!............ Sreetttttt... glek.... apa-apaan ni orang,,, jadi intinya, mau tanya ini, kenapa gak dari tadi????”
“maaf..maaf...”
“buang-buang waktu aja... saya kan dah bilang untuk soal yang kayak gini,kamu coba ngerjain sendiri, jangan nagadelin saya, afwan ya.....”
“dan inget, jangan harap saya mau ngasih jawabannya,!!!!! Inget juga, ini bukan mencakup hidup mati umat ya,, lain kali dipikir lagi kalo mau telpon!!!! Inget juga, jangan pernah telpon saya lagi, kalo bukan masalah yang urgent, masalah umat!!!!!!!! Dan inget juga, jang telpon nopn muhrim malam-malm, diatas jam malam, apalagi seorang aktivis seperti kamu, afwan, bisa nimbulin fitnah, lagipula tak baik, dan tak sopan, mengganggu orang !!!!!! ok!!!!!!!! Cukup juga kayaknya, malam ini saya dikenyangkan dengan pekerjaan usilmu ini . tolong ya, LEBIH HARGAI SEORANG PUTRI!!!!!!!!!!”..
‘Rhee,, maaf, tapi, ini banar-banar masalah umat,kalo saya gak bisa ngerjain, bisa gawat, pasti dimarahin Mr X.”
“whatever, tapi, caramu sangat-sangat gak bener....... saya sedih Ram, saya kira kamu dah ngerti, gimana adab yang baik seorang muslim.... afwan jiddan..... lain kali, dipirkan mateng dulu, sebelum benar-benar bertindak!!!!! Jangan berpikir, tiap perempuan itu sama, liat kondisi, dan opahami dulu!!!!! Afwan, maaf. Saya tutup, wassalamu’alaykum....”
“klek...”
‘hallo, hallo, Rhee.... Rhee, maafkan aku, rhe.....”
“Huh, sia-sia, kenapa Rhee, sebegitu emosinya??? Padahal kan??? Huh” ... gerutu Rama..
Entah apa yang ada dipikiran rama sekarang yang jelas, dia merasa sangat bersalah, dan sebenarnya, memang ada maksud lain yang ingfin dia sampaikan, tapi, Rhee, sudah sa;lah paham, dahulu....
‘maksud Rhee,,, apa ya??? apa maksud kata-katanya, itu??? aku harap dia mau menjelaskan, dan semoga aku bisa segera tau, maksud kata-katanya itu... HARUS!!! Sabar... ganbate Rama”....
si seberang sana, Rhee, mengelus data, dan beristighfar,”Ya rabb, kenapa lagi ini orang, maafkan hambamU, telah, memarahinya, maafkan hambaMu, jika melampaui batas...” tetesan air menetes mengaliri pipinya.
“ram, suatu saat akamu pasti akan mengerti, apa yang ku maksud....” gumam Rhee, dengan penuh harap..
Dan yak, malam ini, berakhir, dengan tutupan mata yang penuh makna............
Bismillah.... ^^
-alone with luph-
Morning @kos BBs
291209/0645
Pesan sang Umur
Di derap malam yang indah
Ada bintang menemaniku
Tak cukup satu bintang
Ribuan bintang lain pun menyambutku
Bagai putri dengan para pengawalnya
Senantiasa berada disisinya
Menemani........
Menjaga.....
Memberikan senyuman...
Kedamaian,
Kehangatan,
Dan kebahagiaan.....
Malam yang lain...
Ini malam terindah, karena....
Malam ini, hanya kutemukan 1tahun sekali,
Jikalah itu sempat kelak hari...
Malam bergantinya tahun usiaku...
Usia yang kadang melenakan,
Usia yang kadang menjerumuskan,
Usia yang kadang mendustakan.......
Bukan, bukan usia.......
Tapi ini aku,, yang membuatnya bersalah...
Usia sangat baik, menemani, memberi semangat hidup,
Karena ku yakin hari esok, usia kan menjemputku
Tuk berpetualang.
Namun umur, cemburu, dia mengingatkan.....
Bahwa usia itu licik, dia bersandiwara, aku dikhilafkan..........
Umur berkata, “bahwa aku tak akan lama di sini,
waktu kita berkurang sedikit demi sedikit,
perlahan lahan”,
Umur berkata, “tak ingatkah, ada yang sedang menunggumu, tuan....”
“Siapa???”, tanyaku,,,,,,,
Yang sangat mencintaimu,,,
Yang tahu segalanya tentang dirimu,,,
Dialah yang menciptakanmu.......
Tak ingatkah, dia sangat merindukanmu???
Ini hanyalah bonus waktu yang Ia berikan,
Agar kau mampu membeli tiket ,
Tuk dapat temuniNya...
Lalu, masih maukah kau mendustaiNya??
MeninggalkanNya??
Lama Ia menunggumu,tuk liat prestasimu.
Hadiahmu untuk orang tuamu,
agamamu , nabimu, rabbmu, dan
orang-orang yang kau sayangi.....
mampukah kau memberikannya???
Mampukan kau mewujudkannya???
Mampukah kau menyatukannya di firdausNya???
Inilah kesempatanmu, di hari ulang tahunmu........
_tertanda, yang mencintaimu, umurmu_
_alone with luph_
night@kos BBs
281209/2335
Rabu malam,, sendiri juga akhirnya di kos. Tak ada orang, dan tak bisa pulang. Sebenarnya, ingin rasanya sore ini pulang, tapi, tak bisa, demi amanah yang harus ditepati.
Malam yang hening, kuhabiskan dengan membolak-balik halaman demi halaman buku, dan menonton film. Hmm... sedih, terbersit pikiran, “ayah bunda, apa kabar??? Rindu sangat...”
Ntah kenapa, tapi tetap ada rasa bahagia, karena esok hari usiaku kan bertambah. Namun, sayang tak ada orang di tempat peristirahatan ini. Teringat, tahun-tahun lalu, pasti akan ada orang yang bilang, “happy birthday,nak”, kata ayah bunda... hufft, hanya tersenyum geli...
Kali ini, bintang lah yang menemaniku. Bintang itu masing terang benderang. Tersenyum simpul menyapa makhluk di bumi. Melantunkan salam, khusus untuk orang-orang yang malam ini sedang memadanginya. Memberikan kedamaian bagi orang yang membutuhkannya. Memberikan cahaya terangnya, di gelap malam. Memberikan kecupan selamat tidur, bagi yang ingin beristirahat. Dan setia menemani, bagi yang dilanda kesendirian. ^^
Sendiri tapi tak sendiri.... di hamparan angkasa sana, kulihat, ada goresan senyuman ayah bunda.... sangat manis sekali... benar-benar membuat sejuk hati ini.
Detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, berlalu, hingga, sang bintang mampu melelapkan mata ini, menghantar ke dunia lebih tentram. Sang bintang pun, melambaikan tangannya, mengucapkan selamat jalan.
Pukul 00.00 teng....
Terbangun tiba-tiba..... sudah tanggal 24Desemberkah??? Subhanallah, alhamdulillah, Allah masih memberi kesempatan untukku meghirup segarnya udara mlam ini.
Srrtt....deg... tiba-tiba otak ini berpikir ulang,dan teringat 1tahun yang lalu. Ya rabbi.... 1tahun ini, apa yang hambaMu laukukan???
Ya Rabb...... ampuni hambaMu... T.T
Gelimpangan nikmat yang diberikanNya, serasa belum bisa kusyukuri dan kumanfaatkan sepenuh hati. Janjiku denganNya masih banyak yang terlewati.... Astaghfirullah........
Inikah kado terindahNya????? Memberikan kesempatan untukku tuk bertasbih lagi kepadaNya???
Ya Rabb.... maafkan hambaMu.....
Besar salah khilafku, benar....... benar.... aku tak lagi sendiri. Ada Allah dan malaikat-malaikatnya di sini....... lalu kenapa kesendirian itu, sempat menestapakanku??? Astaghfirullah.....
Ayah bunda..................... maafkan anakmu ini......... T.T
_alone with luph_
Night @kos BBs
281290/2300
My Birthday???
Miladku?? Ulang tahunku?? J
Apa sebenarnya makna milad itu? ulang tahun? Birthday? Apakah hanya sebuah perayaan /peringatan saja??
Berulangnya tanggal, bulan kelahiran seseorang dalam tiap tahun, terkadang menjadi momen berharga yang dinantikan oleh tiap insan manusia. Tak ayal, saya.
Dulu, saya berpikir, ketika, miladku datang, pasti akan pesta ulang tahun, walaupun hanya sekadar syukuran, mengundang teman-teman, makan-makan, atau traktiran. Hmmm... kepikiran juga, tiap ulang tahun pasti akan banyak kado yang berdatangan. ^^
Terkadang sering geli sendiri, teringat semua kenangan itu. merengek kepada ayah bunda demi ada pesta, atau pura-pura ngambek, biar dikasih kado, bahkan sampai pura-pura gak tau, kalo hari ini ulang tahunku, biar ada surprise dari teman-teman atau orang terdekat. Aneh ya???
Mungkin,sekarang pun masih terbersit keinginan itu, terlebih, keinginan menantikan ada sms atau telpon, atau orang yang tiba-tiba datang di jam 00.00 tepat, 24 desember.. aih.... naif juga ya... afwan. Mungkin kebanyakan baca novel atau liat film ya?? hehehe. Tapi, pasti ada orang lain juga yang seperti itu. apa itu salah??? Ndak kan??? Asalkan yang diinginkan tak macam-macam. Ucapan selamat, dari orang yang paling tersayang, ayah bunda tersayang... ^^
Eits..... benar saja, milad tak harus dirayakan. Mungkin bolehlah syukuran, tapi, yang terpenting, ini adalah momen yang tepat, sebagai ajang kita untuk ber-muhasabah diri. Menilik, 1tahun belakang ini, apa saja yang telah diperbuat. Apakah sudah sesuai target??? Apakah target tercapai??? Apakah waktu yang disediakanNya sudah benar-benar bermanfaat?? Atau terbuang sia-sia???
Susah... tapi, inilah saatnya instrospeksi diri. Tak harus dibuat sedetail mungkin.cukuplah dengan mengingat-nya, lalu sampaikan kepadaNya, di kala, kau menghadapNya di tiap sujud dan rangkaian doa.
Berkeinginan dan niat kuat, tulus ikhlas, untuk mengubah diri menjadi lebih baik, adalah hal yang sangat sempurna, untuk benar-benar merenovasi diri.
Jadi, ketika, sms, kado, atau ucapan tak berdatangan tak akan menjadi sesal, karena, yang kita ingini bukanlah hal itu, tapi, bermunajat kepadaNya, meraih ridhoNya. Doa dari ayah bunda untuk kita, adalah satu-satunya doa yang akan dirahmati Allah. Karena itu tulus keluar dari hati Yang paling dalam dari orang tua. Apalagi mampu membahagiakan mereka, heum, pasti kebahagiaan mereka akan berlimpah ruah.^^
Namun, refleksi diri juga, ketika ternyata esok, kita tak akan mampu membuka mata, melihat mereka lagi, atau sekadar mengucap syukur pun tak bisa. Lalu, apa yang kita bawa??? Bekal kita sudah cukupkah??? Astaghfirullah.....
Mungkin juga, tangan ini, tak akan mampu mencium tangan halus mereka lagi, atau menuliskan tinta indah di hadapan mereka kelak, apa pula yang akan kita persembahkan kepada mereka???
My birthday, di hari ulang tahunku ini, memang bukan lah saatnya untuk berbangga-bangga. Tapi, inilah ajang untuk memperbaiki diri, menjadi lebih baik. Mengingat, bahwa waktu ini, adalah kesempatan langka yang diberikan allah untuk menambah tabungan pahala tuk kehidupan abadi kelak. Sejatinya, usia kita bertambah, tapi, umur di dunia ini semakin berkurang, hari demi hari, detik demi detik. Namun, sadarkah kita??? Sadarkah aku???
Sayangi waktu yang terbatas ini........my birthday,,, apakah kau akan datang lagi di kelak nanti??? T.T
_alone with luph_
night@kos BBs
281209/22.14
Kecupan untuk Rabbku
Sebuah Kecupanku........
Semoga Barokah......
Ini langkah awalku,
perjuangan dimulai,
dakwah akan senantiasa menjulang,
insyaallah,
dengan setetes demi setetes tinta,.
Dengan menyebut nama Rabb...
Ya Rabb, indahkan perangaiku,
Indahkan Amalan-amalanku,
Kuncilah lidah ini,
Jika tak mampu menyuarakan takbirMu,
Tutuplah telinga ini
Jika tak mampu mendengar seruan-seruanMu
Kuncilah Mulut ini
Jika tak mampu membaca firaman indahMu
Hentikan langkah kakiku,
Jika tak mampu menuju jalan kebaikanMu,,
Lumpuhkan tangan ini,
Jika tak mampu menggoreskan lafadz-lafadzMu
Hitamkan hati ini,
Jika tak mampu menukir dalam Ke-Esa-Mu...
Ya Rabb,,
Jiwa ini akan melangkah, ke dunia yang lebih menantang,,
Tunjukilah jalan kebenaranMu,
Istiqomahkan langkahku,
Tuk berdakwah di jalanMu,
Kumandangkan sunah dan kewajiban,
Sedikit demi sedikit,
Dalam goresan tinta yang lebih indah dan bermakna
Yang tak hanya untukku, tapi untukMu, dan umatMu...
Dengan penuh harap, kecuapn ini kupersembahkan hanya untuk
Rabbku............
_alone withluph_
@labphysic,yk
031209/1115
mahramku... siapa???
“Maaf, anda bukan muhrim saya.”
Demikian kata-kata yang meluncur dari lisan seorang wanita ketika seorang laki-laki mengulurkan tangan kepadanya. Laki-laki itu pun menjadi bingung. Apa itu muhrim? Mungkin begitu pertanyaan yang bergayut di pikirannya.
Ada di antara kita yang pernah menghadapi peristiwa seperti ini. Namun ternyata, masih banyak yang keliru membedakan antara muhrim dengan mahram. Sebenarnya kata yang tepat untuk konteks kalimat wanita itu adalah mahram bukan muhrim.
Mahram adalah semua orang yang haram untuk dinikahi selama-lamanya karena sebab nasab, persusuan dan pernikahan (Ibnu Qudamah al-Maqdisi dalam al-Mughni 6/555). Sedangkan muhrim adalah orang yang sedang melakukan ihram dalam haji atau umrah.
Masalah mahram merupakan salah satu masalah yang penting dalam syari’at Islam. Karena masalah ini memiliki kaitan yang sangat erat dengan hubungan mu’amalah diantara kaum muslimin, terutama bagi muslimah. Allah Ta’ala telah menetapkan masalah ini sebagai bentuk kasih sayang-Nya juga sebagai wujud dari kesempurnaan agama-Nya yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam.
Pembagian Mahram
Syaikh ‘Abdul ‘Adzim bin Badawi Al-Khalafi (lihat Al-Wajiiz) menyatakan bahwa, seorang wanita haram dinikahi karena tiga sebab, yaitu karena nasab (keturunan), persusuan, dan mushaharah (pernikahan). Oleh karena itu, mahram wanita juga terbagi menjadi tiga macam yaitu mahram karena nasab atau keluarga, persusuan dan pernikahan.
Mahram Karena Nasab
Mahram karena nasab adalah mahram yang berasal dari hubungan darah atau hubungan keluarga.
Allah Ta’ala berfirman dalam surat An-Nur ayat 31, yang artinya, “Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka atau ayah suami mereka atau putra-putra mereka atau putra-putra suami mereka atau saudara-saudara lelaki mereka atau putra-putra saudara laki-laki mereka atau putra-putra saudara perempuan mereka.”
Para ulama’ tafsir menjelaskan, “Sesungguhnya lelaki yang merupakan mahram bagi wanita adalah yang disebutkan dalam ayat ini, adalah:
1. Ayah
Termasuk dalam kategori bapak yang merupakan mahram bagi wanita adalah kakek, baik kakek dari bapak maupun dari ibu. Juga bapak-bapak mereka ke atas. Adapun bapak angkat, maka dia tidak termasuk mahram bagi wanita. Hal ini berdasarkan pada firman Allah Ta’ ala, yang artinya, “Dan Allah tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu.” (Qs. Al-Ahzab: 4)
2. Anak laki-laki
Termasuk dalam kategori anak laki-laki bagi wanita adalah cucu, baik cucu dari anak laki-laki maupun anak perempuan dan keturunan mereka. Adapun anak angkat, maka dia tidak termasuk mahram berdasarkan pada keterangan di atas.
3. Saudara laki-laki, baik saudara laki-laki kandung maupun saudara sebapak ataupun seibu saja.
Saudara laki-laki tiri yang merupakan anak kandung dari bapak saja atau dari ibu saja termasuk dalam kategori mahram bagi wanita.
4. Keponakan, baik keponakan dari saudara laki-laki maupun perempuan dan anak keturunan mereka.
Kedudukan keponakan dari saudara kandung maupun saudara tiri sama halnya dengan kedudukan anak dari keturunan sendiri. (Lihat Tafsir Qurthubi 12/232-233)
5. Paman, baik paman dari bapak ataupun paman dari ibu.
Syaikh Abdul Karim Zaidan mengatakan dalam Al-Mufashal Fi Ahkamil Mar’ah (3/159), “Tidak disebutkan bahwa paman termasuk mahram dalam ayat ini (QS. An-Nur: 31) karena kedudukan paman sama seperti kedudukan kedua orang tua, bahkan kadang-kadang paman juga disebut sebagai bapak.
Allah Ta’ala berfirman, yang artinya, “Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya, “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab, “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu Ibrahim, Ismail dan Ishaq.” (Qs. Al-Baqarah: 133)
Sedangkan Isma’il adalah paman dari putra-putra Ya’qub. Dan bahwasanya paman termasuk mahram adalah pendapat jumhur ulama’.
Mahram Karena Ar-Radha’
Ar-radha’ah atau persusuan adalah masuknya air susu seorang wanita kepada anak kecil dengan syarat-syarat tertentu (al-Mufashol Fi Ahkamin Nisa’ 6/235).
Sedangkan persusuan yang menjadikan seseorang menjadi mahram adalah sebanyak lima kali persusuan, berdasar pada hadits dari `Aisyah radhiyallahu `anha, beliau berkata, “Termasuk yang di turunkan dalam Al Qur’an bahwa sepuluh kali persusuan dapat mengharamkan (pernikahan) kemudian dihapus dengan lima kali persusuan.” (HR. Muslim 2/1075/1452)
Ini adalah pendapat yang rajih di antara seluruh pendapat para ulama’ (Lihat Nailul Authar 6/749 dan Raudhah Nadiyah 2/175).
Syaikh Utsaimin rahimahullah mengatakan bahwa terdapat dua syarat yang harus dipenuhi sebagai tanda berlakunya mahram ar-radha’ (persusuan) ini, yaitu:
- Telah terjadinya proses penyusuan selama lima kali.
- Penyusuan terjadi selama masa bayi menyusui yaitu dua tahun sejak kelahirannya. (Lihat Durus wa Fatawal Haramul Makki Syaikh Utsaimin, juz 3 hal. 20)
Hubungan mahram yang berasal dari persusuan telah disebutkan oleh Allah Ta’ala dalam firman-Nya tentang wanita-wanita yang haram untuk dinikahi, yang artinya, “Juga ibu-ibu yang menyusui kalian serta saudara-saudara kalian dari persusuan.” (Qs. An-Nisa’: 23)
Dan disebutkan juga oleh Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam yang diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu `anhu, ia berkata, “Diharamkan dari persusuan apa-apa yang diharamkan dari nasab.” (HR. Bukhari 3/222/ 2645 dan Muslim 2/1068/ 1447)
Dari penjelasan di atas, maka dapat diketahui bahwa mahram bagi wanita dari sebab persusuan adalah seperti mahram dari nasab, yaitu:
1. Bapak persusuan (suami ibu susu).
Termasuk mahram juga kakek persusuan yaitu bapak dari bapak atau ibu persusuan, juga bapak-bapak mereka ke atas. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha ia berkata, “Sesungguhnya Aflah saudara laki-laki Abi Qu’ais meminta izin untuk menemuiku setelah turun ayat hijab, maka saya berkata, “Demi Allah, saya tidak akan memberi izin kepadamu sebelum saya minta izin kepada Rasulullah, karena yang menyusuiku bukan saudara Abi Qu’ais, akan tetapi yang menyusuiku adalah istri Abi Qu’ais. Maka tatkala Rasulullah datang, saya berkata,”Wahai Rasulullah, sesungguhnya lelaki tersebut bukanlah yang menyusuiku, akan tetapi yang menyusuiku adalah saudara istrinya. Maka Rasulullah bersabda, “Izinkan baginya, karena dia adalah pamanmu.” (HR. Bukhari: 4796 dan Muslim: 1445)
2. Anak laki-laki dari ibu susu.
Termasuk anak susu adalah cucu dari anak susu baik laki-laki maupun perempuan. Juga anak keturunan mereka.
3. Saudara laki-laki sepersusuan.
Baik dia saudara susu kandung, sebapak maupun cuma seibu.
4. Keponakan persusuan (anak saudara persusuan).
Baik anak saudara persusuan laki-laki maupun perempuan, juga keturunan mereka.
5. Paman persusuan (saudara laki-laki bapak atau ibu susu).
(Lihat al-Mufashol 3/160)
Mahrom Karena Mushaharah
Mushaharah berasal dari kata ash-Shihr. Imam Ibnu Atsir rahimahullah berkata, “Shihr adalah mahram karena pernikahan” (An Nihayah 3/63).
Contohnya, mahram yang disebabkan oleh mushaharah bagi ibu tiri adalah anak suaminya dari istri yang lain (anak tirinya) dan mahram mushaharah bagi menantu perempuan adalah bapak suaminya (bapak mertua), sedangkan bagi ibu istri (ibu mertua) adalah suami putrinya (menantu laki-laki) [Al Mufashshol 3/162].
Hubungan mahram yang berasal dari pernikahan ini disebutkan oleh Allah Ta’ala dalam firman-Nya, yang artinya, “Dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali kepada suami mereka,atau ayah mereka,atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka.” (Qs. An-Nur: 31)
“Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu (ibu tiri).” (Qs. An-Nisa’: 22)
“Diharamkan atas kamu (mengawini) … ibu-ibu istrimu (mertua), anak-anak istrimu (anak tiri) yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya, dan istri-istri anak kandungmu (menantu).” (Qs. An-Nisa’: 23)
Berdasarkan penjelasan di atas maka dapat diketahui bahwa orang-orang yang haram dinikahi selama-lamanya karena sebab mushaharah adalah:
1. Ayah mertua (ayah suami)
Mencakup ayah suami atau bapak dari ayah dan ibu suami juga bapak-bapak mereka keatas (Lihat Tafsir As-Sa’di hal: 515, Tafsir Fathul Qodir 4/24 dan Tafsir Qurthubi 12/154).
2. Anak tiri (anak suami dari istri lain)
Termasuk anak tiri adalah cucu tiri baik cucu dari anak tiri laki-laki maupun perempuan, begitu juga keturunan mereka (Lihat Tafsir Qurthubi 12/154 dan 5/75, Tafsir Fathul Qodir 4/24, dan Tafsir Ibnu Katsir 1/413).
3. Ayah tiri (suami ibu tapi bukan bapak kandungnya)
Haramnya pernikahan dengan ayah tiri ini berlaku ketika ibunya telah jima’ dengan ayah tirinya sebelum bercerai. Namun, jika belum terjadi jima’, maka diperbolehkan.
Abdullah Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata, “Seluruh wanita yang pernah dinikahi oleh bapak maupun anakmu, maka dia haram bagimu.” (Tafsir Ath- Thobari 3/318)
4. Menantu laki-Laki (suami putri kandung)
Dan kemahraman ini terjadi sekedar putrinya di akadkan kepada suaminya (Tafsir Ibnu Katsir 1/417).
Ditulis ulang dari artikel Mahrom bagi Wanita (Ahmad Sabiq bin `Abdul Lathif), majalah Al Furqon, Edisi 3/ II, Dzulqa’idah 1423 H, hal 29-31 dengan beberapa tambahan dari penulis.
Penulis: Ummu Sufyan Rahmawaty Woly bintu Muhammad dan Ummu Asma’ Dewi Anggun Puspita Sari
***
http://muslimah.or.id/fikih/lihatlah-siapa-mahrammu-1.html
dari judul asli (lihatlah siapa mahrammu (1)
seri Rhee
Rhee, Rama, Ada Apa???
“Bukan itu yang saya maksudkan”... (gerutu Rhee dalam hatinya, ketika tak sengaja sepintas melihat teman dekatnya berperilaku yang kurang disukai Rhee).
“hufft.... memang sulit, berdakwah itu, harus perlahan, tenang, gak perlu terburu-buru, terencana dengan matang, dan yang terpenting mulai dari perbaiki niat, dari diri sendiri, mulai saat ini,n mulai dari yang kecil....” iya kan???” pikir rhee, sambil mengingat pesan dari seseorang, “oh ya, tambah satu lagi... jangan suka mengeluh !!!!!!! J”.... piss... ^V^.
Parah sekali hari Rhee kali ini, ada banyak hal yang tertinggal dari dirinya, mulai dari amaliyah rutinnya yang kececeran, hingga tugas kuliahnya, yang belum juga rampung. Ditambah lagi setelah melihat temannya melakukan hal yang emang “kurang disukai Rhee, ---hanya menambah emosi Rhee semakin tak karuan-- . entah kenapa Rhee hari ini, apa karena “PMS” (ssstt... just 4 cewek ya ^_@), atau karena ada masalah lain??? Entahlah, yang jelas, hari ini serasa dunia mau runtuh, semua acara rhee bertubrukan, tak jelas, murat marit,membuatnya pusing, dan berpikir yang aneh-aneh.
Hal pertama yang sangat menohok Rhee dan membuatnya sampai harus berpikir berulang kali, karena tak percaya dengan apa yang ia lihat yaitu emmm.... Ya, benar, seperti apa yang ditulis di awal tadi, karena “her friend”.
Sebelum berpikir macam-macam, kenalkan dulu teman Rhee yang satu ini, ehm...ehm... “afwan, walaupun seorang akhwat, boleh kan punya teman putra, gak salah juga toh. Yupz, teman Rhee, yang satu ini seorang putra yang mungkin sudah dikenal seantero angkatannya, karena orangnya yang cakep, supel, dan yang jelas, aktivis pula (walaupun lagi belajar). Hmmm, siapa si yang gak kenal orang satu ini??? Pasti Cuma angkatan-angkatan atas, yang dah males terjun ke dunia aktivis, atau orang-orang yang enggan berpaling ke dunia yang lebih “ramai” ini.
Lalu,kalau seorang Rhee sendiri,adalah akhwat yang terkenal berjilbab gedhe, aktivis dakwah kampus, yang seabrek kegiatan, dan yach, gak ada tampang foto model dah, Cuma pas-pasan aja, standart. Cuma ya itu, gregetnya buat belajar, berdakwah, dan menulis nya itu yang benar-benar kuat, hingga semua teman-teman aktivis mengenalnya. Satu hal yang sering jadi identik Rhee, dia terkadang bisa “childish” banget, tapi juga bisa “dewasa” baget.. aneh ya... hmm. Tak tau “kesambet” apa, hingga Rhee bisa kenal dan akrab dengan sosok putra itu. eh, benar juga, dan emang harus kenal, karena, sosok putra ini, teman sekelasnya, hehehe, ^^, apalagi aktivis, walaupun belum begitu “paham” ^^.
“Rama Bayu Saputra” itulah namanya sosok yang dibilang “keren” oleh seantero orang-orang fakultasnya. Namun, bagi Rhee, sendiri, hmm, masih dalam batas kewajaran, (ya emang ganteng sich, tapi, kalau bukan siapa-siapa, buat apa, mengaguminya, lebih baik kagum ma yang nyiptain, ya gak!!!). mungkin karena terkenalnya orang ini, sering membuat Rhee ragu-ragu dan aneh, jika ingin komunikasi atau interaksi apapun dengan orang ini. Salah sedikit aja, bisa-bisa dikerumuni orang-orang fakultas, atau harus disidang oleh dewan syuro’ kampusnya.. hufft... tapi, mau gimana lagi??? Ini sudah janjinya dengan orang itu.
Ya, janji seorang Rhee pada Rama, bahwa ia akan mengajarkan, menularkan sedikit demi sedikit ilmu agamanya pada Rama. Namun, karena di beberapa hal, kedua orang ini sangatlah bertolak belakang, jadi sering suatu hal yang dipahami oleh Rhee ditafsirkan berbeda oleh Rama, sehingga tak jarang mereka berdebat atau bertengkar hanya mungkin karena sebuah “statemen” yang meluas pemakanaannya.
Hal ini jugalah yang juga membuat hari Rhee kali ini menyebalkan.
Rama datang ke kampus, telat, dan sengaja duduk di belakang. Tapi, tak disangka, dia duduk di dekat seorang putri, dan psstt, karena Rhee di depannya, dia tau, bisikan ucapan “terima kasih” Rama pada gadis itu. Upps... ternyata... (pikir Rhee).
Hal itu, sudah tak jadi pemikiran buat Rhee, karena kuliah sudah mulai, semuanya berjalan dengan lancar dan tenang seperti biasanya, hanya saja kursi di belakang Rhee, mendadak “berisik” akan canda gurau dan “pembicaraan aneh” yang tak dimengerti Rhee. Sudah tentu orang di belakangnya itu, tak lain dan tak bukan adalah rama dan sang gadis. (note: “gadis” ini “not his girl friend”).
“Upph... berisik banget!!!!!!!!” , bisik Rhee pada shintya, teman samping bangkunya...
“udah biarin, orang-orang aneh itu, mereka sedang membicarakan bisnisnya” jawab shintya.
“oh...” jawab Rhee pelan. “bisnis tempatnya bukan di kelas, ruang belajar kali ya.... huh... “, gumam Rhee pada dirinya sendiri.
Kali ini, kuliahnya telah usai, saatnya pindah ruang. Eits,,tiba-tiba ketika Rhee, berbalik, melihat sesuatu yang aneh... astaghfirulllah, Rhee hanya bisa mengelus data, agak kecewa dan sedih. Hal yang diluar dugaan Rhee. Rama... ya, tindakan Rama itu.
Entah saat itu ada teman-teman ADK sekelasnya yang melihatnya juga tau tidak, mungkin jika ada yang lihat, pasti akan jadi perbincangan dan bahasan empuk untuk syuro’ nanti. Rhee berharap, tak ada yang tau, biar ini yang melihat Rhee, dan cukup Rhee,Rama, dan Allah lah yang menyikapinya.
Seorang ADK (aktivis dakwah kampus) khilaf akan tindakannya. Mungkin ini bukan masalah yang besar bagi orang-orang, tapi, bagi Rhee, ini sangat besar, karena hal ini lah yang tadi malam, baru mereka bicarakan sampai tuntas, dan mencapai keputusan bersama yang deal. Tak memberatkan pihak manapun.
Adab tentang bergaul dengan lawan jenis. Itulah tema yang tadi malam mereka debatkan. Itu yang membuat Rhee berkali-kali istighfar, dan bilang ”bukan itu yang saya maksudkan...”.
Rama melakukan hal yang fatal... begitulah pikir Rhee. Kali ini, rama melakukan kesalahan yang tak bisa ditolerir Rhee, karena Rhee sangat tak suka dengan apa yang ia lakukan. Rama dengan sengaja dan jelas-jelas, memegang tangan gadis itu, mencengkeram dengan kuat, mengangkatnya, dan .........segera menariknya keluar dengan cepat, dengan bahasa-bahasa yang aneh, “sok mendayu”. Huh... benar-benar membuat Rhee kesal.
apakah itu seorang aktivis??? Begitukah caranya??? Padahal baru tadi malam dibahas tuntas, tapi kok gini??? Apa itu??? katanya mau belajar lebih paham agama??? Tapi kok tetap begitu??? Mana aplikasinya??? Katanya, sudah tau, bagaimana cara memperlakukan seorang non muhrim lawan jenis, tapi kok gitu??? Dan bla bla bla.... seribu pertanyaan bermunculan dan mengganggu pikiran Rhee.
Tiba-tiba rhee tersadar, astaghfirullah, kok gini??? Ya allah, ampuni hambaMu, jangan bilang hambaMu ini sedang “cemburu”, astaghfirullah... hufft... tenang...tenang...tenang...
~hz~
Teringat dengan pembicaraan semalam tadi lewat sms.
Rhee : “Kamu tau kan gimana istimewanya islam memerlakukan seorang perempuan. Pasti, tau bagaimana kisah-kisah para perempuan agung nan suci milik islam, beliau, siti mariyam, aisyah, khadijah, dsb. Rosul pun juga mencontohkan yang terbaik untuk umatnya, tentang bagaimana bergaul dan menghoramati seorang perempuan baik itu muhrim atau non muhrim”
Rama: “iya. Terus kenapa, bukankah asal tak menyakitinya itu sudah baik-baik saja, dan diizinkan oleh islam kan?”
Rhee: “iya benar, tapi, islam mengaturnya dan mengemasnya lebih bagus dan detail tanpa mengurangi kesucian dan kekhasan seorang perempuan. Untuk menghormatinya dan menjaganya, islam mengajarkan perempuan tuk menutup aurat. Perempuan dalam islam sangat diajarkan bagaimana detailnya beradab mulai dari ketika masih dalam keadaan gadis, atau bersuami. Nah, tinggal, bagaimana seorang kaum adam bisa benar-benar memperlakukan kaum hawa istimewa, layaknya yang nabi ajarkan”
Rama : “tapi, aku manusia biasa, masih tetap seorang Rama, yang tak luput dari kesalahn loh. Terus gimana aku bisa mengistimewakan mereka??? Padahal kan katanya islam gak bolehin ce dan co terlalu dekat, iya gak?”
Rhee : “memang benar, tapi sebagai hamba Allah dan muslim, kita berkewajiban untuk taat pada al quran, dan al hadist, dan salah satunya yang ada di dalamnya adalah tentang bagaimana seorang kaum adam memperlakukan dengan baik kaum hawa”
Rama : “ok. Siip, saya mudeng, tapi, watak orang gak bisa diubah??”
RheE : “hah??? Itu bukan watak tapi suatu kebiasaan yang dibentuk menjadi sikap yang lebih bagus, menjadi norma yang tertata rapi dalam kamus hidupnya”
Rama ; “kata-katamu banyak bersajak...intinya aja dah. Kalu menurutku, aku diajarin di rumah, ya, memperlakukan seorang ce ya kayak gitu, biasa aja, Cuma mungkin lebih diberi hati, gak kayak co,. Beda lagi kalo sama kayak kamu, harus, sedikit dijaga, nek gak, bisa kena timpuk ntar... hehehe”
Rhee : “eits. Bukan, gitu maksud saya. Boleh lah, itu pemaknaan dari kamu, tapi, jika kamu sudah mengenal islam sesunggunya, kamu akan kagum. Perempuan yang belum menikah, siibaratkan sebagai sesuatu yang sedang ditawarkan, dipajang di sebuah etalase yang benar-benar tertutup rapat, tinggi, hingga tak akan ada tangan-tangan jahil yang mampu menggapainya. Yang membersihkannya hanya pemiliknya semata. Dan haraganya pun juga sangat tinggi, karena sangat istimewa, belum pernah tergores apapun, hanya orang yang terpilihlah yang mampu memiliknya. Lani halnya dengan barang lain, yang dijual murah di pinggiran jalan, terkena debu, banyak dipegang-pegang orang, hingga jatuh, lecet, atau tergores. Hummmp, ya begitulah ibaratnya”
Rama : “ lalu, maksud kamu??? Aku gak boleh sembarangan memegang perempuan???”
Rhee : “kurang lebih, bukan aku yang melarang loh, tapi islamlah yang mengajarkan, selebihnya tafadhol kamu”
Rama : “tapi kalau dalam keadaan terdesak gak apa-apa kan???”
Rhee : “maksudnya??? Terdesak gimana?? Tergantung kondisilah, tapi, lebih baik dijaga”
Rama : “ hehehe, kalau, tiba, tiba ada ce terpeleset mau jatuh ke sungai, dan sementara aku didekatnya, gimana??? Masa mau ngulungin kaki, ya tangan dong,iya gak??? Hehehe”
Rhee : “#?&^%@$#&(@_)&&^^$%@$*”
Rama : “eh, kenapa kamu menjelaskan ini padaku??”
Rhee ; “tak apa, hanya ingin berbagi ilmu, dan yang terpenting bisa kau aplikasikan dalam kehidupanmu...”
Rama : “whats??? Insyaallah.... tapi, mungkin gak untuk suatu hal, kamu tau kan??? Teman sekelas kita... ce itu, ya, maaf, karena ada suatu misi yang ingin aku jalankan, jadi gak mungkin jika aku harus memperlakukan sperti itu padanya..maaf.”
Rhee ; “hah??? Maksudnya???”
Rama ; “ hmmm... suatu saat kamu akan tau... ^^”
Itulah percakapan mereka semalam.... benar-benar tak habis pikir, ternyata, ada hal lain yang tak Rhee tau, semoga saja itu adalah misi dakwahnya, semoga Allah, menridhoinya, amin...
Rama,,, walaupun sedikit mengecewakan, semoga misimu itu berhasil, (jika itu tuk agamamu, dan tuhanmu), insyaallah dimudahkan..
Notes:
“memperlakukan seorang perempuan sebaik-baiknya tak hanya bagi mereka umat muslim yang sudah lebih paham agama, tapi, kepada setiap perempuan, yanga da di dunia in, tak dibatasi, waktu, umur, dan tempat. Kapanpun, dimanapun dan kepada siapapun.... ^^”
_alone with luph_
021209/2245
@kos BBs,night
Pesan untuk kakak
Message for kakak....
Kakak, angkat telepon ana.... angkat.....
Tak dengarkah engkau, adikmu disini sendiri,
Tak dengarkah engkau, adikmu disini butuh kehadiranmu,
Tak dengarkah engkau, adikmu disini ingin kau dengarkan semua cerita-ceritanya....
Tak dengarkah,
Adikmu di sini, ingin kau beri nasihat-nasihat terindahmu...
Kakak...
Angkat telpon ana....
Tak tahukah engkau, adikmu disini menangis sendiri....
Tak tahukah engkau, adikmu disini tak mampu tegak berdiri...
Kakak....
Telepon balik ana....
Adikmu sangat ingin kau ber sejuta peluh kasih sayangmu,,
Sejuta indah senyumanmu,,
Sejuta saran tuk damaikan hati,,
Sejuta semangat, tuk hadapi rintih perih peluh ini....
kakak, semoga kakak, masih mengingat adikmu ini....
_dengan penuh harapan untuk kakak_
Teruntuk,, “kakak jelek”
Dari “nag kecil”
301109/1445@bemkmfmipa
Hari yang Aneh
KEANEHAN @ BEM, THIS DAY
Hari yang aneh di bem hari ini. Sangat-sangat kacau. Entah kenapa, mungkinkah karena mereka stress sehabis ujian tengah semester ataukah stress, sebentar lagi akan mulai dengan aktivitas baru dengan berbagai kegiatan di bem yang baru. Huh... aneh...
Sehabis Dauroh Marhalah kemarin, banyak sekali yang bercerita tentang pengalaman mereka, mulai dari yang ngantuk , karena 1 hari mpe malam, materi terus, ada pula, yang merasa kecapekan, ngantuk, karena harus dua malam bergadang, juga ada lagi yang menceritakan outbond yang seru, hingga ada yang hp-nya eror, gara-gara menyelam di air, sungguh, hari ini, sangat aneh, semua pengalaman mereka menyatu di bem hari ini.
Tak ayal pula, ketika, pagi ini, ada pelantikan anggota KPRM (komisi pemilihan raya mahasiswa) KM FMIPA, sang ketua bem, mendapat banyak masalah, dari dimarahi bu bendum bem, hingga staf. Aneh... tak biasanya. Aneh lagi, hari ini, memang ke eroran ketua bem, baru pertama kali pinjam motor tiger ke kampus, eh, kunci motornya hilang.... hmmm, jadi tempat bercandaan lagi, ternyata, ketua bem mipa, bisa naik motor tiger ya.... hehehe, pizz ^^
Lalu, ada kejadian lagi, salah satu staf PSDM, takut ketemu dengan Kadeptnya, alias kakaknya, gara-gara, takut diberi tugas lebih banyak, cz, malam ini, sang kadept akan berangkat berlibur ke bali selama lima hari kedepan. Gara-gara itu, saya terancam,bakal kelaparan, cz,teman saya, staf yang satu ini, langsung berbalik arah ketika baru memasuki kantin, dan melihat kadeptnya, oh tidak, untung saja, kadeptnya segera pergi.
Kejadian at bem lagi, dengan ketua bem lagi, antara ketua bem dan bendum, ada miskom, saling menunggu, tapi, sama-sama gak ontime, jadi acak-acakan deh, yang satu marah, yang satunya lagi marah. Alhamdulillah, saling pengertian, jadi, gak sampai terjadi PD 3 deh.. hehehe ^^
Lalu, sore hari at bem lagi, anak-anak kumpul, dari ketua bem, teman-teman 08, ass.sekre,kadiv opmed dan kajian, dan disusul lainnya. Ntah kenapa, sore itu, benarbenar menjadi aneh, tak seperti biasanya mreka membicara kegiatan-kegiatan atau kuliah, atau politik, hari ini, sore ini, mereka berbicara yang lain, layaknya orang dewasa. Aneh bukan??? (pasti tau makasudnya...). diawali dengan prolog dari staf advokasi 08, dengan pernyataan dan pertanyaan yang aneh, mau tau, apa yang beliau sampaikan,,, “kira-kira besok, mending punya anak dua atau tiga”??? langsung saja semuanya tertawa geli, tapi, banyak yang menimpali dengan berbagai pernyataan-pernyataan yang aneh. Lalu, disambung dengan pertanyaan tentang poligami, huh, sontak sajalah semua putri menjawab “NO”. Mulai dari alasan pembagian warisan yang akan ribet, sampai, membahas, permasalahan, putri itu modalnya cinta, putra modalnya uang. Mudengkah teman-teman??? Dah, saya gak mudeng sama sekali.
Terus mulai deh, dengan ketua bem, yang setia mengingatkan, anak-anak putri bem, “hai kalian, para wanita, jika suatu saat kalian dilamar oleh seorang laki-laki yang baik agamanya, baik akhlaknya, baik, baik kesehatan, dan keturunannya, maka janganlah sekali-kali kalian menolaknya”. Lalu, menyaut deh, sebuah celetukan, “tapi mas, kalo mukanya gak baik, gimana??” di tolak gak apa-apa kan???”. Hmm, pertanyaan itu mampu menohok sang ketua bem, bingung menjawabnya, lalu, beliau hanya bilang, “nanti saya tanyakan bapak saya dulu ya”. hehehe.... ^^
Aneh, itulah keanehannya,ditambah lagi, ketika, tiba-tiba ada kunjungan dari sekretaris umumnya bem, yang baru aja lulus, serentak, semuanya bahagia melihat beliau, apalagi, mbak yang satu ini dikenal lemah lembut dan childish, dan dikabarkan, sudah dikhitbah ikhwan, tinggal menunggu un dangan, hehehe, hmm, semuanya jadi bahan bercandaan, mbak yang satu ini, dengan cara khas bicaranya yang masih sangat imut, Cuma bilang, “wah pertanyaan-pertanyaan kalian berat”... (i don’t know, aneh banget dah mbak yang satu ini...)
Kejadian teraneh hari ini, dijadwalkan akan ada rapat antar lembaga di bem sore ini jam setengah empat, tapi, entah kenapa, yang hadir baru satu lembaga, sampai dengan jam setengah lima, sungguh terlalu. Dan ternyata, setelah capek menunggu, ada teman 2009,yang akan rapat diver di bem jam lima, dikirain dia ikut rapat antar lembaga , ternyata bukan, hal itu, membuat sang ketua bem, inget, untuk mengecek surat undangan, takut kalau salah nulis jam di undangan. Dan ternyata. Ehm---ehmm---, “masyaallah, lihat, masa di undangan ditulis, hari, tanggal, senin, 10 November 2099, masyaallah, gimana, ni pada mau dateng??? Pantes dari tadi ditunggu pada gak ad yang dateng, ternyata....” semua yang ada di bem, langsung tertawa geli, wuaduh-wuaduh, ternyata, anak ilkom (ass.sekre bem), nulis undangan bisa salah juga ya...ckckckcck.. dan ternyata, ketua bem, bisa gak teliti juga ya??? padahal biasanya , sangat teliti, salah satu huruf aja, di coret, apalagi nomer surat, ckckckck... ternyata....
_alone with luph_
@kos BBS,evening
091109/2019
Ada dua kemungkinan yang terjadi ketika mendengar kata PEMIRA, antara tau atau tidak. Untuk orang awam di kalangan mahasiswa, mungkin akan merasa tergelitik, ketika mendengar istilah yang kedengarannya “aneh”. Apa lagi itu??? Indonesia ingin mengadakan pemilu yang kedua kah??? Atau akan ada pemilihan rektor atau dekan??? Beribu pertanyaan akan muncul ketika seorang mahasiswa mendengar istilah “keren” itu muncul pertama kali, di awal masa kuliahnya.
Sedangkan di sisi lain, dipihak yang sudah “paham”, maka ketika tertempel tulisan “PEMIRA”, inilah saatnya kita untuk ikut berpartisipasi. Lalu muncul pertanyaan “Kapan PEMIRA diadakan??? Partai yang ikut apa saja??? Calonnya siapa saja??? Kapan pendaftaran dimulai??? dan bla bla bla, seabreg pertanyaan tertata rapi tiba-tiba.
Tidak akan ada masalah, antara tau dan tidak, yang tak tau pun nantinya akan tau, yang sudah tau pun akan lebih paham lagi bahkan akan bisa ikt bertisipasi aktif dalam penyelenggaraannya. Ketidaktauan seorang maba, itu menjadi sesuatu yang alamiah, karena, mereka baru tahun pertama ini menginjak di kampus biru ini. Namun, akan menjadi kejanggalan, ketika sudah tingkat atas namun, belum begitu paham, paling tidak, tau sedikit tentang kepanjangannya. J
Akan ada banyak partisipasi yang bisa dilakukan oleh segenap warga fakultas MIPA UGM, baik peserta aktif atau pasif. Peserta aktif, bisa langsung berpatisipasi dalam partai mahasiswa, atau mencalonkan sebagai anggota DPM atau calon Ketua BEM. Sedangkan peserta pasif, sangat-sangat diharapkan sekali alias punya hak yang sama dengan warga MIPA yang lain,yaitu memilih salah satu calon anggota DPM dan calon Ketua BEM FMIPA UGM.
Partisipasi aktif dari peserta aktif atau pasif segenap warga MIPA, akan sangat menentukan jalannya jalan atau tidaknya ranah organisasi di MIPA selama setahun atau lebih kedepan, karena pada ajang bergengsi inilah jalan satu-satunya yang menjembatani seluruh kegiatan di MIPA untuk bisa vakum atau tetap berlanjut. Karena ketika tak ada seorang pemimpin organisasi yang mengordinir banyak organisasi di bawahnya, maka lembaga / organisasi di bawahnya pun tak akan berjalan lagi.
PEMIRA (Pemilihan Raya Mahasiswa) merupakan sarana pelaksanaan kedaulatan mahasiswa berdasarkan Aturan Dasar Tata Hubungan Kelembagaan Keluarga Mahasiswa Fakultas Mahasiswa dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada. (UU KM FMIPA UGM No.2 tahun 2009, tentang PEMIRA, BAB 1, Pasal 1. (a)). Dari penjelasan di atas kita akan mengetahui, bahwa yang diadakan oleh MIPA ini, adalah suatu bentuk pelaksanaan demokrasi yang ada pada lingkungan mahasiswa, khususnya di fakultas MIPA UGM.
Memang pelaksanaan PEMIRA ini akan lebih mudah digambarkan dengan PEMILU kecil, karena hanya dilaksanakan di daerah “lokal”, hanya di kalangan FMIPA UGM. Selain itu, pelaksanaannya pun akan ada sedikit “mengadopsi” dengan PEMILU yang diadakan di republik Indonesia. Walaupun dalam praktiknya akan agak berbeda dengan layaknya PEMILU lingkup Nasional, tetapi paling tidak apa yang diadakan di PEMIRA ada kemiripan, karena sama-sama memilih calon pemimpin eksekutif suatu lembaga di sebuah “negara” kecil, fakultas FMIPA UGM.
Di PEMIRA, akan ada komisinya, pengurus atau penyelenggara pelaksanaan PEMIRA dari awal hingga akhir, yang hanya ada ketika menjelang PEMIRA saja, yang tidak lain adalah KPRM (Komisi Pemilihan Raya Mahasiswa). Di sini pun akan ada KPP (Komisi Pengawas PEMIRA),adalah Komisi yang melakukan pengawasan pada seluruh proses penyelenggaraan PEMIRA dari awal hingga akhir. Lalu akan ada pula Mahkamah PEMIRA, semacam institusi yuridisnya,lembaga peradilan yang akan menjadi penengah, penyelesai masalah / perkara yang terjadi dalam PEMIRA.
Semua dari institusi-institusi tadi akan bekerja sesuai dengan tugas dan kewajiban masing-masing, tetapi juga akan bekerja bersama-sama di suatu saat.
Sebenarnya tak hanya itu, di saat PEMIRA, pasti juga akan bermunculan partai-partai mahasiswa yang berdiri sesuai dengan persamaan-persamaan misi dan visi, yang tak lain akan mewarnai jalannya PEMIRA,tuk bisa menempatkan wakilnya di kursi DPM selama setahun mendatang atau pun mencalonkan sang ketua BEM FMIPA UGM.
Meskipun begitu, masih tak tertutup kemungkinan, bagi wakil perseorangan atau hima prodi yang ingin mengajukan calonnya. Namun, tetaplah, akan ada syarat dan ketentuan yang akan menyatakan lolos atau tidaknya untuk bisa masuk dalam nominasi nomor urut yang disediakan oleh panitia di ajang bergengsi ini.
Masih akan ada banyak warna-warni yang akan mewarnai di ajang bergengsi ini, mulai dari awal pelaksaannya hingga akhir penyelenggaraan. Banyak hal yang menantang dan menakjubkan di dunia PEMIRA ini, serta akan lebih lebih menarik dan berkesan lagi, ketika kita mampu ikut terjun langsung, berpartisipasi meramaikan indahnya PEMIRA di akhir 2009.
Pemimpin baru??? Mau??? Ayo gabung segera dengan kita @ PEMIRA 09.... jangan malu dan takut, kalau ingin pemimpin impianmu berada di kampus biru...
^^
_alone with luph_
151109/2350
Setetes Air Mata di Hari Lebaranku_2
Mushaf ku baca pelan-pelan, sedikit demi sedikit, walaupun terkadang terhenti, karena tak mampu menahan air mata yang semakin membanjir. Sedu sedan rasanya. Ntah kenapa, pikiran ini selalu terbayang-bayang ayah. Ayah, yang sekarang mungkin sedang terbujur lemah di sana, merelakan tubuhnya diberikan nutrisi-nutrisi khusus dari rumah – rumah para dokter bekerja. Sakit, teriris rasanya hati ini. Ingin sekali berada di samping ayah, memeluknya, memberikan senyuman, penyemangat, menemani ngobrol, dan sebagainya. Menyesal, sore itu ku tak ikut mengantar ayah ke dokter.
Muncul pikiranku tuk menelpon ayah, lalu, segera ku gerakkkan tanganku, mengambil hp, lalu, bergegas, ku menelpon ayah, walaupun sedikit agak ragu-ragu.
“tuuut....tuuut...tuuut”, suara dering tunggu, agak lama, tak dangkat oleh ayah. Dengan agak kecemasan dan berusaha tuk menahan tangis serta mengatur nafas dan suara, kuberharap, ayahlah yang akan mengangkat telpon.
“Assalamu’alaykum...” terdengar suara dari kejauhan sana.deg, tiba-tiba tersentak hati ini, mendengar suara jernih dari telpon genggam. Yapz, suara laki-laki paruh baya, dan aku yakin itulah ayah. Pikiran kalut, air mata ini tiba-tiba menetes, lalu, segera ku tarik nafas dalam-dalam, dan berusaha tuk sedikit tenang.
“wa’alaykumussalam warrahmatullahi wabarakatuh... ayah???” tanyaku
“ya, ada apa nduk???”
Aku berusaha tuk pura-pura tak tahu dengan apa yang sedang terjadi di sana....
“Ayah, sudah jam 1malam, kog ayah belum pulang-pulang??? Antri banyak ya??? kapan pulang???” tanyaku pelan-pelan dengan benar-benar mengatur cara bicaraku.
“iya nduk, tadi pemeriksaan mpe malam, tapi sekarang dah pulang, baru aja dari tempat dokter, insyaallah gak sampai satu jam lagi, dah sampai rumah. . ditunggu aja ya??? kamu di rumah sama siapa???”
“hmm.... “terhenti sejenak, air mata ini terus saja mengalir ketika ayah berbicara, hingga beliau mengalihkan pembicaraan, dan tetap menyembunyikan keadaan beliau, hati terasa sakit, sakit sekali, kenapa ayah diam??? Padahal aku ingin bantu ayah, aku ingin kasih penyemangat ayah... kenapa ayah sembunyikan keadaan ayah???
“oh, iya ayah, berarti bentar lagi sampe??alhamdulillah. iya, aku ditemenin mbak nia, tapi, baru aja pulang, dijemput paman”
“oh gitu, ya udah, buat istirahat dulu, bentar lagi ayah sampai rumah...”
“iya yah...” sekali lagi, ayah tak jujur ayah tak bilang kalau beliau tak pulang. Kata-kata ayah,semakin menyayat jiwa ini.
“ya udah, selamat istirahat, assalamu’alaykum....” ayah, tiba-tiba segera memutuskan mengakhiri pembicaraan.
“wa’alaykumussalam warrahmatullahi wabarakatuh” jawaban salam yang tiba-tiba mengalir, dan pembicaraan malam itu berakhir sudah. Namun, tetesan air mata semakin menjadi, ketika telpon ditutup. Tangisan ini sudah tak bisa dibendung hingga terus dan terus pipi ini dan mukena ini dibasahi air mata kasih sayang.
Ayah.......... ayahku........... mulianya engkau.....
Ayahku, tak tega memberitahukan kondisinya, kepada anaknya ini. Ayahku, tak mau anaknya bersedih, karena ketakberdayaannya. Ayahku tak ingin membebani anaknya ini, dengan memikirkan kondisinya. Ayahku tak ingin, kondisinya menjadi harapan lemah anaknya. Ayahku hanya ingin, anaknya menjadi seorang putri, yang tangguh, semangat, dan selalu berbahagia.
Ayah.... ayah, aku sayang ayah.....
Kata-kata itu yang selalu terucap di bibirku hingga pagi tiba.
~hz~
Ketika pagi tiba, semuanya merasa asing, tak ada lagi yang membangunkan pagi hari dan mengajak shalat subuh berjamaah ke masjid. Tak ada lagi yang mengajak, olahraga pagi bersama keluarga. Tak ada lagi yang suka bercanda di pagi hari, tak ada lagi..... semuanya diam.... sepi....
Pagi ini, hari kedua sebelum idul fitri, ku putuskan tuk ke jogja, menjenguk ayah, sendiri, hanya berdua dengan kakak. Tak ingin naik mobil, atau di antar. Aku hanya ingin berdua dengan kakak, naik motor. Hampir dua jam, perjalanan kami tempuh, tapi, tak pernah ada rasa lelah sedikitpun, yang terpikir di benak ini adalah, segera bertemu ayah dan bunda....
Akhirnya, tiba di rumah sakit tujuan, denyut jantung ini semakin berdebar keras dan cepat, ketika selangkah demi selangkah kaki ini mendekati tempat ayah beristirahat.
“ayah dimana??” tanyaku pada kakak
“di ruang vip no 8”, kata kakakku...
“oh, berarti ruang yang pojok itu??”
“iya...”
Hufft, kaki ini bukannya semakin cepat berjalan, tapi bertambah pelan, karena, tiba-tiba air mata ini menetes.
“nah dah sampai, ayo, hapus air matamu,jangan menangis” kata kakakku
“iya” aku mengangguk dan segera menghapus air mata ini
Pelan-pelan ku buka pintu kamar,lalu mengucap salam,
“assalamu’alaykum....” aku dan kakak serempak mengucap salam.
“alhamdulilllah..... wa’alaykumussalam...” jawab ayah dan bunda serempak.
ibu langsung memeluk aku.... dan menangis,,,
“Alhamdulillah dek, ayah gak apa, Cuma disuruh istirahat, alhamdulillah, sekarang kita bisa kumpul, walaupun tak di rumah”
“iya bunda” aku langsung mencium buda, dan menangis....
Apalagi ketika ketemu ayah,, tangis ini semakin menggelegar....
“ayah....................” tak dapat digambarkan, saat itu benar-benar air mata mengalir begitu deras.
“ayah ndak apa-apa nduk, Cuma disuruh istirahat sama dokter, udah jangan nangis ya...” jawab ayah sambil memelukku erat-erat dan membisikkan jawabnnya pelan-pelan di telingaku...
“iya ayah,, aku tau...”
Akhirnya, bisa kutenangkan diri ini sejenak.
Kemudian, keadaan kembali tenang, sekarang keadaan jadi damai, ayah mulai dengan candaannya, bunda mulai dengan cerita kronologis semalam.. hufft, akhirnya sedikit rasa capek, hilang, dan rasa sedih mulai berkurang. Layaknya dirumah, 1hari itu dan hari-hari berikutnya, kamar itu bagaikan istana megah kepunyaanku dan keluargaku... J
Bersambung.........
_alonewithluph_
@kos BBS,night
021009/21.45
Mau Pilih Mana???
Pilih Pacaran atau…..Ta’aruf?
Sebetulnya apa sih pacaran itu? Biasanya kalau ada cowok dan cewek saling suka, salah satunya nyatain dan yang lainnya terima, itu berarti udah pacaran. Buat sebagian orang pacaran itu isinya jalan berdua, makan, nonton, curhat-curhatan intinya, just for fun lah!tapi, juga ada, yang tujuannya untuk lebih mengenal sebelum pernikahan.
oleh, karena itu, mari sedikit kita tengok sejenak, apakah sebenarnya “pacaran” yang dilakukan khayalak muda sekarang itu pas dengan aturan agama kita atau tidak. Benar bukan??
Pertama, orang kalo lagi pacaran maunya berdua terus. Ah yang bener, iya apa iya. Beberapa hari enggak ditelpon udah resah, seharian enggak di sms udah kangen. Begitu ketemu pengen memandang wajahnya terus, wah pokoknya dunia serasa berbunga-bunga. Apalagi kalau pakai acara mojok berdua, di tempat sepi mesra-mesraan. Waduh, hati-hati deh, soalnya Rasulullah SAW bersabda, “ Tiada bersepi-sepian seorang lelaki dan perempuan, melainkan syetan merupakan orang ketiga diantara mereka.”
Kedua, kalau lagi pacaran rasanya seperti dimabuk cinta. Lupa yang lainnya. Dunia serasa milik berdua yang lainnya ngontrak. Hati-hati juga nih, nanti kita bisa lupa sama tujuan Allah menciptakan kita (manusia). FirmanNya, “ Dan tidak Kuciptakan jin dan manusia, kecuali untuk beribadah kepadaKu.” (QS 51:56)
Ketiga, bukan rahasia lagi kalau di jaman serba permisif ini seks udah jadi bumbu penyedap dalam pacaran (Majalah Hai edisi 4-10 Maret 2002). Majalah Kosmopolitan juga mengadakan riset di lima universitas terbesar di Jakarta, dan ternyata dari yang mengaku pernah melakukan aktivitas seksual, sebanyak 67,1% pertama kali melakukan dengan pacarnya.
Memang banyak orang pacaran awalnya enggak menjurus ke sana. Tapi gara-gara sering berdua, ada kesempatan, dan diem-diem syetan udah ngerubung, yah terjadilah. Pertama pegang tangan, terus rangkul pundak, terus cium pipi, terus…..terus…..wah bisa kebablasan deh. Jangan salah lho, agama kita melindungi kita dengan melarang melakukan perbuatan-perbuatan itu. FirmanNya, “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu pekerjaan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS 15:32) Ternyata Al Quran udah melakukan tindakan preventif dengan melarang mendekatinya, bukan melarang melakukannya. Rasulullah SAW juga bersabda, “Seandainya kamu ditusuk dengan jarum besi, maka itu lebih baik bagimu daripada menyentuh perempuan yang tidak halal bagimu.” Jadi pegang-pegangan tangan juga mesti dihindari tuh.
Keempat, ternyata pacaran bukan jaminan akan berlanjut ke jenjang perkawinan. Banyak orang di sekitar kita yang sudah bertahun-tahun pacaran ternyata kandas di tengah jalan. Pacaran pun tidak menjadikan kita tahu segalanya tentang si dia. Banyak yang sikapnya berubah setelah menikah.
Kalaulah kini kita tahu praktek pacaran nggak menjadi suatu jaminan bahkan banyak melanggar aturan Allah dan tidak mendapat ridhoNya, masihkah kita yang mengaku hambaNya, yang menginginkan surgaNya, yang takut akan nerakaNya, masih melakukannya? Tapi kalau bukan dengan pacaran, gimana caranya ketemu jodoh? Jaman sekarang kan kita enggak bisa gampang percaya sama orang, jadi perlu ada penjajagan. Hmm, islam tuh dah ngatur seluk beluk seperti ini, Islam punya solusi yang mantap dan OK dalam memilih jodoh. Istilahnya bekennnya “ Ta’aruf”, artinya perkenalan, tapi, nggak sembarang ta’aruf loh, bukan perkenalan yang biasa, tapi “luar biasa”, lain dengang lain. Buat lebih tau, kita gali lebih jauh yukz....
Pertama, taaruf itu sebenarnya hanya untuk penjajagan sebelum menikah. Jadi kalau salah satu atau keduanya nggak merasa sreg bisa menyudahi taarufnya. Ini lebih baik daripada orang yang pacaran lalu putus. Biasanya orang yang pacaran hatinya sudah bertaut sehingga kalau tidak cocok sulit putus dan terasa menyakitkan. Tapi taaruf, yang Insya Allah niatnya untuk menikah Lillahi Taala, kalau tidak cocok bertawakal saja, mungkin memang bukan jodoh. Tidak ada pihak yang dirugikan maupun merugikan.
Kedua, taaruf itu lebih fair. Masa penjajakan diisi dengan saling tukar informasi mengenai diri masing-masing baik kebaikan maupun keburukannya. Bahkan kalau kita tidurnya sering ngorok, misalnya, sebaiknya diberitahukan kepada calon kita agar tidak menimbukan kekecewaan di kemudian hari. Begitu pula dengan kekurangan-kekurangan lainnya, seperti mengidap penyakit tertentu, enggak bisa masak, atau yang lainnya. Informasi bukan cuma dari si calon langsung, tapi juga dari orang-orang yang mengenalnya (sahabat, guru ngaji, orang tua si calon). Jadi si calon enggak bisa ngaku-ngaku dirinya baik. Ini berbeda dengan orang pacaran yang biasanya semu dan penuh kepura-puraan. Yang perempuan akan dandan habis-habisan dan malu-malu (sampai makan pun jadi sedikit gara-gara takut dibilang rakus). Yang laki-laki biarpun lagi bokek tetap berlagak kaya traktir ini itu (padahal dapet duit dari minjem temen atau hasil ngerengek ke ortu tuh).
Ketiga, dengan taaruf kita bisa berusaha mengenal calon dan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Hal ini bisa terjadi karena kedua belah pihak telah siap menikah dan siap membuka diri baik kelebihan maupun kekurangan. Ini kan penghematan waktu yang besar. Coba bandingkan dengan orang pacaran yang sudah lama pacarannya sering tetap merasa belum bisa mengenal pasangannya. Bukankah sia-sia belaka?
Keempat, melalui taaruf kita boleh mengajukan kriteria calon yang kita inginkan. Kalau ada hal-hal yang cocok Alhamdulillah tapi kalau ada yang kurang sreg bisa dipertimbangan dengan memakai hati dan pikiran yang sehat. Keputusan akhir pun tetap berdasarkan dialog dengan Allah melalui sholat istikharah. Berbeda dengan orang yang mabuk cinta dan pacaran. Kadang hal buruk pada pacarnya, misalnya pacarnya suka memukul, suka mabuk, tapi tetap bisa menerima padahal hati kecilnya tidak menyukainya. Tapi karena cinta (atau sebenarnya nafsu) terpaksa menerimanya.
Kelima, kalau memang ada kecocokan, biasanya jangka waktu taaruf ke khitbah (lamaran) dan ke akad nikah tidak terlalu lama. Ini bisa menghindarkan kita dari berbagai macam zina termasuk zina hati. Selain itu tidak ada perasaan "digantung" pada pihak perempuan. Karena semuanya sudah jelas tujuannya adalah untuk memenuhi sunah Rasulullah yaitu menikah.
Keenam, dalam taaruf tetap dijaga adab berhubungan antara laki-laki dan perempuan. Biasanya ada pihak ketiga yang memperkenalkan. Jadi kemungkinan berkhalwat (berdua-duaan) kecil yang artinya kita terhindar dari zina.
Gimana, sudah bisa bandingin kan??? Nah ternyata taaruf banyak kelebihannya dibanding pacaran dan Insya Allah diridhoi Allah. Jadi, mana yang ingin sahabat pilih??? Mendapatkan ridho Allah ataukah MurkaNya (na’udzubillah...)
wallahu a’lam....
_alone wth luph_
Sumber: oetari@alexandria.cc
Jikalah ........
|
Jikalah Pada Akhirnya |
|
Penulis: Azimah Rahayu* |
|
|
Pemerintahan Jilid Dua, Mampukah???
Ada gurat yang aneh, ketika baru saja, pelantikan sang pemimpin bangsa ini di laksanakan. Aneh tapi nyata, itu yang saya pikirkan. Ketika baru saja terpilih, harapan kecil akan bisanya terselenggarakan kehidupan yang lebih pada rakyat ini. Namun, ketika waktu demi waktu mengalir, agaknya harapan lilin kecil ini, akan semakin menipis dan leleh serta habis dimakan waktu.
Ketidakpastian yang terlihat. Kekurangsolidan yang tersorot, apa sebenarnya skenario yang bakal dijalankan saat ini??? Berpindah jalurkah dengan yang lalu??? Lalu berbelok ke arah baru, menciptakan inovasi-inovasi tergress??? Acapkali, terdengar kekisruhan , perselisihan yang mencuap di ranah publik. Apa sejatinya yang ingin di”show up” kan pemeran-pemeran drama babak kedua ini???
Makin menjadi keanehan, ketika baru saja menghembus angin surga, sang petinggi ini, mulai menggedorkan macam-macam aktivitasnya. Belum genap 100 hari berjalan, ada cuapan yang mengagetkan hamparan rakyat Indonesia. Kinerja orang orang berdasi itu bak memutuskan hal yang tergesa-gesa. Apa sebenarnya yang ingin mereka cari??? Keprofesionalisme mereka, ataukah menjadi artis, atau menjadi jutawan bahkan miliarder???
Apa yang mereka dapat sekrang itu, menjadi hal yang terlalu bermewah-mewahan. Bayangkan saja, dana berapa juta atau miliarkah yang diperuntukkkan kepada mereka, serba baru pula, belum gaji atau tunjangan –tunjangan yang lain. Surga dunia sementara kah itu??? wow, betapa tak banyak orang indonesia ingin menggapainya. Tapi,benarkah itu mamapu menunjang cara kerja meraka tuk lebih profesional. Apakah sumpah dan janji yang mereka lakukan akan benart-benar terlaksana???
Tak ada yang tau, itu semua tergantung dari masing-masing pribadi. Begitu juga ketika mereka tlah beranjak dan duduk di kursi empuk dan nyaman, di pemerintah sana.
Di pemerintahan ini bukanlah ajang untuk coba-coba, karena seklai melangkah, akan ada ratusan jiwa manusia yang terkena dampaknya. Salah langkah sekali saja, akan berjuta-juta manusia menderita.
Ajang perebutan kursi ini, tak hanya membuat nama “beken”, tetapi, ini amanah, ini adalah titipan, yang tiap – tiap jiwa kan dimintai pertanggung jawabannnya. Setiap individu sdaja akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat kelak, bagaimana yang mempunyai jabatan rangkat. Pasti tak akan pernah ketinggalan, bahakan akan dua kali di evaluasi, di dunia dan akhirat.
Hembusan angin syurga sempat dinikmati para pejabat kita ini, sejujurnya hanyalah sebuah ujian, ujian kenikmatan, yang setiap saat akan siap di cabut oleh sang pemilik nikmat sejati ini. So, jangan bermain-main dengan api, jika tak mau terbakar kelak.
Kinerja sang pemimpin kita kini tengah di uji. Seratus hari yang pertama ini, menentukan pandangan rakyat besar Indonesia. Apakah yakin dengan mereka tuk jadi wakilnya atau tidak. Apakah mereka kan mampu mewujudkan masyarakat indonesia yang lebih baik atau tidak. Apakah kinerja merka (personal dan team) mampu berkolaborasi dengan baik atau tidak. Semuanya akan terlihat, dan dinilai oleh masyarakat indonesia.
Jangan hanya menikmati angin surga ini, tanpa bergerak, tapi, buktikan bahwa angin surga yang dimiliki mereka juga kan bisa masyrakat nikmati pula.
Ini lah saatnya ttuk tunjukkkan, di episode ke dua, pemerintahan baru kita, Indonesiaku...
_alonewithluph_
@rektorat_ugm
021109/13.45
Tiga yang Warna - warni
Antara putih, coklat, pink, ungu.........
Ada apa ya??? Kenapa membuat saya bingung. Hmm, memangorang aneh, it’s me. Coba tebak, ada apa di balik warna-warna itu??? Jangan berpikir yang macam-macam ya. Warna-warna tadi berkaitan dengan saya loh. Hehehe (sedikit narsis J). Bukan karena saya suka dengan warna ini loh, tetapi, warna-warna tadi punya arti yang berlebih dalam hidup ini. Especially, arround of me..^^
Putih: punya arti suci kan. Identik dengan bersih. Apalagi ya??? Putih, warna yang sangant dekat dengan Rabbku, karena dengan mukena putih aku mampu menunaikan ibadah kepadaNya. Putih, bersih, bersih lingkungan, bersih hati/ruhiah, bersih jasmaniah, bersih dari prasangka yang tak baik, bersih pakaian dan hal-hal lain yang ada di sekitar kita. Putih, bening, itu yang dapat kulihat tiap malam dari kejauhan sini, putih, ya, bintang bersinar itu. Bintang yang sangat indah, nan jauh di atas sana. Yang mampu menjadi penyejuk hati ini, penerang,m dan penentram. Bintang, tetaplah, tersenyum di sana, hingga ku mampu menggapaimu. ^^
Coklat = coklat??? Tau kan chocolate, makanan yang sangat digemari oleh orang-orang. Termasuk saya. Makanan yang berbau coklat, i like it. Apalagi kue tart, brownies, hmmm.... lezat. Apalgi, ada yang ngasih chocolatos, atawa silver quin, ndak ditolak dah, (makanannya tapi loh...), asal halal, n waktunya tepat, heumm, siap-siap makanan itu akan segera habis dah.... ^_@... Chocolate, mamamia lezatos, (artinya apa si??). uat saya, i love “coklat”, made in Indonesia dengan sertifikat halal dari MUI. ^^
Pink?????
Ada masalah kah dengan pink??? Heum, pasti udah pad bisa nebak... right, my fav, color. Biarin sja ada yang bilang cewek banget, atau ada yang kurang suka. Saya suka, tapi bukan berarti pecinta berat pink, alias pinkers, apalagi sampai jadi fans clubnya pink, ga kog, masih dalam batas kewajaran. Walaupun dengan kadar yang agak berlebih dikit. Mau lihat isi tas saya??? Ehm... tempat pensil pink, dompet (2) Pink, tapi gag tebel kog, tipis malah, then, pensil pink, gantungan hp pink,tempat minum pink, mukena pink,apalagi ya??? Hmm, belum lagi kalo pas pake dresscode pink, mantep dah... habis itu masuk ke kamar kos ku, tulisan nama kamar pink, tempat tidur, plus warna dinding pink, belum lagi boneka-boneka yang pinkers (itu bukan punya saya dink, itu punya mbak) hehehe^^. Gag salah kan?? Normal aja kan?? Kan pink warna perempuan. Heum,,, pink, berarti lembut, punya perasaan yang spesial dan tlus ikhlas, plus setia (eh, tergantung orangnya juga dink). Intinya pink, my fav color. Tapi saya bukan maniak loh??? Hehehe
The last, ungu??? Heum., ada yang bilang itu warna janda. Iya po?? Menurut saya gag. Warna ungu warna yang cantik. Warna ungu, buat saya adalah warna yang sangat menghibur saya. Begitu lembut dan mempesona. Ungu, lebih identik dengan band. Iya gag?? Band ungu... hehehe.
Warna, yang berwarni, menandakan hidup ini yang berwarna, tergantung bagaimana kita menyikapi warna-warna itu, kadang gelap, kadang terang, kadang cerah, kadang mendung, begitulah terus siklus kehidupoan manusia. Warna warni kehidupan jadi bumbu yang nikmat tuk jadi kan hidup ini lebih berwarna. Sedih, senang, sakit, sehat, semuanya ada. Indahnya cita hidup ini, dengan keberwarnaan hidup. ^^
_alone with luph_
@kos BBS/Yk
251009,2011
Puisi Akhwat
Sebuah Puisi Akhwat, ketika dalam kerapuhan....
“ Trauma???”
Apakah ada obat itu?? benarkah ada??
Trauma yang berbeda, beda dengan pikiran mereka kebanyakan,
Traumaku tentang suatu hal.....
Ketika suatu saat bibir ini berucap, aku bukan lagi gelas kaca
Memang benar, itu kiranya aku sekarang
Aku akan tetap bisa tegar berdiri, ketika tiba-tiba
Ombak besar nan dahsyat datang menghantamku...
Satu hal yang tak bisa ku berdirikan lagi,
Kepercayaan itu,
Kepercayaan yang dulu benar-benar aku bangun dengan setulus hati
Dan kini talah digugurkan olehnya
Dan mungkin sekarang aku tak akan mampu tumbuhkan
Kepercayaan itu, lagi,
Untuk hal yang sama, sekalipun kepada subyek yang berbeda
Sulit, itulah trauma yang ku alami.
Tak dapat kujelaskan, dengan banyak kata, hanya dapat
Tersimpan rapat dalam benak ini
Hingga lisan ini pernah berucap,
Akankah aku akan mampu dan dapat mengalami
Hal seperti itu lagi???
Aku takut, ketika itu datang lagi, maka hal yang sama kan terulang
Takut....
Trauma....
Hati-hati dan waspada, itu lah aku sekarang,,
Keyakinan itu semakin kuat,
“bahwa kelak, Allah kan punya rencana indahNya untukku,
ketika ku tlah mampu menjadi kupu-kupu indahNya”
^^
_alonewithluph_
@Kos BBS, mid night
020809
ini aku....
Ini aku....
All about me.... semua ada disini.... afwan kalau ada yang aneh.... hehehe... selamat membaca.....
1. Kaum Hawa
Ya, jelas, aku terlahir sebagai kaum hawa, seorang perempuan di tengah-tengah keluargaku, melengkapi jumlah anggota perempuan di rumahku. Kaum hawa, perempuan, itu yang selalu di ajarkan bunda, jadilah seorang perempuan yang layaknya seperti aisyah, hadijah, istri rosul, dan fatimah, serta ibu R.A. Kartini. Mereka semua kuat, tegar, serta mampu menjadi perempuan sesungguhnya, tak hanya mengabdi bagi keluarganya, tapi agama dan bangsanya.
2. Muslimah
Islam agamaku, Allah swt rabbku, nabi Muhammad saw rosulku, so aku seorang muslimah, yang akan mengerjakan tiap perintah yang diperintahkanNya, dan menjauhi setiap laranganNya. Tak hanya diyakini dalam hati, dan diucapkan dengan lisan, tapi, juga di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. ^^
3. Jilbab
Jilbab yang membalutku lembut, menyertai tiap langkah, ucapanku. Tak hanya sebagai penutup, tapi juga penjaga.
4. Tilawah
Tilawah, adalah bacaanku tiap ada waktu luang. Bacaan terindahku, dan teragungku, karena, ini istimewa datang langsung dari Allah swt.
5. Al Qur’an dan Mukena
Al qur’an dan mukena, insyaallah, kan selalu aku bawa kapanpun aku pergi. Mukenaku, pakaian terindahku untuk menghadapNya.
6. Senyum, Sapa, Salam
Tebar 3S, insyaallah, kepada siapapun. Dengan tetap ada batasan, antara muhrim dan non muhrim. semua terucap langsung dari dalam kalbu.
7. Pink
Ini warnaku, dan kebanyakan kaum hawa. Pink, warna indah nan lembut. Kebanyakan barang disekitarku, pink, mau cari apa??? Dompet? Tempat pensil?? Gantungan hp?? pensil?? mukena?? Tempat minum??? Itu tadi, semuanya pink. Tapi, aku bukanlah maniak pink, hanya sebagian besar. ^^
8. Cokelat
Right, makanan, “chocolate”, cokelat. I like it very much.... ^_^
9. Desember Ceria
My fav month.... desember, 24121990, my birthday... ketika desember tiba, tak akan ku sia-siakan,, tak kan kubiarkan ada yang menodai bulan ini, my month, harus CERIA ^^
10. Nulis&Baca
Satu kesatuan, suka baca dan nulis, termasuk blogging ini... menulis, menghilangkan kepenatanku, dan mencurahkan segala inspirasi. Baca?? Apapun, insyaallah, akan menambah wawasan,tuk bahan menulis juga. ^^
11. Ngegame
Dulu, suka banget ngegame, sekarang dah agak berkurang, tapi masih suka ngegame. Bukan ngegame di hp, tapi di lepi, atau kompi.
12. Browsing
Suka banget, cari-cari software baru, cari-cari aplikasi baru, dengan browsing, cari hal-hal baru lewat dunia teknologi yang canggih ini
13. Diskusi
Suka ngebahas, topik-topik hangat yang sedang nge booming, dan diskusiin bareng-bareng teman, atau keluarga.
14. Takut pedes
Sangat takut pedes.... apalagi sambel. Tidak tau kenapa... dari kecil... lebih baik gag makan, daripada harus makan sambal....
15. Takut gelap
Yapz, me, takut gelap, apalgi kalau mati lampu. Huh. Tapi, gag sampai histeris, hanya mungkin nangis.
16. Childish v.s dewasa??
Ada beberapa temen yang bilang, kalau aku childish, tapi juga ada yang bilang aku teramat dewasa. Masa sih??? Aneh ya??
17. Nangis/cengeng???
Emang suka nangis, bisa dibilang, terlalu empati, atau melankolis gitu. Lebay ya??? tapi, nangis kan gag bisa di cegah. Nagis itu menyehatkan buat jantung kita loh .... ^^
18. Blacklist “Smoking/ers”
Paling tak suka dengan bau asap rokok, bisa batuk tiba-tiba, atau sesak nafas kambuh. Sangat benci dah dengan smokers.
19. Sesak nafas
Iya, tidak tau, sejak kapan, kecapekan tau banyak mikir yang berat, sering buat aku sesak nafas. So, tiap pergi kemana-mana, bawa air putih.
20. Tak suka minum obat
Sangat benci obat, abis pahit!!! Mana obatnya gedhe-gedhe, nakutin banget...
21. Pelupa
Yak, sangat sering. Apalagi dengan hal-hal kecil, kayak naruh kunci motor, atau lupa gag nyabut kunci, atau naruh uang atau yang lainnya, hal ini yang sering bikin emosi, dan dimarahin orang-orang, padahal hal sepele...hehehe
22. Emosional
Ya, sering marah tiba-tiba.. astaghfirullah, ini yang sedang dalam pengobatan, biar agak berkurang.
23. Pemaaf
Insyaallah... lagi belajar ^^
24. Masak&bikin kue
Heem, suka banget, walaupun bumbunya sering lupa, makanya sering aku catat. Tapi, masaknya, kalau pas di rumah saja, dan hanya untuk yang spesial saja. hehehe
25. Travelling
Iya, suka banget jalan-jalan, menjelajah dunia, refreshing, menambah inspirasi baruku..
26. Narsiz
Bener juga, narsis, kalau udah ngumpul dengan teman-teman atau saudara. Banyak temennya juga kan??
27. Bintang
My lovely, bintang yang jauh di sana, yang tiap malam, bersinar paling terang, itulah bintangku. Pembawa ketenangan dan kesejukan hati.. bintang, tetaplah di sana....
28. Nasyid
Iya, suka lagu nasyid2, alhamdulillah, jadi penyejuk kalbu juga
29. Corel n the other application
With corel, aku bisa inspirasikan, gambar-gambar, buat hal-hal baru, suka ngutak atik kompi atau lepi, dengan macem-macem software, atau hal baru, padahal belum begtu paham ... ^^
Sementara segini dulu ya......... J
_alonewithluph_
@kos BBS, midnight
291009/23.00
Pilih mana???
Pilih mana??? Kedamaian atau Kebenaran??
Pertanyaan ini muncul dari teman saya, seketika sebelum adzan maghrib. Entah kenapa tiba-tiba teman saya ini menanyakan, “menurut kamu, antara kebenaran dan kedamaian, mana yang bakalan dipilih mayoritas manusia?”. Hmm, nice question....
Kedamaian Sementara
Ketika pertama kali saya pikir, keduanya memanglah sangat penting bagi manusia, dan kebanyakan manusia ingin memilih keduanya. Tapi, kenyataannya, tidak begitu, itulah fenomena yang saya amati sekarang. Kebanyakan orang, khususnya Indonesia, mereka lebih mengutamakan “kedamaian” daripada “kebenaran”. Sehingga apapun akan mereka lakukan, hingga mampu mencapai level kedamaian. Saya sebut, kedamaian semacam ini, hanyalah kedamaian yang sifatnya sementara, tidak kekal. Kenapa??? Jelas karena kedamaian yang seperti ini, lebih mengandalkan kata “damai” tanpa peduli dengan kata “benar”. Sehingga bagaimanapun caranya, agar bisa damai, baik itu benar atau tidak, it’s doesn’t matter for them.
Inilah yang terkadang mampu membutakan mata hati para manusia. Kedamaian identik dengan kesenangan, asal apa yang mereka inginkan mampu terwujud, maka itu akan mampu membawa damai “lega” mereka. “Damai” ini, tak akan mampu bertahan lama, hanya beberapa waktu saja, ketika telah mampu mencapai puncak kenikmatan, ketika kenikmatan itu selesai, hilang, maka kedamaian itu pun akan hilang, inilah kedamaian yang tak kekal, kedamaian yang ikut arus.
Banyak hal yang bisa diibaratkan dengan kedamaian semacam ini. Tak usah jauh-jauh, amati saja keadaan di sekeliling kita. Misalnya sebagai mahasiswa. Pada umumnya (walaupun tidak selamanya seperti ini), mahasiswa menginginkan sesuatu yang mudah, instan. Contoh ketika ujian, banyak mahasiswa yang mengejar nilai A tanpa memperhatikan jalan atau prosesnya yang benar. Kadang, inilah yang membuat mereka salah pemikiran, hingga, apapun dan bagaimanapun caranya, asal bisa ngerjain soal, dan benar, plus bisa dapat nilai A, semua jalan mereka tempuh. alhasil, ketika tak disuruh “open book”, tapi nekat “open paper his/her friends”... huh.... menyedihkan.. T.T
Sebenarnya, hal seperti tanpa kita sadari, mampu mendikte kita untuk menjadi seorang “koruptor”. Bagaimana tidak? Kita adalah generasi pemuda bangsa ini. Bagaimana jadinya ketika yang masih muda aja sudah pintar untuk “curang”, lalu bagaimana ketika besok, waktunya kita beranjak menggantikan “sang pemimpin” negeri ini???
Tak ayalnya dengan “koruptor”, apa yang mereka dapat dan nikmati saat ini juga hanyalah buah hasil dari “kecerdikan” mereka. Memang mereka akan “damai” sekejap, namun,secara tak sadar, perasaan gelisah, akan senantiasa menghantuinya. Kenapa? Ya karena apa yang mereka lakukan untuk mendapatkan semuanya itu tak ditempuh dengan jalan yang selayaknya (baca; kebenaran).
Kebenaran akan membawa Kedamaian
Inilah, yang seharusnya diketahui oleh teman-teman sekarang. Bahwa sebenarnya, apa sih, yang ingin kita dapatkan, hanya sebuah kedamaian yang “sekejap” itu ataukah kedamaian yang kekal, yang tak hanya melegakan di tenggorokan saja, namun benar-benar dapat meresap dalam hati, hingga mampu meringankan kita di akhirat kelak.
Pasti kebanyakan teman-teman akan memilih yang ini. Namun, beginilah, tak mudah tuk bisa seperti ini, perlu perjuangan yang lebih, karena yang kita perjuangkan itu adalah kebenaran. Ada sebuah hadist yang berbunyi seperti ini : “dihampari jalan menuju syurga dengan perkara-perkara sulit (yang dibenci) dan dihampari jalan menuju neraka dengan syahwat (keindahan yang melenakan)”. (HR. Bukhori). Jadi, setidaknya, intinya seperti ini, ketika kita ingin menuju jalan kebaikan, yaitu syurga, maka akan banyak sekali rintangan-rintangan yang menghadang yaitu hal-hal yang dibenci Allah, tetapi, kebanyakan menjadi kesenangan Syaithan, sehingga akan selalu menggoda manusia tuk ikut bersama mereka. Sedangkan ketika jalan yang dituju itu adalah neraka, maka kan mudah sekali untuk mencapainya, seperti keindahan-keindahan yang melenakan, syahwat-syahwat yang tak terkontrol, dan sebagainya.
Memang jalan untuk mencapai level “kebenaran” ini akan dihadang oleh duri-duri yang begitu tajam. Sulit untuk bisa melewatinya. Namun, ketika kita sudah mempunyai pegangan yang sangat kuat dengan agama kita, dengan kepercayaan kita kepada Allah, maka Allah akan memudahkannya, sekalipun itu membuat kita “dipandang berbeda” oleh orang-orang di sekitar kita, yang penting adalah pandangan Allah terhadap kita, bukan hamba Allah yang lain, karena niat kita, tuk cari ridhonya.
Ketika Kebenaran itu mampu membentengi setiap pekerjaan kita, niscaya, kedamaian akan senantiasa mengalir di dalamnya. Selangkah demi selangkah. Itulah buah manis dari jerih payah kita. Ketika kebanyakan orang merasakan “manis” yang teramat, namun sementara, itu tak akan mampu menandingi “manis madu” pemberian langsung dari Allah, kedamaian yang tiada tara, dan tak kan pernah hilang. Karena sesungguhnya kebenaran itu lah yang akan datangkan kedamaian.
Tinggal kita pilih, kedamaian mana yang akan kita pilih??? Sementara ataukah selamanya??? Pilihan itu tergantung dengan kita...... ^^
Kebenaran Hakiki hanyalah milikNya
Ya, benar, kebenaran yang hakiki itu hanyalah MilikNya. Kewajiban kita lah tuk berusaha mendapatkan kebenaran-kebenaran yang berasal dari petunjukNya. J
Sesungguhnya “Kedamaian” itu datangnya dari Allah semata, yaitu ketika kita mampu menerima dengan ikhlas, tulus dan ridho terhadap apa yang telah menjadi keputusanNya untuk kita... ^^
Heummm..... sedikit, ulasan diskusi antara saya dengan Sahabat saya:
Sahabat : ”belum tentu kebenaran akan berakhir perdamaian”
Sahabat: “dunia tak selalu bisa dilogika. Coba liat sendiri peristiwa-peristiwa yang mengatasnamakan ‘kebenaran”, yang pada intinya, bersifat relatif, tergantung darimana manusia melihatnya”
Me: “kalau saya bilang, kebenaran yang sesungguhnya kan mampu diliat oleh mata batin kita. Coba renungkan dan pikirkan sejenak, maka itulah jawabannya, apakah itu kebenaran “semu “ ataukah “nyata”??”
Sahabat : “dan berarti banyak sekali “kebenaran” itu dihasilkan oleh setiap individual yang tentu saja tidak mengenal “salah”. Baiklah, memang dunia ini masih menjadi suatu misteri”
Me: “bukan tak mengenal salah, tapi, karena pandangan tiap individu itu berbeda-beda, sesungguhnya, kebenaran itu akan berada dalam satu pandangan jika itu didasarkan atas Allah swt. Memang, perjalanan hidup ini akan terus menjadi misteri kehidupan, tapi, ketika kita mampu menempuh satu persatu jejak jalan ini, maka misteri itu akan terungkap dengan sendirinya.”
Sahabat: “yupz, tapi, tetap, “benar/salah” itu hanyalah milikNya.setiap individu cukup melakukan apa yang diyakininya. Karena jalan menuju ridhoNya tak hanya satu”.
Me: “ya, tapi, jalan menuju RidhoNya, dengan jalan kebenaranNya. Hanya satu, di jalan kebenaranNya.”
Sahabat: “Ok. Kebenaranku, milikku, kebenaranmu, milikmu, jadi sangat mungkin kebenaran tiap orang berbeda-beda, yang manapun itu asal dilandasi oleh cinta kepada Allah.”
Me: “sip. Sesungguhnya semua kebenaran itu datangnya hanyalah berasal dari Allah swt semata J”
Special thanks: to my friend who inspiring me, my friend, “anak padmanaba yang aneh”. ^^ (ingat!! Urusan kita belum selesai!!! Apa lagi ya??? hmmm... penasaran, ckckck....)
_alonewithluph_
@kos BBS/the evening
291009/19.34
Laba-laba Vegertarian???
Hampir semua spesies laba-laba merupakan jenis predator yang memangsa hewan lainnya, dari serangga sampai burung. Di antara lebih dari 40.000 spesies laba-laba yang ada di dunia, laba-laba yang baru ditemukan ini mungkin jenis pertama diketahui makan tumbuh-tumbuhan.
Hewan berkaki delapan yang diberi nama Bagheera kiplingi itu, hidup di Amerika Tengah khususnya Meksiko dan Costa Rika. Laba-laba vegetarian yang besar tubuhnya hanya seukuran kuku orang dewasa itu memangsa ujung daun akasia.
"Ini benar-benar laba-laba pertama yang diketahui memangsa tumbuh-tumbuhan. Ia juga laba-laba pertama yang diketahu menjadikan tumbuh-tumbuhan sebagai mangsa pokoknya," ujar Christopher Meehan dari Universitas Villanova, Pennsylvania, AS yang melaporkan penelitian tersebut bersama peneliti lainnya dalam jurnal Current Biology edisi teranyar. Ia mengatakan hampir semua buku teks laba-laba tak ada yang pernah menyatakan ada laba-laba pemakan tumbuh-tumbuhan.
Dalam memperoleh sumber makanan ia cukup dibantu peran semut penjaga yang hidupnya juga di pohon akasia. Pasalnya dengan semut yang menguasai akasia, tidak ada herbivora lainnya yang berani mendekat. Namun, karena semut juga makan ujung daun, selain nektar, laba-laba harus melakukan strategi khusus.
Saat berburu mangsa, laba-laba tersebut harus menghindari smeut penjaga dengan memanfaatkan jaringnya untuk bergerak naik turun. Laba-laba juga membangun sarangnya di pangkal daun akasia tua yang jarang sekali dilalui semut.
Selain memangsa ujung daun, laba-laba tersebut sebenarnya masih memangsa lainnya seperti larva semut dan nektar. Saat memengsa semut mereka akan berpura-pura menjadi semut dengan melakukan gerakan zig-zag.
Meski demikian, pengamatan yang dilakukan menggunakan rekaman video dan analisis kimia menunjukkan laba-laba tersebut tetap mendapatkan sebagian besar makanan dari tumbuhan. Populasi di Meksiko memperoleh 90 persen makanan dari jaringan tumbuhan dan sisanya larva semut, nektar, dan lainnya. Sementara populasi di Kosta Rika memperoleh 60 persen makanan dari daun akasia.
_from kompas.com_
UGM juara di kontes robot
Tim Go-Black yang mewakili Universitas Gadjah Mada meraih juara ketiga dalam Aerial Indoor Robot Contest kategori perguruan tinggi, kontes robot terbang dengan misi pemantauan dalam ruangan. Pencapaian ini cukup membanggakan mengingat UGM baru pertama kali mengikuti kontes tersebut.
Juara pertama dan kedua Indonesian Indoor Aerial Robot Contest (IIARC) diraih Tim Big Butterfly (Universitas Kristen Maranatha) dan Underground (Institut Teknologi Bandung). Kontes yang sudah dua kali ini, diselenggarakan Fakulas Teknik Mesin dan Dirgantara bersama Keluarga Mahasiswa Teknik Penerbangan ITB.
Tim Go-Black UGM beranggotakan Pidar Febriaji, Fredy Darmawan, Prima Ardiyanto, dan Lambang Wicaksono yang semuanya mahasiswa Program Studi Elektronika dan Instrumentasi. Mereka membuat pesawat mini dengan bahan stereoform dengan dimensi bentang sayap 64 cm, dan panjang badan 40 cm. Pesawat mengusung mesin brushless dengan tenaga penggerak baterai lithium tiga sel. Kecepatan maksimal pesawat 5 meter per detik.
Berat pesawat itu hanya 115 gram, dan setelah dipasangi kamera mini, beratnya menjadi 130 gram. Dalam IIARC, berat pesawat memang dibatasi maksimal 150 gram.
Pesawat buatan Tim Go-Black memiliki keunikan sayap yang berbentuk multi dehidral, yakni pada kedua ujungnya dibuat melengkung sedikit ke atas.
Menurut Lambang, model multidehidral membuat pesawat terbang stabil. "Jika posisi pesawat agak miring dan sedikit oleng karena terpaan angin, dua ujung sayap akan saling mengoreksi sehingga posisi pesawat stabil kembali," kata Lambang, Jumat (16/10).
IAARC dilaksanakan 11-12 Oktober lalu, dan diikuti 14 tim. Pada hari pertama peserta melaksanakan sesi presentasi dan validasi. Saat presentasi, peserta menjelaskan desain dan keunikan pesawat. Sedangkan saat sesi validasi, ketahanan pesawat diuji saat motor dijalankan maksimal. Adapun pada hari kedua dilakukan sesi terbang. Pesawat-pesawat mini ini dikendalikan dengan remote control.
Saat sesi validasi, baling-baling pesawat Tim Go-Black sempat terlepas, sedangkan saat sesi terbang, sayap pesawat pun sempat patah. Namun Go-Black berhasil menyelesaikan lomba walau harus puas di tempat ketiga. Menurut Pidar, pesawat timnya bisa bersaing secara desain, dan hanya kurang maksimal saat sesi terbang.
"Persiapan kami sepertinya terlalu mepet, hanya dua minggu. Sepekan di antaranya untuk berlatih menerbangkan pesawat, terutama bermanuver. Waktu sepekan, jelas kurang. Tim-tim lain sudah menyiapkan diri berbulan-bulan. Namun pencapaian ini sedikit banyak memberi kami gambaran jika nanti berlaga di IIARC mendatang," papar Pidar.
Lambang menambahkan, pesawat timnya merupakan prototipe, dalam arti bisa dibuat dengan dimensi ukuran lebih besar. Jika ukuran dan bahan lebih berat, pesawat bisa tahan terpaan angin dan dipakai untuk misi pengintaian di udara terbuka, seperti memantau arus lalu lintas, mengamati obyek tertentu dari udara, dan mengamati areal perkebunan. "Tapi kalau ukuran pesawat kecil seperti yang kami buat, hanya bisa digunakan di area terbatas, misal di lingkungan fakultas," katanya.
-from kompas_ ^^
Warning............
Warning for Akhi.....
Ada sebuah kisah, tentang seorang ikhwan dan akhwat. Di suatu ketika akhwat dan ikhwan ini adalah menjalin tali silaturahmi yang sangat baik, karena kesamaan visi dalam hidup. Sering sharing, bertukar pikiran tentang berbagai hal, hingga, hari demi hari, bulan demi bulan, si ikhwan mengatakan maksudnya bahwa dia memiliki “filling” yang berbeda dengan si akhwat. Hmmm.... tidak tau kenapa, si akhwat,mengatakan hal yang sama. Padahal sebelumnya, si akhwat ini, punya pendirian yang sangat kuat, tapi, bagaimana lagi, “noda-noda hitam” telah merasuk dalam kalbunya. Karena dibilang sama-sama “aktivis”, so mereka tidak “in relationship”. Hanya saja, si ikhwan mengatakan bahwa, tak ada ikatan apa-apa pada kita, jadi kita hanya saling menjaga , mengingatkan, dsb., sampai saatnya nanti si ikhwan akan mengkhitbahnya. Sangat aneh dan ekstrim bukan, apa ini yang dimaksud “HTS-an” atau “pacaran islami”??? (penulis tak setuju dengan keduanya, hehehe).
Akhirnya, suatu ketika Allah cemburu, dan menguji mereka, dengan datangnya pihak ketiga. Awalnya tak ada apa-apa, si akhwat menerimanya, karena sebenarnya, diantara mereka tak ada apa-apa, tapi, namanya saja akhwat, bagaimanapun juga punya hati yang sangat lembut dan mudah tergores, hingga hubungan yang tadinya adem ayem berubah menjadi “cold war”.. (hehehe), benar-benar kacau, hingga tau, ternyata si ikhwan dijodohkan dengan akhwat lain, apalagi parahnya ikhwan ini meng-iya kan, dan yupz......... bisa ditebak sendiri bukan???
Dan sekarang, hubungan mereka retak, tak ada atau bahkan sangat minim komunikasi, karena sekarang si ikhwan tlah berpaling dan melupakan janjinya yang dulu, dan ia tak lagi komunikasi dengan si akhwat ini, karena si ikhwan mencoba setia dengan si akhwat ke 2. Bahkan, si akhwat yang pertama, pernah mendapat serentetan “ancaman2” yang maha dahsyat dari akhwat kedua,jika sampai si akhwat pertama menghubungi lagi mereka... kini tinggallah sendiri si akhwat.. so sad T.T
Nice, itu cerita fakta dari seorang akhwat, yang tak dapat disebutkan namanya, so apa yang bisa kita ambil hikmahnya, tapi ini hanya untuk ikhwan (cz saya, akhwat, tenang saja versi akhwat juga akan segera ditulis ^-@):
Warning 4 ikhwaners:
-
Jangan mudah mengatakan perasaan kepada akhwat. “ana uhibbuk fillah ya ukhti...” hufff... Apalagi menjanjikan sesuatu yang belum tentu terjadi. Tidak ada yang tau tentang garis hidup ini, apa yang sudah ditakdirkan oleh Allah. Jodoh,meninggal, hdup, dan rezeki yang tau hanyalah Allah. Berusaha boleh-boleh saja, tapi, kalau belum tau titik terang (kepastian), maka jangan sekali-kali menjanjikan hal-hal yang mustahil kepada akhwat. Jika antum, masih juga sxeperti itu, maka jangan salahkan kami, jika nantinya, ada doa yang kurang baik terlontar dari kita (na’udzubillah, semoga tidak), cz antum smaa saja dengan mendzolimi kaum hawa. Ingat... “MENDZOLIMI KAUM HAWA”, jika apa yang antum janjikan itu tidak antum penuhi.
-
Jangan pernah menipu kaum hawa, dengan banyaknya “berkomunikasi/berdiskusi” ataupun apa istilahnya dengan tujuan tak jelas, apalagi niatnya kurang jelas. So, perbaiki niat antum!!!!!!!!! Katakan sewajarnya, sesuai kadarnya, jangan dilebih-lebihkan. Innamal a’malu binniyat... semua berawal niat. Ingat! Allah dan malaikat-malaikatNya terus mencatat tiap perbuatan yang antum perbuat. So, jangan sia-siakan niat antum, dengan niat yang kuang baik. 1 niat baik = 1 pahala.
-
Jangan plin plan!!! Teguh dengan pendirian antum!! Jadilah ikhwan yang tepat jhanji, berbudi baik, bawa laksana (kayak slogan apa ya???) so, Pikirlah matang2 sebelum mengatakan.
-
Jangan samakan akhwat dengan batu, yang tak bisa atau sangat sulit untuk retak setelah jatuh. Kami punya persaan. Coba, balikkan kondisi ini, jika kondisi yang tak begitu baik tadi terjadi pada saudara perempuan antum, bagaimana??? Kami memang tegar, tapi perasan tak bisa dibohongi. Inget, menyakiti orang lain = mendzolimi juga kan??? Hayo.... dipikirkan lagi ya. So, Berpikirlah juga dengan hati/perasaan antum. Jangan gunakan logika berlebih, untuk masalah seperti ini, wabil khusus dengan akhwat.
-
Jangan pernah mengatakan kata-kata manis di depan kaum hawa yang belum/bukan muhrim. itu hanya akan menodai iman antum, atau iman akhwwat lain,karena, membuat konsentrasi orang lain kepada Allah terpecah karena kata-kata antum. Jangan buat Allah cemburu dengan antum. Ok!!! Please... katakan kata-kata indah itu just 4 u’r muhrim. ^^
-
Jangan pernah katakan perasaan kepada akhwat hanya untuk ajang penjajagan saja, apalagi untuk dibanding-bandingkan dengan akhwat lain. Ini sangat membahayakan, diatas level waspada!!! Level ini harus benar benar segera dihapuskan sebelum mode on “bencana” segera terjadi. Karena it same as “mempermainkan”. Antum tak mau juga kan jika hal itu terjadi pada antum. So segera perbaiki diri... siapkan lahir batin antum!!!
-
Jangan pernah tawarkan hubungan yang tak jelas kepada akhwat, jika tak ingin ada yang terluka. Dalam proses hubungan 2insan manusia yang sesuai dengan islam, hanyalah menikah. Sebelum hal itu, semuanya masih dalam hal “meragukan”, belum tentu dapat terlaksana, dan belum ada ikatan yang jelas, plus belum halal. So, jika antum memang punya niat baik, dan sudah mantap dan benar-benar siap lahir batin . Langsung saja, ta’aruf, jangan lama2, khitbah, lalu nikah lah.
-
Jangan pernah katakan untuk saling menjaga jika tak ada ikatan, apalagi belum tentu antum bisa menjaga. Ghaudul bashar saja masih sulit.... ingat, bukan berarti selalu menundukkan kepala, tapi, lebih ke Qalbu antum yang ditundukkan, jika hal itu masih sulit, jangan coba-coba tawarkan yang macam-macam pada akhwat. Apalagi, minta untuk menjaga ini itu, memangnya apa hak antum??? Bukankah tak ada hubungan antara kalian???
-
Jangan pernah suka katakan perasaan anda langsung ke akhwat. Lebih baik ke murabbi dulu, atau jika benar-benar berani dan mantab, segera hubungi langsung orang tuanya, datang ke rumahnya, sambil silaturahmi. Katakan apa tujuan antum sebenarnya. Jangan Cuma beraninya di belakang layar. Tapi, inilah waktunya untuk menshow up kan diri. Lalu segera buktikan.
-
Jangan pernah paksa seorang akhwat yang memang tak bisa mengatakan “ya”. Ikhlaskan diri, jangan coba-coba pengaruhi akhwat itu, jika memang ingin beliau mengatakan ya, pakai jalur yang benar, berdoalah selalu kepada “Allah”, mintalah kepada sang pemilik hati tuk “lunakkan hatinya”. Sekali lagi bukan dengan cara MEMAKSA!!!!!!!!!
THEN.............................
(note: “TOLONG 10PERINGATAN DI ATAS, BENAR-BENAR DIPIKRKAN PARA IKHWAN!!!!!! RENUNGKANLAH!!!!!!! DAN LAKSANAKAN !!!!!!! SEBELUM ADA PERINGATAN YANG LAIN... hehehe ^-@)
Bersambung ........... (it’s like sinetron.... hihihi)
_ALONE WITH LUPH_
Morning,@Kos BBS,YK
151009/3.34
Jeritan Sang Hati Vin
Astaghfirullahal’adzim........
Hari ini hari kedukaanku... mendzolimi diri sendiri...
Entah kenapa, hati ini baru tersadar ketika semuanya sudah terjadi. Ya Alllah, maafkan hambaMu ini. Afwan, aku tak dengarkan nasihat teteh, aku melonjak begitu saja, dan hasilnya, aku yang sakit sendiri.
Benar, buat apa aku sms??? Buat aku katakan itu??? Buat apa aku tanyakan itu??? Dan ternyata, aku sendiri yang sakit. Aku sok berani, terlalu yakin, kalau aku itu dah sembuh, tapi ternyata belum kan??? Kamu belum kuat vin??? Belum kuat untuk mendengar atas semua pertanyaan yang tanyakan ke orang itu. Belum bisa tegar untuk melihat kenyataan yang terjadi...
Terdiam sejenak, dengan mata yang berkaca-kaca...
Lihatlah dirimu, kamu masih rapuh, walaupun kamu tegar. Ketegaranmu belum tertata bagus, masih mudah bengkok. Kuatkan pondasi kamu dulu vin... kuatkan... (jeritan hati ini terus memberontak...)
Buat apa kau beranikan diri tuk menyapanya, jiaka kau tak kuat mendengar semua balasannnya??? Buat apa kau bela-belain, tuk sms malam-malam,sedangkan belum tentu dia segera membalasnya, belum tentu juga apa yang ia sampaikan seperti yang kamu inginkan.
Hati kamu masih lemah, belum mampu berdiri kokoh. Kamu akan segera kuat, jika kau mampu membuang pikiran itu jauh-jauh. Berpositivlah thingking denganNya. Jangan paksakan diri tuk melakukan hal-hal konyol, apalagi itu mendzolimi diri sendiri. .. kamu yang akan sakit sendiri... ingat!!! Masih banyak hal yang bisa kamu lakukan, selain itu. Kamu yakin akan rencana indahNya bukan???? Percaya lah itu...
Hiraukan semua ucapannya, yang kan bisa buatmu sakit. Pikirkan masa depan kamu...
Hiraukan ucapannnya yang belum jadi kenyataannya. Biarkan semuanya mengalir sesuai dengan keinginan Allah. Ucapan tak cukup, jika belum ada pembuktian.
Jangan sakiti dirimu, wahai hati???
Sembuhkanlah dulu ke”trauma”an kamu, berobatlah ke klinik Allah. Mendekatlah pada sang penjaga hati... biarkan Dia yang sembuhkan lukamu..
Jika kau merasa kesakitan, biarkan air matamu menetes hingga mampu mengobati kesakitan kamu. Biarlah air matamu jadikan bahasa ketegaranmu. Biarkan tetesan air matamu jadikan keshalihanmu, biarkan airr matamu jadi tanda keikhlasan mu, dan biarkan percikan air matamu itu, akan menghapus segala dosa-dosamu, setetes demi setetes.
Ingatlah, Allah di atas sana, Dia sangat menyayangimu... sangat sayang. Mengadulah kapan kau mau.mengadulah ketika malam sunyi, dan Allah benar-benar ada di depan kita, mendengarkan dengan baik keluhan kita, dan mengabulkan semua doa kita. Ingatlah, malaikat di sampingmu kan slalu menjagamu, mendoakanmu, dan menjadi perantaramu tuk sampaikan semua harapanmu kepadaNya.
La tahzan, ya ukhti....
Vin, ingatlah, bintangmu yang jauh disanan sedang tersenyum, melihatmu.... jangan kecewakan dia, dnegn kesedihanmu...
Tersenyumlah.... ^^
Untukmu vin, dari suara hatimu....
_alone with luph_
@kos BBS,Yk
131009/20.24
For my cousin……….
Alhamdulillah, aku ikut senang saudaraku….
Kata pertama yang bisa terucap adalah….
Subhanalllah…….
Alhamdulillah…
T.O.P B.G.T. dah…. J
Bagaimana tidak??? Sekarang kamu sudah mampu meraih cita-cita kamu, “kuliah di Kairo”, alhamdulillah. Tak sembarang orang mampu pergi ke sana, ke negara asing dengan bahasa asing, dan masuknya pun sangat sulit. Apalagi, kamu mampu pergi dengan hal yang membahagiakan keluarga besar mbah, sekolah dengan beasiswa dari pemeritah, subhanalllah…
Aku inget, ketika, kamu pulang ke jawa saat SMA, gimana kamu menceritakan semua pengalaman kamu di pondok, bagaimana kesan-kesannnya, dan enaknya sharing, tuker pikiran dengan kamu.
Bener-bener gag nyangka. Dulu, saat pertama kamu masuk pondok, selalu saja nangis, pengin pulang, gag betah dengan keadaan pondok yang seperti itu. Sering dimarah-marahin lah, makan sedikit, tidur sebentar, mandi jarang, banyak tugas, dan seabreg alasan lain. Tapi, ternyata setelah, 1tahun, 2 tahun, akhirnya kamu mampu beradaptasi dengan lingkungan pondok.
Aku tahu, kamu masuk pondok, dengan keadaan nol, ya, mulai dari nol, untuk pengetahuan bahasa arab, tapi, ternyata, selama 6tahun, kamu mampu melejitkan potensimu, tak hanya dalam berbahasa arab, tapi, juga menghafal alqur’an, dan fasih berbahasa Inggris. Subhanallah.
Saat kamu akan naik kelas 3SMA, kamu pernah minta doa,
“tolong didoain semoga aja, cita-citaku tercapai, insyaallah, jika benar, maka aku akan ke jawa lagi, paling cepat 4tahun lagi. “
“Apa??? Aku kaget, emang kenapa??”
“Gag apa2, doakan saja.. “
“Ok deh.”
Dalam hati, aku tahu, kau mau kuliah ke luar negeri kan? (kan ayahku dah tau… hehehe)
“Sip, insyaallah aku doakan…”
“Boleh Tanya, kamu dah hafal alqur’an ya??Belum, masih kurang 10jus lagi”.
“Apa??? Subhanallah….hebat sekali dirimu?? Bagi-bagi ilmu donk….”
“hehehe”
“eh, coba, kalo aku tes dulu, bener dah hafal belum ni???”
“sip, siapa takut, ayo coba…”
“suratnya pilih aja sendiri, terus nanti mulainya jangan dari awal ayat, tapi, dari tengah-tengah ayat ya…”
“Oke siip….”
Lalu, aku bolak balik a qur’an, 1ayat berhasil ia taklukkkan, lalu aku coba lagi, dan berhasil, coba lagi, berhasil lagi, subhanallah, tak ada salah sediktpun…. Subhanallah, aku hanya bisa tertegun.
“Oke, sekarang coba ajarin aku cara menghafal yang bagus gimana?”
“nih gini, pertama, aku baca 1lembar halaman alquran, dari awal dan akhir, lalu benar-benar diperhatikan bacaannnya, panjang pendeknya, selam kuranglebih 5menit, dibaca menyeluruh, setelah ituditutup, dan coba dicek menghafalnya”.
“oke,… coba deh cepetan, aku pengin liat”
Benar juga, 5menit dia benar-benar memperhatikan mushaf itu dengan seksama, dan mencoba mengucapnya perlahan-lahan, lalu segera ia tutup. Dan aku coba mengetesnya. Subhanallah, benar, dia mampu menghafalnya, dalam waktu singkat.
Benar-benar mukjizat Allah.
“lalu, buat ngejaga hafalan kita gimana?”
“ hmm yang jelas,jauhi perbuatan maksiat ya”
“for example…..???”
“ya,dari yang simple-simpel aja dulu, kayak, makanannya diatur, termasuk berhubungan dengan lawan jenis….”
“hah, benarkah???”
“iya,…. Masih inget sahabat rosulullah yang juga kehilangan hafalannnya, akibat melihat kaum hawa kan??? Karena melihat/interaksi dengan lawan jenis non muhrim berlebihan akan mengganggu hafalan kita.”
“oh gitu”
“yupz, dan jangan lupa, sering muraja’ah ya…”
“ok deh”
Dan itulah malam terakhir kami diskusi. Sampai, akhirnya, 1tahun berjalan, alhamdulillah, pengumuman kelulusan. Beliau lulus, tapi, belum tau jadi ke mesir atau tidak. Hingga akhirnya, lebaran kemarin, 1430H, dia pulang ke jawa, dan membawa berita gembira, alhamdulillah, dia lolos untuk kuliah ke Kairo, ambil jurusan sastra arab. Subhanalllah…
Ada sedikit perbedaan, pada dia, dia sudah dewasa, sangat pintar, dan penurut dengan orang tua. Tak salah dia mampu mendapatkan beasiswa ke luar negeri.
Tak ada kata yang mampu terucap untukmu, saudaraku, hanya doa yang terus mengalir, dan semoga, 4 tahun lagi bisa bertemu, dengan nama kamu yang berbeda, bertitel Lc. Insyaallah, amin.
Ayahku, sangat bangga dengan keponakannya yang satu ini. Insyaallah, doa kami akan selalu menyertaimu. J
Pergi ke Kairo dengan hafidz, subhanalllah…. J
Selamat jalan saudaraku ..........
Special for my cousin,, ikhsan………
_alone with luph_
Morning@humz
11-10-09,12.30 wib
Cerita si Vin
Single Happy, I
Kak mey, tolong dengerin cerita vin ya…..
Pokoknya bagus dah, tapi inget, mbak, gag boleh, motong sampai cerita ini selesai, habis itu, baru deh boleh kasih komentar.. ok siipp…
Siip dah…
Pernah dengar lagu ini??
“I’m single, I’m very happy”
Pasti sangat tahu, yupz, lagu ini di populerkan oleh Opi Andaresta. Pernah, 1 baris dari lagu ini, saya publish di FS atau FB, hmm, dan cukup banyak juga yang mempertanyakan pernyataan ini.
Sebenarnya, tak ada yang istimewa, tapi memang kata-katanya yang sangat menarik. Sehingga, sangat mudah memancing banyak pertanyaan dari orang lain. Mungkin itu, sekadar simpatisan, atau pertanyaan, kenapa, kok bisa, emang dengan siapa, kapan atau yang lainnya. Hmmm, pertanyaan yang membuat saya bingung.
Jujur, tak ada kaitannya dengan “pacaran”, atau apalah, hanya, karena saya suka dengan lagu itu, dan pas dengan kondisi saya waktu itu.
Kenapa ya??
Single, bukan berarti dulu pernah double, (hehehe), tapi ada sih, sedikit relationship (not pacaran), lebih tepatnya HTS-an. Loh??? Ternyata….
Jangan berpikir yang aneh-aneh, dulu. Tapi, memang itulah keanehan saya dulu. Saya dekat dengan siapapun yang saya kenal, mulai dari cewek atau cowok (ya, maaf saja, dulu belum hijrah si…), so, mungkin yang saya anggap, itu adalah hubungan yang biasa-biasa aja, jadinya luar biasa, dari yang tadinya nganggap, teman, jadi kakak adik yang terlalu dekat, padahal bukan muhrim, astaghfirullah…. Ya begitulah, hingga sering terjadi kesalahpahaman, atau percekcokan yang tak berarti, padahal tak ada status pada diri kita. Ya Allah, sampai segitunya ya.
Begitulah saya dulu, hingga akhirnya, karena ada pihak ketiga, yang ternyata lebih dan lebih membutuhkan sesosok itu, akhirnya, saya putuskan untuk tak lagi menjalin komunikasi dengan orang itu. Wow.... tapi, bukan berarti memutus tali silaturahmi, tapi, karena saya menghormati beliau, dan saya tak ingin ada permusuhan dalam hidup ini. Berdoa untuk yang terbaik bagi orang yang kita hormati, kenapa tidak?? Walaupun tak dapat dekat dengan beliau. T.T
No… saya bukan orang lemah… saya bisa tegar, seperti khadijah dan aisyah, yang mampu menantang ombak yang terus menerjang, dan sinar matahari yang selalu menyengatnya.
Ya, lagu inilah yang sangat menghibur saya.
“aku,,, baik-baik saja, menikmati hidup yang aku suka,
Hidupku sangat sempurna, I’m single, I’m very happy….”
Saya sangat ingat, terakhir kali, saya memutuskan untuk tak berkomunikasi lagi, setelah, terakhir kali, beliau bilang, “maaf, sepertinya saya akan benar-benar melupakan semuanya”
Dan saya bertanya, “sedikitpun???”
“iya”
“termasuk tak akan telpon atau sms??”
“iya”
Heuff… sedikit sangat-sangat kecewa, dan teriris-iris, hati ini. Bagaimana tidak, pasti, bisa teman-teman bayangkan, ketika itu, kami sangat dekat, dekat sekali, tiap hari, mungkin bisa telpon, dan sms.
Tapi, karena Allah berkehendak lain, semuanya harus berakhir”
Taukah satu hal yang sangat mampu mengiris-iris hati ini…. Ada orang lain, yang tak mungkin saya musuhi, atau benci, karena beliau saudara muslimah, semuslim, apalagi sama-sama kaum hawa.tetapi, sudahlah, semuanya sudah saya ikhlaskan.
Beliau orang yang lebih paham agama, cita-citanya ingin ke Kairo, sayangnya, kakak dan ayahnya tak mampu berada di sampingnya. Kini beliau sendiri dengan ibunya. Lalu, apalagi yang harus saya halangi??? Bukankah Rosul melarang kita, untuk menyakiti seorang yatim?? Itu lebih baik, dan Allah akan bangga dengan kita, jika kita mampu memberikan yang mereka butuhkan dengan tangan dan hati yang terbuka.
“Maka, nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS. Ar Rahman 13)
Bukankah akan menjadi nikmat yang tidak terkira ketika kita mampu memberikan apa yang benar-benar sangat ia harapkan? Walaupun itu juga sangat berarti untuk kita. Dan itu akan mampu membuat sakit yang teramat sakit bagi kita. Tetapi, ketika sakit itu diganti dengan kasih sayang Allah yang sangat berlimpah, apakah kita kan mampu menolaknya?? Tidak bukan.
Kembali membuka mata, instropeksi diri, berbenah diri, bahwa ternyata, banyak hal yang perlu kita perbaiki tuk jadi hambaNya yang terbaik. Mampu berikan kebahagiaan kepada orang lain, sekalipun itu sakit buat kita, tetapi kebahagiaan itu tak akan berakhir, dan sakit kita kan segera sembuh oleh CintaNya yang tak kan pernah putus, hilang, atau luntur ditelan masa.
Nice…. Insyaallah jika itu benar-benar ikhlas……..
Keikhlasan, memanglah sulit, tapi jika tak dicoba, kita tak akan mampu.
Biarlah alllah yang jadi sebaik-baik penjaga kita!!!!!!! Insyaalllah, amin. J
Hmm… sudah teteh…..
“teteh kenapa”, vin terkejut, melihat temannya itu, terus meneteskan air mata
“ada apa mbak??? Ada yang salah?? Hmmm… pasti karena cerita vin bagus kan??? Hehehehe”
“wee…bisa aja si vin ini…”
“gag nduk, mbak terharu dengan ceritamu”
“pintar sekali dirimu, kalu ceritanya, lebih detail lagi, pasti bakalan lebih menarik, ntar kan banyak adegan-adegan yang sangat keren dek, iya kan??’
“ iya ya teh, dan pasti klo diterbitin, bakalan jadi best seller kan??? Hehehe, amin”
“ee…. Lah kog njuk….. semoga aja dah…”
“klo iya, ntar tiap episodenya, mbak harus baca ya…. Jangan lupa dikasih hikmah-hikmahnya, kayak tadi…. Otree…”
“otre… sip3….”
Akhirnya, perjalanan mereka, berakhir, dengan kebahagiaan yang mengharukan… tak ada yang tau, bagaimana akhir cerita ini, karena vin lah sang skenarionya. Seperti hidup kita, kadang akan ada banyak problem, tapi kebahagiaan pun akan menyusulnya, tak akan ada yang tau bagaimana riuhnya hidup manusia di bumi ini. Karena Allah lah sang scenario hidup ini. Hanya saja,jika kita ingin jadi hidup yang lebih baik, maka kita juga harus turut serta jadi scenario terbaik hidup kita. Manusia merencanakan, Allahlah yang memutuskan…
Teruslah, bergerak, saudaraku….
Ciptakan hidup terbaikmu tuk duniamu, dan akhiratmu!!!!!!! J
_alone with luph_
Night @humz
10/10/09, 21.45wib
Terjajahkah Kita??
Terjajah di Negeri Sendiri
Bangsa Indonesia, bangsa yang dikenal sebagai zamrud khatulistiwa, bangsa yang dikenal dengan kesuburan dan keindahan alamnya. Semua itu tak luput dari anggapan dunia internasional. Semua bangsa mengakuinya, termasuk penduduk negeri ini sendiri. Bahkan seniman pun ada yang bilang, “sebuah tongkat yang hanya dilempar begitu saja, akan berubah menjadi susu”. Betapa hebatnya tanah kita ini, bumi kita ini kaya, subur, dan menghasilkan hal yang luar biasa. Itu baru yang d atas bumi. Sedangkan di dalam bumi ini, masih banyak lagi sumber daya-sumber daya alam yang sangat melimpah.
Akan tetapi, kini semuanya tinggal sebuah kenangan. Kini zamrud khatulistiwa itu, mungkin tak akan pantas lagi untuk kita sandang, atau bangga-banggakan di mata dunia internasional, karena semuanya telah hilang. Tak hanya di dunia internasional, kepada anak cucu kita pun sekarang dan kelak nanti, kita tak akan mampu menceritakan bagaimana indahnya bumi kita ini dahulu, karena sekarang yang tersisa hanyalah sebuah cerca yang tlah usang.
Bagaimana tidak, di pulau andalas sana, kini tak terliat hijau rimbun hutan tropis kita, tapi yang terlihat hanyalah asap yang semakin menebal, tanah tandus yang mengering, dan banyaknya gelondongan-gelondongan kayu yang siap dikirim entah kemana. Tak ada yang mengira, baru saja 20tahun yang lalu, Presiden kita, bapak Suharto, menggalakkan program, tebang pilih tanam, tebang satu tanam seribu. Namun, apa yang kita lihat sekarang, semuanya tak ada. “Penjahat” (-baca: penebang liar)itu, kini meraja lela, mereka tak lagi hiraukan semboyan dan program presiden kita itu. Sungguh, naasnya negeri ini, pemerintah dan penduduk negeri yang malang ini, ternyata mampu dirayu sang “penjahat” itu, hanya dengan imingan materi.
Tak hanya itu, kita sekarang sedang dalam masa yang sangat miris. Kita tahu, di dalam bumi ini, tempat kita berpijak, banyak terkandung kekayaan alam yang begitu melimpah ruah. Akan tetapi, kini kita tak bisa menikmatinya secara bebas dan terjangkau. Bahkan mungkin, kini itu semua sudah tak jadi milik kita lagi. Bukan karena habis, atau berpindah tempat, tetapi kekayaan kita itu kini telah berpindah tangan menjadi milik negara lain, karena telah pemerintah jual atau gadaikan ke negara lain. Entah untuk membayar hutang kita yang menumpuk atau untuk bisnis pembesar-pembesar negeri ini yang berkedok untuk “kemaslahatan” penduduk negeri ini. Mungkin itu yang mereka harapkan untuk kita, tapi, kenyataannya, kita seperti kembali ke zaman kolonialisme dulu, yaitu kita “sedang di jajah” oleh bangsa lain.
Penjajahan yang halus, itu yang mereka (-baca: bangsa-bangsa licik) lakukan. Mereka tak lagi gunakan kekerasan, tapi dengan perang pemikiran inilah, kita sedang dalam permainan mereka. Lihatlah, pulau di paling timur sana, papua, serasa bukan milik kita lagi. Di pulau itu yang sangat kita kenal dengan pengahasil emas terbesar pun, sekarang tak berada di tangan kita lagi. Kini, salah satu kekayaan kita itu sudah mejadi milik PT. Freeport (dari salah satu negara adikuasa, Amerika Serikat). Bukti dari “kepenjajahan” itu adalah bagaimana peran bangsa ini, yang hanya mampu menduduki salah satu “strata” dalam perusahaan ini, yaitu pekerja (buruh), tidak lebih. Memang dengan upah yang cukup besar bagi kita, tapi, itu akan sama saja, ketika ternyata yang menikmati jerih payah itu bukan perut dari penduduk bangsa ini secara umum, tapi, itu menjadi “santapan yang lezat” bagi orang-orang barat sana, karena semua kucuran hasil tambang ini masuk ke negara Adidaya.
Kini miskin sudah negara kita, sebagian besar kekayaan kita tlah tergadai pada negara lain. Orang kaya semakin kaya dan orang miskin semakin miskin. Tak sadarkah kita, bahwa penyebab semua ini, tak lepas dari tangan kita. Benar, mungkin pemegang besar tempuk negara ini adalah mereka para penguasa, maka merekalah yang punya andil besar dalam permasalahan ini. Sebenarnya kini tak pantas untuk kita bahas siapa yang salah atau dipersalahkan, tetapi kesadaran masing-masing individulah yang akan mampu sedikit meringankan permasalahan yang cukup pelik ini.
Berbicara masalah individu, dapat kita pisahkan dari masing-masing peran yang ada di negeri ini. Dari segi penduduk atau warga negara yang baik, perlu kita sadari, bahwa sesungguhnya negeri kita punya pemuda-pemudi yang hebat, pandai, dan tak kalah dengan generasi muda bangsa lain, bahkan mungkin kita bisa lebih hebat dari mereka. Akan tetapi, ironisnya, kekayan SDM ini (tak hanya dalam segi kuantitas, tetapi juga kualitas),tak mampu dimaksimalkan bangsa ini. Kita punya beratus-ratus sarjana lulusan luar negeri, beribu-ribu sarjana PTN favorit, bahkan yang bergelar insinyur, professor, atau doktor, semuanya ada. Banyak penduduk negeri ini yang berkompeten untuk mengatasi, memgolah, dan memberdayakan kekayaan alam negeri ini, tetapi, kadang pemerintah kurang menghargai bakat, kemampuan, keahlian mereka. Sehingga, mereka terpaksa harus berbelok je jalan yang berbeda.
Di sinilah peran pemerintah dan pengusaha-pengusaha kaya diperlukan. Harusnya mereka mampu untuk memberikan dan membangun suatu usaha yang baru untuk mengelola negeri ini. Maksimalkan kemampuan bangsa ini. Membuat suatu lapangan kerja yang baru sehingga mampu menghimpun pemuda yang berkompeten dan ahli untuk dapat mengoptimalkan pengolahan sumber energi negeri ini. Dengan cara ini, paling tidak kita dapat meminimalisir ikut campur dunia luar dalam mengolah kekayaan bangsa kita. Selain itu, hasilnya pun bisa kita nikmati bersama, sehingga tak mengalir sia-sia ke tangan orang lain.
Tak hanya dalam pengolahan dan pemanfaatan saja, tetapi juga dalam pelestariannya. Kita tak boleh berlebihan atau sewenang-wenang dalam pemberdayaan kekayaan alam ini, tetapi harus tetap menjaga keseimbangan alam ini sehingga bumi ini pun akan mampu menerima dengan baik setiap hal yang kita perbuat, paling tidak, tak merusak ekosistem sekitar atau menambah global warming.
Kesadaran pemerintah dan warga negara tentang betapa pentingnya menjaga sumber-sumber energi yang kita punya ini, sangat diperlukan, sehingga kita tak mudah terlena dengan tawaran yang menggiurkan dari sang penjahat untuk merusak kembali apa yang seharunya kita jaga dan lindungi. Negeri ini, tak hanya miik, aku, kamu, dia, atau mereka, tapi negeri ini adalah milik kita bersama. Negeri yang harus kita jaga, pelihara, manfaatkan sebaik-baiknya tanpa “menganiaya” diri kita atau pihak lain, sehingga akan mampu terjaga dan lestari, serta mempu dinikmati “kelezatannya” bagi anak cucu kita kelak.
Yogyakarta, 14Juli09
_alone with luph_
belajar dari dasar
1. ALAT UKUR DAN SIMULASI ELEKTRONIK
Di dalam rangkaian elektronik terdapat dua buah besaran dasar yang menjadi perhatian yaitu tegangan (di simbolkan V dalam volt) dan arus (disimbolkan i,dalam amper). Di sisi lain ke dua besaran tersebut akn berkaitan dengan jenis gelombang yang menyertainya AC (Alternating Current) yaitu arus dan tegangan bolak-balik atau DC (Dirrect Current) yaitu arus dan tegangan searah.
Untuk dapat mengetahui karakteristik dari ke dua besaran tersebut diperlukan sebuah alat yang dikenal dengan osiloskop (Osciloscope). Dengan kata lain sebagai alat ukur osiloskop ini dapat menunjukkan besaran/harga berbagai bentuk gelombang dalam tegangan puncak ke puncak (volt , pp atau peak to peak), cacat (distortion meter), frekuensi, fasa, waktu dan tegangan puncak ke puncak untuk gelombang kompleks.
Sedangkan peralatan elektronik lain yang dapat digunakan untuk mengukur besaran arus, tegangan dan ohmmeter adalah multimeter. Di pasaran terdapat dua jenis multimeter yaitu multimeter digital dan multimeter jarum.
Seringkali di dalam praktek untuk menguji & menganalisa sebuah rangkaian elektronik diperlukan sebuah sumber yang mempunyai karakteristik gelombang tertentu untuk mengetahui watak dari sistem tersebut. Untuk itu dibutuhkan sebuah peralatan yang dapat menghasilkan beraneka macam jenis gelombang dengan besaran tertentu. Alat penghsil gelombang tersebut dikenal dengan function generator.
Syawalan Berganti Takziyah (1)
Kok bisa???
Tadinya, sudah berharap bahagia akan ada yang nraktir syawalan, kesempatan yang langka, kenapa?? Karena inilah waktu bisa bertemu dengan Kadept (Kepala Departemen) Kastrat (kajian Strategis), yang konon kabarnya, beliau super sibuxers. Bagaimana tidak??? Beliau penerima beasiswa PPSDMS, aktivis kampus yang tak hanya nge-bem aja, tapi juga nasyiders loh (hmmm... gimana ga banyak fansnya coba) mana beliau baik hati, ramah, n murah 3S (Senyum, sapa, Salam)... subhanalllah... (loh kog terus bahas kadept saya).
Ehm, karena sudah lama tak pernah berjumpa, karena kesibukan beliau KKN, maka, syawalan ini, KADIV kajian dan opmed, mengusulkan syawalan bareng kadept, FREE!!!!!! So, jangan lupa, kumpul di bem, jam 16.00 wib.
Detik berjalan ke detik, jam ke jam, dan akhirnya ashar. Tetapi, tiba-tiba.... “dreet....dreet...”, “1 message from xxx”, “afwan, teman2, dikarenakan, banyak teman2 kita yang berhalangan hadir, dan dikarenakan sahabat kita, ahmad sedang berduka, maka syawalan kita ditunda. Tunggu sms knfrmasi slnjutnya ya....”
Oh my god.... gag jadi, hmm... padahal, di kos tak ada makanan buat buka puasa ni. Ya udah, akhirnya, ditawarin ikut takziah mbak-mbak.
“dek vin, ikut yuk, takziyah ke tempat ahmad. Yuk... gag ada agenda kan??” tanya teh putri
“ emm, gag mbak, ok deh, insyaallah, tapi dimana mbak rumah ahmad??
“di magelang, pabean, borobudur”
“what??? Borobudur?? Jauh banget mbak, ke sananya gimana???”
“naik motor. Gimana??”
“terus.... saya..... sen...di...ri...??? ato diboncengin??”
“sendiri dek, kan yang diboncengin yang pada gag bawa motor, gapapa kan??”
“hah??? Emmm... iya deh, insyaalllah gag papa mbak...”
“ok,, sip3, eh iya, ikhwannya dah pada berangkat, kita nyusul di belakang, ntar di tunggu jembatan jalan magelang, yuk siap2 berangkat dek...”
“Ok mbak...” menyetujui dengan filling yang tak begitu bagus.
Dan akhirnya perjalanan pun dimulai.............................
To be continued..........
Nasihat Indah
Never Ending from PIMRED
“Jikalah derita akan menjadi masa lalu pada akhirnya.. maka mengapa mesti dijalani dengan pedih rasa, sedang ketegaran akan lebih indah dikenang nanti.. Jikalah kesedihan akan menjadi masa lalu pada akhirnya.. maka mengapa tak dinikmat saja. Jika ingin menangis, menangislah.. biar air mata dari telaga iman yang menghapusnya.. jika luka dan kecewa menjadi masa lalu pada akhirnya.. maka mengapa mesti dibiarkan meracuni jiwa, sedang ketabahan menjadi lebih utama. Biarlah sakit yang dirasa menjadi penawar dosa.. dan kesabaran menjadi penguat batinmu...” (02 Juli09, 22:58:55)
melihat Khadijah dan Aisyah seperti itu, atau wanita-wanita muslim yang ada disekitar kita. Mereka bak karang yang menantang matahari, derasnya hujan, perihnya garam lautan, atau kerasnya tempaan ombak lautan, tapi wajahnya meneduhkan, kesabaranya menaklukkan..” (03Juli09, 07:58:40)
Air mata seorang wanita saat dia sedih adalah ketegaran, saat dia senang atau melihat saudaranya senang adalah keterharuan. Itulah air mata wanita, allah menciptakan airmata untuk wanita bukan anda kelemahan dan kerapuhan, tapi disanalah kekuatan dan ketegaran.” (03Juli09, 07:39:54)
“Allah beri pahala pada hambaNya untuk siapa saja yang ia kehendaki, untuk siapa saja yang saat senang, sedih, marah,cinta, benci&mengeluh hanya bersandar pada Allah. Allah janjikan pahala sabar sebanyak air yang terus mengalir dengan derasnya dan tidak ada putusnya.. menganggap diri lemah dihadapanNYa dan tidak pantas mendapat pahala karena amalan yang masih dirasa kecil adalah keharusan kita, tapi minta pertolongan Allah, menengadahkan tangan padaNya dan seraya berdoa dan berharap-harap cemas pahala dan pertemuan denganNya adalah sangat Allah cintai. Itu semua memotivasi kita untuk selalu mempersembahkan amalan terbaik untuk Allah..” (03Juli09, 07:49:45)
Mungkin tak ada yang atau belum pernah ada orang mengalami hal seperti ini, selain aku dan keluargaku. Jika pun ada, pastilah akan mampu merasakan apa yang aku dan kakakku rasakan waktu itu.
Lebaran ini, syawal 1430 Hijriah, benar-benar berbeda, sangat berkesan sekaligus menyedihkan buat aku. Satu minggu sebelum lebaran, aku mudik dan sampai rumah, semuanya masih biasa dan berjalan sesuai rutinitas. Namun, dua hari setelah itu, ketika kami sekeluarga sudah berkumpul bersama, aku, kakak perempuanku, ayah ibuku, dan nenekku, kebahagiaan itu tak berlangsung lama. Ayahku, tiba-tiba sakit, beliau tak mampu menegakkan badannya, kaki kanannya sakit, tak tau kenapa. Setelah itu, beliau periksakan ke puskesmas, tapi, katanya tak apa-apa, dan dokternya tak bilang apa-apa, Cuma ngasih obat. Tapi, ternyata, itu tak membuat sakit ayahku berkurang, tapi lebih menjadi.
Hingga, 2hari setelah itu, ayahku tak mampu lagi berdiri untuk shalat, dan aku sarankan untuk duduk. Miris rasanya aku melihatnya, padahal aku shalat di belakangnya. Sangat miris, melihat beliau yang dulu sangat perkasa, tapi, sekarang terbaring lemah, bahkan, beliau pun sangat tak nyaman untuk istirahat. Hampir tiap malam, beliau tak mampu melelapkan matanya. Dalam hatiku, aku hanya bisa menangis, dan meminta kepada Allah, tuk segera sembuhkan ayahku.
Hari kamis, tepatnya, 3hari sebelum lebaran, ayahku diminta nenekku untuk berobat ke dokternya nenekku, di jogja, lalu malam-malampun beliau berangkat naik mobil dengan ibu dan kakak, serta omku. Memang ada perasaan gag enak dalam benakku. Di rumah, jam demi jam, aku hanya mampu menghitung maju dan terus berharap akan segera mendengar suara mobil berhenti. Tapi, nyatanya tak kunjung datang, hingga akhirnya, jam setengah 2 malam, pamanku datang ke rumahku, dan menanyakan ayahku, karena aku tak tau, maka ditelponlah oleh pamanku.
“Grekkkkkkkkkk........... sreet.............. jantung ini serasa tiba-tiba berhenti sejenak, aliran darah tubuhku seperti memuncak, mataku terus menatap pamanku, telingaku terus saja mendengarkan percakapan pamanku, sampai ku tak mampu mengucapa apa, hingga akhirnya pamanku memanggilku”.
“nduk, ayah kamu harus di opname selama 3hari di rumah sakit. Tapi, tenang, insyaallah tidak terjadi apa-apa dengan ayahmu, hanya perlu istirahat. Sakitnya pun tak ada hubungannnya dengan ginjal, gula darah, atau apapun, hanya karena radang persendian, insyaallah akan cepat sembuh, sudah yang tabah ya... ”
Aku hanya bisa menjawab, “ya paman”.
Lalu aku melangkahkan kakiku ke dalam rumah, dengan tetap membiarkan kehangatan tetesan air mata ini yang tak mau terhenti.
Segera ku ayuhkan kakiku tuk bermesraan dengan air wudhu, lalu mulai mengakrabkan dengan sajadah dan mukenaku.
Ntah berapa lama aku tersimpuh peluh di sajadah itu dengan tetesan airmata yang tak kunjung habis. Hingga sudah sejenak ku temukan rasa tenang, segera kuambil mushaf Al Qur’an, perlahan-lahan aku membacanya, hingga ketenangan hati ini semakin bertambah.
To be continued...
Surat Spesialku Untuk Malaikatku....
Kesempatan Terakhir
Malaikatku,
Tolong sampaikan surat ini kepada sang pengeran yang jauh di sana.
Sampaikan salamku untuknya. Dan sampaikanlah pesanku. Hari esok adalah kesempatan terakhirmu untuk bisa bertemu denganku, bertemu dengan sapaanku, dan ucapanku. Entah kapan lagi aku akan bisa mendapatkan kesempatan ini. Jika memang ada niatan baik yang ingin kau perbaiki, maka temuilah aku, jangan sia-siakan kesempatan yang mungkin tak akan bisa datang lagi untuk kedua kalinya.
Ini pun jika kau, masih ingin dan mau. Harapanku sangat tipis, mungkin kau tak akan datang. Dan hanya doaku yang bisa ku panjatkan untukmu. Doa tulus untuk orang yang pernah mengisi hidupku, untuk orang yang sampai saat ini masih sangat aku hormati dan segani, untuk orang yang mampu memberikan ketenangan di saat aku gundah gulana, mampu memberikan tawa yang ikhlas ketika, kesedihan melanda, memberikan punggungnya tuk bersandar saat kelelahan dan saat ketakutan melanda., memberikan kesejukan di saat banyak masalah yang siap menghadang. Sungguh, belum ada orang yang mampu memayungiku sebegitu ikhlasnya, selain kau, pangeran.
Maafkan aku, atas semua salahku, atas kekanak-kanakanku, atas kemanjaanku, atas egoisku, atas emosiku, atas semua kesalahan yang sangat dan pernah membuatmu memberikan serta menyematkan perasaan “benci” itu kepadaku.
Memang aku tak sebaik orang itu, aku tak punya kefahaman ilmu yang lebih dari orang itu, aku memang sangat kalah. Walaupun begitu, aku tetap tak akan sanggup untuk membencimu atau orang itu, memang aku lemah, tapi, aku punya kekuatan untuk tetap bisa tegar seperti saat ini, menantang ombak yang siap menerjang. Dan aku juga tak akan mampu untuk mendoakan yang “jelek” untuk kalian, karena Allah, ada di dekatku. Dia yang melarangnya, dan aku pun juga tak akan sanggup tuk melawanNya. Aku pun juga tak sanggup untuk membalas kata “laknatullah” dari orang itu kepadaku, karena dia sama dengan aku, dia seorang wanita. Aku ingat kata seorang sahabatku, kalau seorang wanita muslim tak pantas untuk mengucapkan kata-kata itu.
Afwan jiddan, memang sekarang bukanlah saatnya untuk membahas hal itu. Hanya itulah yang ingin ku sampaikan. Jika memang engkau masih punya kehendak tuk bertemu denganku, mungkin itu yang terakhir kalinya, maka temuilah aku di esok hari. Jika tidak, mungkin suatu saat nanti, aku tak akan lagi pernah menyapa engkau. Aku akan menyapa kau lewat hati, lewat doaku, di setiap shalatku.
Ya rabb, di malam yang penuh magfiroh, malam yang setiap permintaan akan Kau kabulkan, maka jika Kau berkenan, pertemukanlah kami, jika kau memang tak berkenan, cukuplah doaku untuknya. Biarkan hati ini tertutup untuk selamanya, dan akan terbuka kembali, saat waktu itu tiba, dan hanya untuk seorang, hingga tak akan ada lagi yang ter/di sakiti.
Ya rabb, sampaikanlah salamku untuknya, sampaikan maafku untuknya...
Hanya kepadaMu aku memohon , dan dengan izinMu aku ikhlas...
_alone with luph_
@humz_night
150909/21.50
Sepotong Episode 2
Sepotong Episode 2
Jangan Dekati aku Lebih dari Teman....
Maafkan aku teman, maaf....
Hanya itu yang bisa aku ucapkan. Suatu saat kau akan tau kenapa aku seperti ini. Walaupun kau belum mengucapkannya, tapi, filling wanita kuat, aku tau itu. Itulah yang membuat aku menjauh. Itulah yang membuat aku enggan untuk bercakap lebih dan lebih lama.
Maafkan aku teman, aku sedang menjaga hati....
Ini bukanlah saatnya, aku takut akan ancaman Allah. Aku pun takut kau akan mengalami hal yang sama, yang dulu pernah ku alami. Sakit itu..... aku hanya tak ingin ada orang lain yang merasakan kesakitan seperti aku dulu. Aku tak ingin orang-orang terdekatku, merana kesakitan olehnya.
Bukan aku menutup diri, tapi, lebih menjaga hati, agar tak jatuh tuk kedua kalinya. Kini ku sudah menyerahkan semua hal itu kepada sang pemilik hidup ini. Aku hanya berharap kepadaNya, tuk dapat dipertemukan di waktunya kelak, diwaktu yang terbaik, dan bukan sekaranglah waktunya.
Menjauhlah dariku teman, atau aku yang akan menjauh....
“menjauh”, menjauh dari perasaan itu. Tolonglah aku teman... aku akan sangat bahagia, ketika engkau mampu melakukannya, tapi, ingat, itu semua bukan karena aku, tapi karena Allah semata. Aku tau engkau sangatlah baik, berhati mulia, sangat menjunjung tinggi bahkan menghargai seorang wanita. Dan kaupun juga serius dengan semuanya, kau jalani semuanya dengan matang, tanpa ingin membuat aku kecewa. Kau pun tulus meminta maaf, ketika kau merasa berbuat kesalahan padaku, padahal aku tak merasa bahwa kau salah. Aku paham, aku tau itu, aku tau kau sangatlah amanah, kau mampu memimpin pasukanmu dengan gagah berani. Akan tetapi, itu tak akan mampu membuatku lunak. Aku hanya bisa tersenyum dari kejauhan dan takjub dengan apa yang kau lakukan. Aku tak bisa lebih dari itu kawan...
Bukan karena siapa.... tapi, karena apa...
Apa yang pernah tejadi pada diriku di waktu yang lampau. Aku hanya tak ingin orang sebaik kamu, harus merasa sakit. Aku tak mau lagi, ada yang ter/di sakiti dalam hidupku ini, cukup yang lampau, yang sudah mampu mengguncang kejiwaanku. Hingga akhirnya, alhamdulillah, Allah tunjukkan jalan yang lurus ini.
Jika engkau lah itu, yang terbaik menurut Allah....
Aku hanya mampu berdoa, biarlah itu jadi jihad kita, sampai kelak, waktu itu datang, waktu yang sangat tepat, untuk sampai kemenangan atas jihad kita. Insyaallah. Jika pun tidak, di surga kelak, Allah pun akan mempertemukan kita, di bukit tertinggi, tempat dimana berkumpulnya orang-orang yang saling mengasihi karena allah semata. Tak inginkah kau seperti itu???
Jagalah dirimu, teman....
Jika yang kutunggu itu adalah kau, maka percayalah, Allah akan menguatkannya. Percayalah hari itu akan datang, dan aku kan menunggunya.
Tak lagi ada yang kuinginkan, kecuali keberkahan dan keridhoanNya.
Ketika itu adalah kau, maka jemputlah aku, dan mintalah dengan baik dari pemilikku. Indahkan agamamu, hafalanmu, sikapmu, ucapmu, dan semuanya. Bukan untukku, tapi untuk Allah, agar Ia tersenyum melihatmu,, melihat hasil dari kegigihan jihadmu.
Jika bukan kau....
Hati itu tak terpecah berkeping-keping karena Allah sudah memberikan pengganti yang jauh lebih baik. Jihad kita akan mampu mengalahkan serta menghalang sang sakit itu. Karena hanya dari kekuatanNya lah, kita mampu.
Teruslah berjihad temanku, tegakkan agama allah ini. Jangan berhenti berdakwah, walau hanya dengan seucap kata. Doaku akan selalu menyertai langkahmu. J
Night @ humz
140909/20.22
_alone with luph_
“Ramadhan tiba.... ramadhan tiba.... marhaban yaa Ramadhan.... marhaban yaa ramadhan...” (Opick’s song)
Bulan yang dinantikan umat muslim sedunia telah tiba, hilir mudik kegiatan islami pun kian ramai disemarakkan. Sungguh, benar-benar bulan yang mulia, bulan yang penuh maghfiroh, bulan yang penuh rahmah bagi semua umat, inilah bulan yang selalu kita tunggu, bulan suci Ramadhan.
Akan sangat merugi, bagi umat muslim yang tak menyambut bulan ini dengan penuh rasa kebahagiaan dan rasa syukur yang tak terhitung, karena telah dipertemukan lagi pada bulan yang di dalamnya banyak sekali “obral” pahala yang dijanjikan oleh Allah swt. Begitu juga, jika kita menyia-nyiakan waktu satu bulan yang berharga ini dengan hal-hal yang kurang begitu bermanfaat. Padahal di bulan ini, Allah menyesiakan pahala yang sangat luas yang tak dapat dihitung bagi hamba-hambaNya yang mampu memanfaatkan momen indah ini sebagai ajang untuk lebih mendekatkan diri dengan sang Khaliq. Banyak hal yang Allah beri peluang besar untuk kita berlomba mendapatkan buah nikmat pahala-Nya, selain puasa wajib Ramadhan, yaitu nikmatnya membaca Al Qur’an, ber-zakat, shadaqah, shalat wajib dan sunah, dzikir, do’a, istighfar, dan amal-amal ibadah lainnya.
Salah satu yang sangat dianjurkan pada bulan ramadhan ini adalah “memperbanyak membaca AlQur’an”, karena al Qur’an kelak akan memberikan syafa’at kepada yang membacanya di hari akhir kelak. Seperti dalam sebuah hadist, dari Abdullah bin Amr bin Al’Ash, ia berkata: bahwa Nabi SAW, bersabda:”Berpuasa dan membaca Al Quran akan memberikan syafa’at kepada seorang hamba pada hari kiamat kelak. Amalan puasanya akan berkata: Ya Allah, aku telah melarangnya dari makanan, minum dan nafsu syahwat pada siang hari, sehingga ia telah menitipkan syafa’at kepadaku. Sedangkan amalan membaca Al Quran berkata: Aku telah melarangnya tidur pada malam hari, sehingga ia telah menitipkan syafa’at kepadaku di dalamnya. Maka keduanya pun memberikan syara’at.” (HR Ahmad dengan sanad shahih)
Ramai dan merdunya bacaan Al Qur’an di malam-malam bulan Ramadhan menjadi sebuah tanda, begitu agungnya firman-firman Allah itu. Hal lain yang membuat Al Qur’an sangat dianjurkan untuk dibaca di saat bulan ini adalah, karena bulan ramadhan adalah bulan di mana Al Qur’an itu diturunkan, dan Al Qur’an itu adalah petunjuk bagi umat manusia.
"(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)" (QS. 2:185).
Selain itu, di bulan Ramadhan ada satu malam yang paling indah dalam kehidupan manusia, lebih baik dibandingkan dengan nilai seribu bulan, yaitu lailatul-qadar. "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikatmalaikat dan malaikat jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan : Malam itu (penuh) kesejahteraan sampat terbit fajar." (QS. 97:1-5)
Kemudian dalam hadits shahih dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bertemu dengan Jibril pada bulan Ramadhan setiap malam untuk membacakan kepadanya Al-Quranul Karim.
Hal itu menunjukkan dianjurkannya mempelajari Al-Quran pada bulan Ramadhan dan berkumpul untuk itu, juga membacakan Al-Quran kepada orang yang lebih hafal. Dan juga menunjukkan dianjurkannya memperbanyak bacaan Al-Quran pada bulan Ramadhan.
Sedangkan tentang berkumpul di masjid-masjid untuk mempelajari Al-Quranul Karim, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :"Tidaklah berkumpul suatu kaum di salah satu rumah Allah seraya membaca kitab Allah dan mempelajarinya di antara mereka, kecuali turunlah ketenangan atas mereka, serta mereka diliputi rahmat, dikerumuni para malaikat dan disebut-sebut oleh Allah kepada para malaikat di hadapan-Nya. " (HR. Muslim).
Sungguh betapa agungnya Al Qur’an ini, karena sesungguhnya Al Qur’anul Karim merupakan dzikir yang paling agung. Allah pun telah menjanjikan pahala yang begitu melimpah dan berlipat ganda bagi hambaNya yang membacanya, seperti sabda Nabi: Dari Ibnu Masud radhiallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:"Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Allah maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf; tetapi alif satu huruf; lam satu huruf dan mim satu huruf. " (HR. At-Tirmidzi, hadits hasan shahih).
Lalu, apalagi yang masih menghalangi kita untuk terus membacanya. Inilah saat yang tepat bagi kita untuk memperbanyak tabungan pahala kita dengan terus memakmurkan hidup kita dengan bacaan –bacaan Al Qur’an di bulan Ramadhan ini.
Ada sebuah kisah tentang dahsyatnya Al Quran, yaitu dari Abu Umamah r.a. yang berkata : "Rasulullah S.A.W telah menganjurkan supaya kami semua mempelajari Al-Quran, setelah itu Rasulullah S.A.W memberitahu tentang kelebihan Al-Quran."
Telah bersabda Rasulullah S.A.W :
Belajarlah kamu akan Al-Quran, di akhirat nanti dia akan datang kepada ahli-ahlinya, yang mana di kala itu orang sangat memerlukannya. Ia akan datang dalam bentuk seindah-indahnya dan ia bertanya, "Kenalkah kamu kepadaku?"
Maka orang yang pernah membaca akan menjawab : "Siapakah kamu?"
Maka berkata Al-Quran : "Akulah yang kamu cintai dan kamu sanjung, dan juga telah bangun malam untukku dan kamu juga pernah membacaku di waktu siang hari."
Kemudian berkata orang yang pernah membaca Al-Quran itu : "Adakah kamu Al-Quran?"
Lalu Al-Quran mengakui dan menuntun orang yang pernah membaca mengadap Allah S.W.T. Lalu orang itu diberi kerajaan di tangan kanan dan kekal di tangan kirinya, kemudian dia meletakkan mahkota di atas kepalanya.
Pada kedua ayah dan ibunya pula yang muslim diberi perhiasan yang tidak dapat ditukar dengan dunia walau berlipat ganda, sehingga keduanya bertanya : "Dari manakah kami memperolehi ini semua, pada hal amal kami tidak sampai ini?"
Lalu dijawab : "Kamu diberi ini semua kerana anak kamu telah mempelajari Al-Quran
Maha suci Allah swt., yang telah menurunkan firmanNya untuk kita umat muslim kepada Nabi Muhammad saw. Tak pantas kita menelantarkan firman agung allah itu, karena Al Qur’an itu yang akan menghantarkan keselamatan kita kelak di hari kiamat. Bulan Ramadhan, adalah kesempatan kita untuk lebih mendekatkan diri kita kepada Allah, memperbanyak amal ibadah kita, karena kita tak akan tau, apakah esok hari kita akan mampu melihat mentari pagi atau tidak.
Semoga Bulan Ramadhan ini, kita kan mampu menabung gunungan pahala tuk bekal kita kelak. Membaca AlQur’an adalah salah satu jalannya. Ramaikan malam-malam penuh keagungan ini dengan lantunan ayat-ayat suci-Nya karena malam merupakan waktu berhentinya segala kesibukan, kembali terkumpulnya semangat dan bertemunya hati dan lisan untuk merenungkan. Seperti dinyatakan dalam firman Allah : "Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu ), dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. "(Al-Muzzammil: 6).
Wallahu a’lam bishowab
_hez ,,dg berbagai sumber_
Tetesan peluh air mata membasahi pipi ini. Hanya mampu bertasbih, seraya mengucap kebesaranMu. Kerinduan yang mendalam, merongrong dalam denyut nadi ini, ingin sekali bertemu dengan sang pemilik hati ini.
“Rabbku, hambaMu ingin bertemu dengan Engkau,
HambaMu ini, rindu dengan Kau, ya Rabb,
banyak curahan hati yang ingin hambaMu ini sampaikan.
hambaMu ini, ingin sekali bersambut dengan Kau,
tapi, hambaMu ini ragu, apakah, tabunganku sudah cukup untuk bertemu dengan Kau???
Apakah hambaMu ini Mampu dan layak kah untuk bisa menjadi penghuni surgaMu tuk menjadi sang bidadari???
hambaMu takut, takut, akan segala dosa yang pernah hambaMu ini lakukan,
hambaMu takut, amal yang pernah hambaMu kerjakan ini tak mampu menebus segala khilaf yang pernah dilakukan,
lalu, apa yang harus hambaMu ini lakukan ya Rabb, padahal hambaMu ini sangat rindu akan belaianMu, kasihMu, dan kecupanMu...
Rabb, di setiap penghujung malamku ini, ijinkan sang lemah ini, menuturkan semua khilaf yang telah diperbuat, dan ampunilah segala dosa hambaMu ini,,
Rabb, ijinkan, di tiap detik episode ceritaku ini, Kau segala saksi atas curahan hati ini....
Ijinkan ya Rabb....”
_sang perinduMu_
Dengan bersimpuh peluh, aku sampaikan sedikit demi sedikit curahan hatiku kepada sang Rabb.
“ya rabb, tahukah engkau, sebelum aku bertemu dengan Kau, aku ingin sekali membahagiakan orang-orang terdektku, ayah bunda, kakak, opa dan nini, teman dan sahabatku, serta semuanya..
Ya Rabb, ijinkan di setiap langkahku ini, selalu mengalir jiwaMu yang penuh kesejukan, dan kedamaian, karena aku ingin berguna, serta menjadi penyejuk dan kedamaian diantara mereka, orang-orang yang berada di sekitarKu
Ya Rabb, ijinkah, sebelum akau bertemu dengan Kau, aku ingin sekali ada seseorang yang dapat meneruskan impianKu kelak, tapi, ya Rabb, sayang, aku hanya menginginkan orang yang aku percaya itu, sang pangeran itu, yang pernah mengisi kehidupanku.
Apakah Kau akan mengijinkannya???, cz hanya beliaulah yang dapat aku percaya untuk masalah ini, karena di dunia ini, kaum adam yang bisa aku percaya hanyalah dua orang, ayah, dan pangeran itu.
Rabb, akankah Kau menyampaikan kepadaNya???
Kau lah penguasa hati ini, ya muqollibul qulub...
Ijinkan lah.......
Ketika Kau ijinkan, maka akan aku kirimkan merpati ini untuk mengantarkan amanah terakhirku ini kepada sang pangeran yang berada nan jauh di sana
Rabb, ridhoilah setiap apa yang hambaMu ini lakukan, tunjukkan yang terbaik menurutMu untukku, cz, hanya ridhoMu lah yang aku cari dan inginkan...
Semoga rinduku kepadaMu ini, akan benar-benar dapat segera terobati... amin... ^^”
_sang perinduMu_
Lalu, sejenak, sang putri, teringat masa lalu, yang pernah ia alami.....
“Rabb, ijinkan ku ceritakan ini kepadaMu, walaupun perih, tapi, aku akan merasa tenang dan bahagia, bisa berbagi cerita denganMu”
(30 juni 09/22.54 WIB, @kos bbs)
dalam ingatku
harapku, hanya tuhanku…
aku berlari, mengejar mimpi,
tapi, tak kan kuasa tanpa suatu arti..
senyumku kan terus berarti,
ketika ku lihat ada yang kuharap suatu saat nanti…
apapun,siapapun, kapanpun…
tak ada yang bisa hentikanku,
kecuali atas izin allah…
langkahQq, kan terus beranjak,
selangkah demi selangkah,
tuk meniti arti dalam hidup ini…
aku dan ketegeranQ kan senantiasa membawaku dalah semngatku,
dalam keseksamaanku, dalam kedewasaanku, dan dalam indahnya menuai cita yang ku damba…
cinta allah kan selalu menuntukq, di kala aku, sedang letih, tak bersemngat, keragu2an, kesedihan, dan kenestapaan…
allah kan selalu menjagaQ tuk selamanya…
ya rabb, ijinkan hambaMu, tuk terus istiqomah di jalanMu,
mengharap ridho dan kasih sayangMu…
cukupkanlah hambaMu ini hanya denganMu…
berikanlah apa yang terbaik menurutMu, untuk hambaMu ini…
harapku ada di sini, menemaniku, dengan senyumku…
_alone with luph_
Just remember for the last
Hari itu, saat smua’a indah,, aq ucpkan bnr2 dan aq yakini benar-benar dlm hati, jika ini smua hanya untukMu y raBB Quw…
Aq b’pasRah diri dlm hati ini tUk sLL dlm ridhoMu,,
suNgguH,,
Dulu aq yakin, bahwa Kau telah mnciptakan’a untuk hambaMu ini,,
tapi,kykinanQ salah benar,Kau b’khendak laen,
Kau ujikan smua’a untukQ,tuk bukTikan cintaku pd sang RaBb,
aq kalah,
aq dlm nestapa,
tapi,siapa yg kan dEngar rengkuhanQ,, hanya KAU y raBb, yg snntiasa mnjgQ,tiap pg,petang,mlm,,dn tiap dEtak nafas ini t’ucap rS syukur untUkMu,
ampuni hambaMu y raBb, biarkan ragaQ ini, jd milikMu slma’a,
kan Q Hpz memOar yg tak lg KAU p’kenankan…
Inilah,tUk t’akhr x-ny q mNgingt it, dn tak akan lg q ingat, wlo smua’a pzt akn trz t’simpan d ht ini…
Lindungi hambaMu ini y raBb, tnjukkan jLn yg t’baek u/ hambaMu. Amin yrb.
I believe, I can do it
I believe, I can do it
“Kurang 15 menit lagi,, ya Allah aku belajarnya belum selesai ney, gimana ya??? Uaduh pusiiiiiing, kalau belajar sekarang juga gag bakalan masuk, gimana dong??? Ya Allah, bantu aku….” Keluh si Mia.
“Hmm… udah tenang aja mi, aku aja bawa contekan ney, hehehe, siiip gag, ntar aku bantuin deh, tenang aja…” cetus Romi.
“Hah????” Mia kaget.
“Iya, napa?? Mau gag??” tawar Romi.
“Emm………………………....”
Mia masih terus berpikir untuk menjawab tawaran temannya itu.
Terus, menurut teman-teman apa ya, reaksi mia?? Apa ia akan menolak, atau langsung menyetujuinya?? Untuk mendukung Mia memberikan jawaban terbaik pada Romi, sebelumnya kita bahas yuk, kira-kira jawaban terbaik apakah yang harus ia berikan?
Teman-teman masih ingat tidak dengan pelajaran SD dulu, ketika guru kelas 1 atau 2 kita mengajarkan kita tentang pelajaran budi pekerti luhur yaitu PPKn (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan) bab jujur. Ingat kan?? Apalagi, ditambah dengan palajaran Pendidikan Agama Islam yang sedari SD sudah diajarkan. Bahkan dari kanak-kanak pun kita sudah diajarkan bagaimana bersikap jujur pada diri sendiri oleh kedua orang tua kita. Jadi, tak dapat kita pungkiri bahwa sebenarnya kita sudah benar-benar tahu bagaimana hakikat kejujuran itu. Hanya saja, mungkin dari diri kita sendiri yang belum mampu mengamalkan sikap tersebut.
Sebenarnya akhlak terpuji itu dapat kita lakukan setiap hari, setiap saat dan setiap waktu yaitu dengan berlatih dan terus berlatih. Salah satu hal yang dapat membantu kita istiqomah adalah kejujuran adalah dengan “mengingat mati”. Tahukan teman, akhlak jujur itu adalah akhlak yang sungguh sangat mulia, salah satu akhlak dari suri tauladan kita, baginda Rosul, nabi Muhammad saw. Jadi, ketika kita mampu mengaplikasikan akhlak mulia tersebut, maka di mata Allah pun kita kan mulia. Tidak senangkah jika kita diberi nilai yang sangat indah oleh sang Rabb kita???. Iya, mungkin kita tidak akan tau apakah itu benar atau tidak, tapi kita yakin bukan, karena Allah itu ada. Mungkin satu hal yang sering membuat kita ragu, yaitu karena kita tidak lang sung mendapatkan balasan yang terbaik dari Allah di dunia ini, tapi yakinlah, Allah akan membalas semua perbuatan kita suatu saat nanti, tanpa kita duga.
Mungkin banyak anggapan yang sering muncul serta sering merecoki pikiran kita, yaitu bahwa “orang jujur itu akan ajur”. Tapi apakah benar anggapan itu? Mungkin jika standar penilaian itu di dunia, mungkin bisa saja, tapi sebenarnya nikmat yang didapat dari orang yang tidak jujur itu hanyalah semu dan hanyalah nikmat yang tak diridhoi oleh Allah, itu hanyalah kebohongan belaka, hanya nikmat dunia saja yang tidak kekal, dan akan berakhir dengan cepat. Misal saja jika kita bohong pada saat ujian, kita tidak jujur dalam mengerjakan ujian, lalu mencontek teman, mungkin hasil yang didapat akan bagus, ya, tapi itu dimata manusia, tapi apakah dimata Allah seperti itu? Jawabannya tidak. Allah sebenarnya menilai setiap pekerjaan manusia tidak berdasarkan hasilnya, tetapi berdasarkan prosesnya. Proses yang baik akan mendapat balasan yang baik oleh Allah, begitu pula sebaliknya. Lalu apa yang membuat kita ragu untuk berbuat jujur? Apakah karena prioritas kita ‘nilai’ atau ‘IPK’ yang bagus? IPK atau nilai yang bagus dapat kita peroleh dengan benar-benar memanfaatkan belajar kita yang maksimal, insyaallah hasilnya pun akan maksimal.
Terlepas dari masalah itu, coba kita sedikit membayangkan kemungkinan terpahit yang akan kita dapatkan ketika kita tidak jujur. Seperti yang tadi di awal kita bahas, bahwa kunci kejujuran adalah dengan “mengingat mati”. Teman-teman, coba sejenak kita bayangkan dan pikirkan, bagaimana jika ketika kita sedang mencontek (tidak jujur) pada saat ujian, tiba-tiba Allah memanggil kita. Allah mengirimkan malaikat pencabut nyawanya ‘izrail untuk mngambil ruh kita saat ujian, apa yang bisa kita lakukan? Apakah kita sempat bertaubat? Apakah kita sempat untuk meminta Allah menunda kematian kita? Tidak bisa, tak akan bisa yang menghentikan kehendak Allah, dan kita pun tak tau, kapan kita akan dipanggil oleh Allah untuk menghadapnya. Lalu, dapatkah kita bayangkan ketika kita sedang enak-enaknya mencontek, tiba-tiba ruh ini terlepas dari jiwa yang kekar ini? Kemudian, apa,yang dapat kita berikan dan pertanggungjawabkan kepada Allah? Kita meninggal di saat sedang melakukan hal yang tidak jujur, apakah Allah akan memaafkan kita? Apa kita sempat meminta ampun kepada Allah? Lalu, jika kita begitu, berarti kita meninggal dalam keadaan bagaimana? Dalam kondisi yang sangat tak diridhoi Allah bukan? Iya, dalam kondisi su’ul khotimah, na’udzubillahi mindzalik, semoga kita tidak mendapatkan kondisi seperti itu.
Ada beberapa firman Allah yang mengatakan:
فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لاَ يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلاَ يَسْتَقْدِمُونَ
artinya: “Maka apabila telah tiba ajal mereka (waktu yang telah ditentukan), tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak pula mereka dapat mendahulukannya.” (QS. An-Nahl: 61)
وَلَنْ يُؤَخِّرَ اللهُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا
artinya: “Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan kematian seseorang apabila telah datang ajal/waktunya.” (QS. Al-Munafiqun: 11)
Seperti itulah teman, tak ada yang tau sampai kapan umur kita, dan dengan jalan bagaimanakah kita akan dipanggil Allah, serta disaat seperti apa kita akan bertemu denganNya. Tentu kita menginginkan pertemuan yang sangat indah bukan dengan sang Rabb, lalu apa yang menunda-nunda kita untuk terus mempersiapkan tiap detik nafas kita dengan segala kebaikan. Sesungguhnya tiap detik yang berlalu, itu menandakan bahwa jatah umur kita pun juga sudah berkurang. Kita tak tau apa dan bagaimana kehendak Allah. Memang hidup mati seseorang sudah ada yang menuliskan, tapi kita sebagai hamba Allah bukankah perlu mempersiapkan yang terbaik pula untuk bertemu pada Raja Diraja kita, kita harus membawa amal dan kebagusan Akhlak sebanyak mungkin, karena itulah bekal kita untuk di akhirat nanti, tempat hidup kita yang sebenar-benarnya, yang akan kekal selamanya.
Oleh karena itu, mari perbanyaklah amal shalih, lalu berjihadlah di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bersegeralah kepada kebaikan. Sehingga ketika disuatu saat malaikat izrail mendatangi kita, maka kita sudah siap dengan semua “tabungan akhirat” kita, dan semoga kita dipanggil Allah dalam khusnul khotimah, amin ya rabbal ‘alamin.
Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullahu berkata, “Ad-Daqqaq berkata, ‘Siapa yang banyak mengingat mati, ia akan dimuliakan dengan tiga perkara: bersegera untuk bertaubat, hati merasa cukup, dan giat/semangat dalam beribadah. Sebaliknya, siapa yang melupakan mati ia akan dihukum dengan tiga perkara: menunda taubat, tidak ridha dengan perasaan cukup dan malas dalam beribadah. Maka berpikirlah, wahai orang yang tertipu, yang merasa tidak akan dijemput kematian, tidak akan merasa sekaratnya, kepayahan, dan kepahitannya. Cukuplah kematian sebagai pengetuk hati, membuat mata menangis, memupus kelezatan dan menuntaskan angan-angan. Apakah engkau, wahai anak Adam, mau memikirkan dan membayangkan datangnya hari kematianmu dan perpindahanmu dari tempat hidupmu yang sekarang?”(At-Tadzkirah,hal.9)
Bagaimana teman-teman, dengan sedikit uraian di atas masihkah kita tak akan jujur? Padahal setiap detik kematian itu mengintai kita. Lalu, apakah kita mau perbuatan tak jujur itu akan mengantarkan kita ke pintu Allah? Nauzhubillahi mindzalik, semoga Allah menjauhkan kita dari perbuatan yang tak diridhoi-Nya.Amin.
Hmm… Alhamdulillahirobil’alamin, sedikit uraian yang panjang, insyallah ini akan membantu Mia untuk menjawab tawaran Romi. Jadi, teman-teman dah tau kan, apa yang akan dikatakan oleh Mia, mari kita simak kembali lanjutan percakapannya.
“Emm…. Gag deh, makasih, aku takut ma allah, nanti kalau tiba-tiba pas ujian aku meninggal gimana?? Aku kan gag mau masuk neraka… iih… nauudzubillahimindzalik…” celoteh si Mia.
“emang mpe segitunya Mi?? jangan nakut-nakutin gitu Mi!!! aku kan jadi merinding… ” timpal Romi.
“ya, kan kita gag tau kapan kita akan mati, yang penting persiapkan bekal yang terbaiklah buat kita..gitu,, OK!!! Tujuan kita kan surga Allah toh?? So, ayo, kita cari deh ridho Allah sebanyak-banyaknya…” jawab mia.
“oh iya yah, ok deh… sip sip sip, aku juga mau masuk ke surga Allah kog..”jawab Rio Semangat.
“yupz, kamu juga masih ingat kan, ada salah satu ayat Allah yang berbunyi seperti ini, كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ, artinya: “Setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati"
So, mari kiat persiapkan bekal yang sebanyak mungkin… no cheating until the end ya???”
“Ok deh, nih, contekannya aku buang, insyaallah aku pasti bisa!!” tukas Romi.
Tiba-tiba bel berbunyi,tanda ujian sudah masuk.
Tak lupa, kemudian mereka berdua berdoa,“Bismillahirrohmanirrohim, ya Allah mudahkanlah kami dalam mengerjakan ujian ini, sesungguhnya Engkaulah zat yang mengetahui hal yang terjadi sesudah dan sebelumnya. amin yrb”
So, marilah teman, berbekalah kebaikan, Persiapkan amal shalih dan jauhi kedurhakaan kepada-Nya! Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.
Semoga sukses Ujian… amin ya robbal ‘alamin…
Semangat!!! ^^
_alone with luph_
assalamualaikum
assalamualikum warrahmatullahi wabarakatuh.....
alhamdulilahirrobil ’alamin, aku sekarang barada di sini....
semoga bisa bermanfaat.........
salam kenal buat semuanya....
hari baru, dunia baru
Allahu akbar ^^
_alone with luph_


