Sahabat, “ia” tak akan datang kedua kali, kesempatan ini hanya sekali dalam hidup, ketika sang keputusanmu tak segera kau luncurkan, maka kesia-siaanlah yang menghampirimu.
“Ia” mungkin susah, bahkan sangat mengganggu pikiranmu, ketika tak kunjung ada kesepakatan antara diri (hati ini, qalbu), dengan fihak luar sang penanggung hidupmu.
Benar, hal yang paling indah, ketika kau sudah wacanakan dan bicarakan dengan lembut, baik, hingga diterima “ia” di hadapannya dengan tangan terbuka, tanpa keluh atau syarat sama sekali.
“ia” bagai dawai yang begitu lembut, mampu mengubahmu menjadi pejuang tanpa tanding, pejuang ksatria, pejuang tahan banting, dan pejuang berakhlak islami.
“ia” kadang menyusahkanmu, tapi “ia” mencoba melatihmu sedikit demi sedikit untuk gempuran dahsyat yang tak tau kapan akan menghampirimu.
“ia” meminta waktumu banyak sekali, hingga keluanganmu habis tak tersisa, tetapi disitulah kau dilatih menggunakan waktu terindah dalam hidupmu, tanpa menyia-nyiakan sedetikpun.
Kadang “ia” merampas paksa waktu tidurmu, hingga tak terasa pagi menjelang, dan kau cukup menaruhkan senyum kepadanya.
“ia” tak dapat kau temui di sembaang tempat, karena “ia” istimewa untuk yang “teristimewa”, ialah kau.
Dan “ia” akan menjadi kawan sejatimu menghadapNya di kelak, bahkan “menemanimu” menghantarkan jalan terindahmu semasa hidup pada para hakim, sang malaikat.
“ia” lah sang pendampingmu “AM*NAH”
LALU, MASIHKAH KAU MERAGUKANNYA???
~~hz~~
GARA-GARA MASAK
(Resep Teriyaki)
“hes, ibu gak masak sore ini, ini okeh iwak (baca: banyak daging), meh bawa mentahan apa mateng???”
“mateng aja bu….” Seruku bergembira
“ya, tapi, masak dhewe yo”
“iya bu, masak teriyaki ya bu…hehehe”
“ya, ya, karepmu, yang penting jangan mpe isya’, ibu meh nonton sinetron”
Woooooo…. Ibuku, ternyata sedang terkena virus kebanyakan ibu-ibu sekarang, bener-bener wabah, dah, sinetron “***** yang T*RT*K*R” itu jadi santapan lezat, sesudah shalat isya. Alhamdulillah, shalat isya duluan… ^^ (peace…. Session ini akan dibahas di selanjutnya).
Kembali ke masak-memasak…
Baiklah, kali ini saya terpaksa memaksa sendiri. So, searching dulu, Alhamdulillah, di rumah bisa inet, meski rumah saya terhitung sangat pedalaman (baca: jauh dari kota).
Berselancarrr….. berselancar……. Di dunia maya… ^^
Kali ini saya sangat semangat untuk memasak, entah kenapa, meski kadang bakat terpendam ini tidak dipercayai oleh orangorang di sekitarku, kecuali ayah bunda. J
Masak..masak..masak,
Ahaaai, sudah ketemu pikirku, ternyata banyak sekali resep-resepnya, tapi, versinya beda-beda. Okelah, yang seadanya bahan di rumah ada aja.
Setelah kubaca semuanya, so, aku simpulkan, aku akan menggunkan resepku sendiri, dengan berbagai sumber, dan beginilah jadinya.
BAHAN :
1. ¼ kg Daging sapi…. (wah..wah..wah…, ndak ado, adanya daging kambing, ya sudahlah, ndak apa, teriyaki kambing…ihihih)
2. 2 buah Paprika merah dan ijo… (hmm, di rumah gak ada, gantinya pake tomat ijo dan merah aja dah…)
3. 2 siung Bawang Bombay … (ndak ada bawang bombay, adanya bawang jakarte… ya udah, 4buah aja dah)
4. 4 siung Bawang putih
5. 2 cm jahe, dikeprak
6. Lada item/putih secukupnya…. (kata ibuku, 1sdt aja, ndak kepedesan)
7. 10 buah cabai ijo dan merah… (wah, kepedesan, dah 5saja cukup)
8. 1sdm kecap asin dan manis (ndak ado kecap asin, yang manis saja lah, ndak apo)
9. 1sdm saus tiram, (ndak ada juga, gapapa)
10. Gula secukupnya
11. Garam sesuai selera
12. Minyak goreng dan / minyak wijen jangan lupa
Nah…… itu bahan-bahan-nya, “TERIYAKI ALA HEZ”
Caranya gimana: (notes: ini resep saya nggih, bukan resep aslinya)^^
1. Siapkan wajan, yang sudah diberi minyak goreng secukupnya, lalu, lada item,jahe, kecap, saus, dan daging dimasak, setelah di osreng beberapa menit, tambahkan air, agak banyak untuk ngerendem, lalu di ungkep selama 30 menit.
2. Sambil menunggu selama 30menit, bikin campurannya dulu, bawang merang,putih,paprika, cabe, di tumis, jangan terlalu gosong
3. Campur tumisan dengan daging tadi yang telah dimasak 30menit.
4. Setelah itu, beri gula dan garam secukupnya, beserta saus tiram.
5. Diorak-arik, biarkan, beberapa menit, lalu jadi deh…….
Alhamdulillah jadi….
Tapi, lain halnya dengan masakan made in hez ini… hehe…
KEJUTAN atau TERKEJUT ???
Ini pengalaman yang aneh......
Bin LUCU.... (menurt saya loh)
Seri Rhee dan Rama
Engkau Akan tau, Ram.... Rhee.....
“kriiiiiiiiiing.............” suara telpon berbunyi,,
“kriiiiiiiiiing..........kriiiiiiiiiing...........kriiiiiiiiiiing............” sekali lagi berbunyi..
“ya Allah, udah jam 10malam gini kok ada telepon??? Siapa si???” gerutu Rhee.
“hallo, assalamu’alaykum......”sapa Rhee
“ ’alaykumsalam” jawab suara di seberang sana.
Eits... deg.... sontak saja Rhee kaget. Yak, karena yang menjawab salamnya, seorang putra. “wuaduh mlam-malam gini, ngapain ni cowok keliaran telpon aku gak jelas, mau ngerjain ato minta di jitak ya!!! huh,,, “ gumam rhee sendiri.
Di seberang sana, masih menyapa “hala Rhee...Rhee... masihkah disitu???”
“hey, jawab dong, ini saya, Rama...”
Haiikkkkkkkk.... Rama??? Berpikir 7x, mau apa ni orang,, ya rabb, telpon malam, gak tau sopan santun ya..... kalo aja, orangnya di dekat sini, pasti udah tak laporin pak Satpam” pikir Rhee sejenak, dengan agak memendam amarahnya.
“hallo..........hallo......” suara itu masih betah memanggil-manggil sang lawan bicaranya.
“iya, halo, ada apa toh, malam-malam telpon. Udah ya, ganggu orang tidur tau!!! Afwan, saya tutup dulu... wassallll.......” kata-karta Rhee terpotong Rama
“eh, tunggu dulu, jangan berpikir macam-macam.... Cuma bentar kok, saya butuh bantuanmu Rhee, mendesak banget.”
“tapi bisa besok kan???” tukas Rhee
“nggak... harus sekarang........” tegas Rama
“Besok”
“sekarang”
“Besok”
“Sekarang”........
“Ok.. segawat apa??? Jika itu menyangkut masalah umat, dan menyangkut hidup mati seseorang, saya mau.. udah bilang ada apa??? Waktu kamu gag lebih dari lima menit!!!”
“Siip, ini masalah umat kok, tenang aja, hehehe”
“ok, gak usanh cengar-cengir, to the point!!!!!!!”
“jadi gini sebenarnya, yang pengin kutanyakan.... emm... ehm........ siap-siap dulu ya, tolong siapkan mentalmu, jernihkan pikiranmu, dan dinginkan otakmu dulu, ini benar-benar butuh jawaban yang serius, mantap, dan yakin, karena akan segera aku laksanakan malam ini juga.. pertimbangan dan jawabanmu, sangat menentukan masa depanku, kelak...ok! deal!!!” jelas Rama panjang lebar, dengan nada yang sok serius.
Ehm.... sontak saja membuat Rhee, berpikiran aneh-aneh,, kata-katanya itu sangat tak terbayangkan. Bagai seorang yang ingin “melamar” saja. Pikirnya.
“aiih....... apa lagi ini, awas jangn macem-macem ya Ram, kalo sampai kamu ngomong yang aneh-aneh,liat aja, besok kau tak akan hidup tenang!!!!!!!!” ancam Rheee
“OK, sipp,, siap lair batin dah... hehehe”
“yaudah, piye??”
“ehm.... jadi gini, jangan kaget ya,,, sebenarnya yang tak bilang itu....” ehm....” nada sok jaimnya keluar
Di seberang, Rhee dah gak karuan, berpikir macam-macam, dan tak henti-hentinya mengucap istighfar,, dag...dig...dug...., gemetar, penasaran, bingung, semuanya campur aduk, padahal Rama belum bilang sepatah kata pun.
“OK. Langsung aja. Ajadi gini, karena saya anggap, kamu adalah orang pertama yang sangat tau, dan mau membimbingku, kli ini, benar-benar semuanya ku serahkan padamu”
“aits......... apaan maksudmu ram? Jangan macam-macam ya..........” potong Rhee segera.
“Eh, jangan bur-buru, pasti dah suuzon dulu,. Aneh, orang saya belum selesai bilang kok, lagaknya, udah sok tau banget sih!!!!! Jadi gini, biasa aja dong non,maksud saya...........” agaak dilama-lamain...
“cepet e Ram.... udah jam 10 lewat..”
“ iya bu, tapi jawab dulu, kamu mau kan, bersedia kan???”
“apalagi si, ni orang,saya ndak akan bilang apapun, kalo kamu belum bilang yang jelas....”
“ya kamu harus jawab dulu, ya atau gak???”
“gak mau, nek gak mau bilang sekarang, saya tutup ya, ok, wasalam...”
“eh, tunggu, ok, yupz,jadi gini, emm.... rhe... sebenernya......... eh... eh....eh.... saya mau tanya, sebenarnya,,, JAWABAN SOAL NOMOR 1-5 PR FISIKA APA?????????” Hehehe ^-@”
“hah?!@!@$%^((&*(*^&%?”><:%$%#@~!@$^%*&P((_*^&^&%%^$%#@!............ Sreetttttt... glek.... apa-apaan ni orang,,, jadi intinya, mau tanya ini, kenapa gak dari tadi????”
“maaf..maaf...”
“buang-buang waktu aja... saya kan dah bilang untuk soal yang kayak gini,kamu coba ngerjain sendiri, jangan nagadelin saya, afwan ya.....”
“dan inget, jangan harap saya mau ngasih jawabannya,!!!!! Inget juga, ini bukan mencakup hidup mati umat ya,, lain kali dipikir lagi kalo mau telpon!!!! Inget juga, jangan pernah telpon saya lagi, kalo bukan masalah yang urgent, masalah umat!!!!!!!! Dan inget juga, jang telpon nopn muhrim malam-malm, diatas jam malam, apalagi seorang aktivis seperti kamu, afwan, bisa nimbulin fitnah, lagipula tak baik, dan tak sopan, mengganggu orang !!!!!! ok!!!!!!!! Cukup juga kayaknya, malam ini saya dikenyangkan dengan pekerjaan usilmu ini . tolong ya, LEBIH HARGAI SEORANG PUTRI!!!!!!!!!!”..
‘Rhee,, maaf, tapi, ini banar-banar masalah umat,kalo saya gak bisa ngerjain, bisa gawat, pasti dimarahin Mr X.”
“whatever, tapi, caramu sangat-sangat gak bener....... saya sedih Ram, saya kira kamu dah ngerti, gimana adab yang baik seorang muslim.... afwan jiddan..... lain kali, dipirkan mateng dulu, sebelum benar-benar bertindak!!!!! Jangan berpikir, tiap perempuan itu sama, liat kondisi, dan opahami dulu!!!!! Afwan, maaf. Saya tutup, wassalamu’alaykum....”
“klek...”
‘hallo, hallo, Rhee.... Rhee, maafkan aku, rhe.....”
“Huh, sia-sia, kenapa Rhee, sebegitu emosinya??? Padahal kan??? Huh” ... gerutu Rama..
Entah apa yang ada dipikiran rama sekarang yang jelas, dia merasa sangat bersalah, dan sebenarnya, memang ada maksud lain yang ingfin dia sampaikan, tapi, Rhee, sudah sa;lah paham, dahulu....
‘maksud Rhee,,, apa ya??? apa maksud kata-katanya, itu??? aku harap dia mau menjelaskan, dan semoga aku bisa segera tau, maksud kata-katanya itu... HARUS!!! Sabar... ganbate Rama”....
si seberang sana, Rhee, mengelus data, dan beristighfar,”Ya rabb, kenapa lagi ini orang, maafkan hambamU, telah, memarahinya, maafkan hambaMu, jika melampaui batas...” tetesan air menetes mengaliri pipinya.
“ram, suatu saat akamu pasti akan mengerti, apa yang ku maksud....” gumam Rhee, dengan penuh harap..
Dan yak, malam ini, berakhir, dengan tutupan mata yang penuh makna............
Bismillah.... ^^
-alone with luph-
Morning @kos BBs
291209/0645
seri Rhee
Rhee, Rama, Ada Apa???
“Bukan itu yang saya maksudkan”... (gerutu Rhee dalam hatinya, ketika tak sengaja sepintas melihat teman dekatnya berperilaku yang kurang disukai Rhee).
“hufft.... memang sulit, berdakwah itu, harus perlahan, tenang, gak perlu terburu-buru, terencana dengan matang, dan yang terpenting mulai dari perbaiki niat, dari diri sendiri, mulai saat ini,n mulai dari yang kecil....” iya kan???” pikir rhee, sambil mengingat pesan dari seseorang, “oh ya, tambah satu lagi... jangan suka mengeluh !!!!!!! J”.... piss... ^V^.
Parah sekali hari Rhee kali ini, ada banyak hal yang tertinggal dari dirinya, mulai dari amaliyah rutinnya yang kececeran, hingga tugas kuliahnya, yang belum juga rampung. Ditambah lagi setelah melihat temannya melakukan hal yang emang “kurang disukai Rhee, ---hanya menambah emosi Rhee semakin tak karuan-- . entah kenapa Rhee hari ini, apa karena “PMS” (ssstt... just 4 cewek ya ^_@), atau karena ada masalah lain??? Entahlah, yang jelas, hari ini serasa dunia mau runtuh, semua acara rhee bertubrukan, tak jelas, murat marit,membuatnya pusing, dan berpikir yang aneh-aneh.
Hal pertama yang sangat menohok Rhee dan membuatnya sampai harus berpikir berulang kali, karena tak percaya dengan apa yang ia lihat yaitu emmm.... Ya, benar, seperti apa yang ditulis di awal tadi, karena “her friend”.
Sebelum berpikir macam-macam, kenalkan dulu teman Rhee yang satu ini, ehm...ehm... “afwan, walaupun seorang akhwat, boleh kan punya teman putra, gak salah juga toh. Yupz, teman Rhee, yang satu ini seorang putra yang mungkin sudah dikenal seantero angkatannya, karena orangnya yang cakep, supel, dan yang jelas, aktivis pula (walaupun lagi belajar). Hmmm, siapa si yang gak kenal orang satu ini??? Pasti Cuma angkatan-angkatan atas, yang dah males terjun ke dunia aktivis, atau orang-orang yang enggan berpaling ke dunia yang lebih “ramai” ini.
Lalu,kalau seorang Rhee sendiri,adalah akhwat yang terkenal berjilbab gedhe, aktivis dakwah kampus, yang seabrek kegiatan, dan yach, gak ada tampang foto model dah, Cuma pas-pasan aja, standart. Cuma ya itu, gregetnya buat belajar, berdakwah, dan menulis nya itu yang benar-benar kuat, hingga semua teman-teman aktivis mengenalnya. Satu hal yang sering jadi identik Rhee, dia terkadang bisa “childish” banget, tapi juga bisa “dewasa” baget.. aneh ya... hmm. Tak tau “kesambet” apa, hingga Rhee bisa kenal dan akrab dengan sosok putra itu. eh, benar juga, dan emang harus kenal, karena, sosok putra ini, teman sekelasnya, hehehe, ^^, apalagi aktivis, walaupun belum begitu “paham” ^^.
“Rama Bayu Saputra” itulah namanya sosok yang dibilang “keren” oleh seantero orang-orang fakultasnya. Namun, bagi Rhee, sendiri, hmm, masih dalam batas kewajaran, (ya emang ganteng sich, tapi, kalau bukan siapa-siapa, buat apa, mengaguminya, lebih baik kagum ma yang nyiptain, ya gak!!!). mungkin karena terkenalnya orang ini, sering membuat Rhee ragu-ragu dan aneh, jika ingin komunikasi atau interaksi apapun dengan orang ini. Salah sedikit aja, bisa-bisa dikerumuni orang-orang fakultas, atau harus disidang oleh dewan syuro’ kampusnya.. hufft... tapi, mau gimana lagi??? Ini sudah janjinya dengan orang itu.
Ya, janji seorang Rhee pada Rama, bahwa ia akan mengajarkan, menularkan sedikit demi sedikit ilmu agamanya pada Rama. Namun, karena di beberapa hal, kedua orang ini sangatlah bertolak belakang, jadi sering suatu hal yang dipahami oleh Rhee ditafsirkan berbeda oleh Rama, sehingga tak jarang mereka berdebat atau bertengkar hanya mungkin karena sebuah “statemen” yang meluas pemakanaannya.
Hal ini jugalah yang juga membuat hari Rhee kali ini menyebalkan.
Rama datang ke kampus, telat, dan sengaja duduk di belakang. Tapi, tak disangka, dia duduk di dekat seorang putri, dan psstt, karena Rhee di depannya, dia tau, bisikan ucapan “terima kasih” Rama pada gadis itu. Upps... ternyata... (pikir Rhee).
Hal itu, sudah tak jadi pemikiran buat Rhee, karena kuliah sudah mulai, semuanya berjalan dengan lancar dan tenang seperti biasanya, hanya saja kursi di belakang Rhee, mendadak “berisik” akan canda gurau dan “pembicaraan aneh” yang tak dimengerti Rhee. Sudah tentu orang di belakangnya itu, tak lain dan tak bukan adalah rama dan sang gadis. (note: “gadis” ini “not his girl friend”).
“Upph... berisik banget!!!!!!!!” , bisik Rhee pada shintya, teman samping bangkunya...
“udah biarin, orang-orang aneh itu, mereka sedang membicarakan bisnisnya” jawab shintya.
“oh...” jawab Rhee pelan. “bisnis tempatnya bukan di kelas, ruang belajar kali ya.... huh... “, gumam Rhee pada dirinya sendiri.
Kali ini, kuliahnya telah usai, saatnya pindah ruang. Eits,,tiba-tiba ketika Rhee, berbalik, melihat sesuatu yang aneh... astaghfirulllah, Rhee hanya bisa mengelus data, agak kecewa dan sedih. Hal yang diluar dugaan Rhee. Rama... ya, tindakan Rama itu.
Entah saat itu ada teman-teman ADK sekelasnya yang melihatnya juga tau tidak, mungkin jika ada yang lihat, pasti akan jadi perbincangan dan bahasan empuk untuk syuro’ nanti. Rhee berharap, tak ada yang tau, biar ini yang melihat Rhee, dan cukup Rhee,Rama, dan Allah lah yang menyikapinya.
Seorang ADK (aktivis dakwah kampus) khilaf akan tindakannya. Mungkin ini bukan masalah yang besar bagi orang-orang, tapi, bagi Rhee, ini sangat besar, karena hal ini lah yang tadi malam, baru mereka bicarakan sampai tuntas, dan mencapai keputusan bersama yang deal. Tak memberatkan pihak manapun.
Adab tentang bergaul dengan lawan jenis. Itulah tema yang tadi malam mereka debatkan. Itu yang membuat Rhee berkali-kali istighfar, dan bilang ”bukan itu yang saya maksudkan...”.
Rama melakukan hal yang fatal... begitulah pikir Rhee. Kali ini, rama melakukan kesalahan yang tak bisa ditolerir Rhee, karena Rhee sangat tak suka dengan apa yang ia lakukan. Rama dengan sengaja dan jelas-jelas, memegang tangan gadis itu, mencengkeram dengan kuat, mengangkatnya, dan .........segera menariknya keluar dengan cepat, dengan bahasa-bahasa yang aneh, “sok mendayu”. Huh... benar-benar membuat Rhee kesal.
apakah itu seorang aktivis??? Begitukah caranya??? Padahal baru tadi malam dibahas tuntas, tapi kok gini??? Apa itu??? katanya mau belajar lebih paham agama??? Tapi kok tetap begitu??? Mana aplikasinya??? Katanya, sudah tau, bagaimana cara memperlakukan seorang non muhrim lawan jenis, tapi kok gitu??? Dan bla bla bla.... seribu pertanyaan bermunculan dan mengganggu pikiran Rhee.
Tiba-tiba rhee tersadar, astaghfirullah, kok gini??? Ya allah, ampuni hambaMu, jangan bilang hambaMu ini sedang “cemburu”, astaghfirullah... hufft... tenang...tenang...tenang...
~hz~
Teringat dengan pembicaraan semalam tadi lewat sms.
Rhee : “Kamu tau kan gimana istimewanya islam memerlakukan seorang perempuan. Pasti, tau bagaimana kisah-kisah para perempuan agung nan suci milik islam, beliau, siti mariyam, aisyah, khadijah, dsb. Rosul pun juga mencontohkan yang terbaik untuk umatnya, tentang bagaimana bergaul dan menghoramati seorang perempuan baik itu muhrim atau non muhrim”
Rama: “iya. Terus kenapa, bukankah asal tak menyakitinya itu sudah baik-baik saja, dan diizinkan oleh islam kan?”
Rhee: “iya benar, tapi, islam mengaturnya dan mengemasnya lebih bagus dan detail tanpa mengurangi kesucian dan kekhasan seorang perempuan. Untuk menghormatinya dan menjaganya, islam mengajarkan perempuan tuk menutup aurat. Perempuan dalam islam sangat diajarkan bagaimana detailnya beradab mulai dari ketika masih dalam keadaan gadis, atau bersuami. Nah, tinggal, bagaimana seorang kaum adam bisa benar-benar memperlakukan kaum hawa istimewa, layaknya yang nabi ajarkan”
Rama : “tapi, aku manusia biasa, masih tetap seorang Rama, yang tak luput dari kesalahn loh. Terus gimana aku bisa mengistimewakan mereka??? Padahal kan katanya islam gak bolehin ce dan co terlalu dekat, iya gak?”
Rhee : “memang benar, tapi sebagai hamba Allah dan muslim, kita berkewajiban untuk taat pada al quran, dan al hadist, dan salah satunya yang ada di dalamnya adalah tentang bagaimana seorang kaum adam memperlakukan dengan baik kaum hawa”
Rama : “ok. Siip, saya mudeng, tapi, watak orang gak bisa diubah??”
RheE : “hah??? Itu bukan watak tapi suatu kebiasaan yang dibentuk menjadi sikap yang lebih bagus, menjadi norma yang tertata rapi dalam kamus hidupnya”
Rama ; “kata-katamu banyak bersajak...intinya aja dah. Kalu menurutku, aku diajarin di rumah, ya, memperlakukan seorang ce ya kayak gitu, biasa aja, Cuma mungkin lebih diberi hati, gak kayak co,. Beda lagi kalo sama kayak kamu, harus, sedikit dijaga, nek gak, bisa kena timpuk ntar... hehehe”
Rhee : “eits. Bukan, gitu maksud saya. Boleh lah, itu pemaknaan dari kamu, tapi, jika kamu sudah mengenal islam sesunggunya, kamu akan kagum. Perempuan yang belum menikah, siibaratkan sebagai sesuatu yang sedang ditawarkan, dipajang di sebuah etalase yang benar-benar tertutup rapat, tinggi, hingga tak akan ada tangan-tangan jahil yang mampu menggapainya. Yang membersihkannya hanya pemiliknya semata. Dan haraganya pun juga sangat tinggi, karena sangat istimewa, belum pernah tergores apapun, hanya orang yang terpilihlah yang mampu memiliknya. Lani halnya dengan barang lain, yang dijual murah di pinggiran jalan, terkena debu, banyak dipegang-pegang orang, hingga jatuh, lecet, atau tergores. Hummmp, ya begitulah ibaratnya”
Rama : “ lalu, maksud kamu??? Aku gak boleh sembarangan memegang perempuan???”
Rhee : “kurang lebih, bukan aku yang melarang loh, tapi islamlah yang mengajarkan, selebihnya tafadhol kamu”
Rama : “tapi kalau dalam keadaan terdesak gak apa-apa kan???”
Rhee : “maksudnya??? Terdesak gimana?? Tergantung kondisilah, tapi, lebih baik dijaga”
Rama : “ hehehe, kalau, tiba, tiba ada ce terpeleset mau jatuh ke sungai, dan sementara aku didekatnya, gimana??? Masa mau ngulungin kaki, ya tangan dong,iya gak??? Hehehe”
Rhee : “#?&^%@$#&(@_)&&^^$%@$*”
Rama : “eh, kenapa kamu menjelaskan ini padaku??”
Rhee ; “tak apa, hanya ingin berbagi ilmu, dan yang terpenting bisa kau aplikasikan dalam kehidupanmu...”
Rama : “whats??? Insyaallah.... tapi, mungkin gak untuk suatu hal, kamu tau kan??? Teman sekelas kita... ce itu, ya, maaf, karena ada suatu misi yang ingin aku jalankan, jadi gak mungkin jika aku harus memperlakukan sperti itu padanya..maaf.”
Rhee ; “hah??? Maksudnya???”
Rama ; “ hmmm... suatu saat kamu akan tau... ^^”
Itulah percakapan mereka semalam.... benar-benar tak habis pikir, ternyata, ada hal lain yang tak Rhee tau, semoga saja itu adalah misi dakwahnya, semoga Allah, menridhoinya, amin...
Rama,,, walaupun sedikit mengecewakan, semoga misimu itu berhasil, (jika itu tuk agamamu, dan tuhanmu), insyaallah dimudahkan..
Notes:
“memperlakukan seorang perempuan sebaik-baiknya tak hanya bagi mereka umat muslim yang sudah lebih paham agama, tapi, kepada setiap perempuan, yanga da di dunia in, tak dibatasi, waktu, umur, dan tempat. Kapanpun, dimanapun dan kepada siapapun.... ^^”
_alone with luph_
021209/2245
@kos BBs,night
