Dan Aku Masih Menangis
ini sebuah cerita jeritan sang putri, dari ujung negeri sana....
....... ya Rabb.............
dan aku, sampai detik ini, masih ingin menangis
menangis, sekencang-kencangnya... sekeras-kerasnya...
tapi, hambaMu tak mau jika orang d dunia ini, mendengarnya...
Rabb, sampaikan... sampaikan...

biarlah tiap tetes air mata ini, menjadi butiran mutiara yang kan terbagi kelak
kelak ku, ingin ku sampaikan hanya padaMu, dan padaNya
tentang sejuta cerita ini
sejuta rasa ini
Rabb....
Maafkan aku,,,,,
Rabb....
Kau lah, pembolak-balik hati....
setiap sujudmu, hambaMu, selalu, inginkan, dia pergi, menghilang.....
tetapi, mengapa, masih kau sampaikan dalam ingatku....
Rabb....
izinkan hambaMu, menangis sepeluh-peluhnya...
hambaMu, yang penuh dosa dan nista....
semoga airmata ini, menjadi penenang segera dan selamanya....
Rabb...
Aku rindu Engkau.......

Puisi tak Berjudul
Pesan sang Umur
Di derap malam yang indah
Ada bintang menemaniku
Tak cukup satu bintang
Ribuan bintang lain pun menyambutku
Bagai putri dengan para pengawalnya
Senantiasa berada disisinya
Menemani........
Menjaga.....
Memberikan senyuman...
Kedamaian,
Kehangatan,
Dan kebahagiaan.....
Malam yang lain...
Ini malam terindah, karena....
Malam ini, hanya kutemukan 1tahun sekali,
Jikalah itu sempat kelak hari...
Malam bergantinya tahun usiaku...
Usia yang kadang melenakan,
Usia yang kadang menjerumuskan,
Usia yang kadang mendustakan.......
Bukan, bukan usia.......
Tapi ini aku,, yang membuatnya bersalah...
Usia sangat baik, menemani, memberi semangat hidup,
Karena ku yakin hari esok, usia kan menjemputku
Tuk berpetualang.
Namun umur, cemburu, dia mengingatkan.....
Bahwa usia itu licik, dia bersandiwara, aku dikhilafkan..........
Umur berkata, “bahwa aku tak akan lama di sini,
waktu kita berkurang sedikit demi sedikit,
perlahan lahan”,
Umur berkata, “tak ingatkah, ada yang sedang menunggumu, tuan....”
“Siapa???”, tanyaku,,,,,,,
Yang sangat mencintaimu,,,
Yang tahu segalanya tentang dirimu,,,
Dialah yang menciptakanmu.......
Tak ingatkah, dia sangat merindukanmu???
Ini hanyalah bonus waktu yang Ia berikan,
Agar kau mampu membeli tiket ,
Tuk dapat temuniNya...
Lalu, masih maukah kau mendustaiNya??
MeninggalkanNya??
Lama Ia menunggumu,tuk liat prestasimu.
Hadiahmu untuk orang tuamu,
agamamu , nabimu, rabbmu, dan
orang-orang yang kau sayangi.....
mampukah kau memberikannya???
Mampukan kau mewujudkannya???
Mampukah kau menyatukannya di firdausNya???
Inilah kesempatanmu, di hari ulang tahunmu........
_tertanda, yang mencintaimu, umurmu_
_alone with luph_
night@kos BBs
281209/2335
Kecupan untuk Rabbku
Sebuah Kecupanku........
Semoga Barokah......
Ini langkah awalku,
perjuangan dimulai,
dakwah akan senantiasa menjulang,
insyaallah,
dengan setetes demi setetes tinta,.
Dengan menyebut nama Rabb...
Ya Rabb, indahkan perangaiku,
Indahkan Amalan-amalanku,
Kuncilah lidah ini,
Jika tak mampu menyuarakan takbirMu,
Tutuplah telinga ini
Jika tak mampu mendengar seruan-seruanMu
Kuncilah Mulut ini
Jika tak mampu membaca firaman indahMu
Hentikan langkah kakiku,
Jika tak mampu menuju jalan kebaikanMu,,
Lumpuhkan tangan ini,
Jika tak mampu menggoreskan lafadz-lafadzMu
Hitamkan hati ini,
Jika tak mampu menukir dalam Ke-Esa-Mu...
Ya Rabb,,
Jiwa ini akan melangkah, ke dunia yang lebih menantang,,
Tunjukilah jalan kebenaranMu,
Istiqomahkan langkahku,
Tuk berdakwah di jalanMu,
Kumandangkan sunah dan kewajiban,
Sedikit demi sedikit,
Dalam goresan tinta yang lebih indah dan bermakna
Yang tak hanya untukku, tapi untukMu, dan umatMu...
Dengan penuh harap, kecuapn ini kupersembahkan hanya untuk
Rabbku............
_alone withluph_
@labphysic,yk
031209/1115
Pesan untuk kakak
Message for kakak....
Kakak, angkat telepon ana.... angkat.....
Tak dengarkah engkau, adikmu disini sendiri,
Tak dengarkah engkau, adikmu disini butuh kehadiranmu,
Tak dengarkah engkau, adikmu disini ingin kau dengarkan semua cerita-ceritanya....
Tak dengarkah,
Adikmu di sini, ingin kau beri nasihat-nasihat terindahmu...
Kakak...
Angkat telpon ana....
Tak tahukah engkau, adikmu disini menangis sendiri....
Tak tahukah engkau, adikmu disini tak mampu tegak berdiri...
Kakak....
Telepon balik ana....
Adikmu sangat ingin kau ber sejuta peluh kasih sayangmu,,
Sejuta indah senyumanmu,,
Sejuta saran tuk damaikan hati,,
Sejuta semangat, tuk hadapi rintih perih peluh ini....
kakak, semoga kakak, masih mengingat adikmu ini....
_dengan penuh harapan untuk kakak_
Teruntuk,, “kakak jelek”
Dari “nag kecil”
301109/1445@bemkmfmipa
Jikalah ........
Jikalah Pada Akhirnya |
Penulis: Azimah Rahayu* |
|
