Silahkan di baca bagi yang tau posisi amanah saya... (afwan nggih... semoga ada yang faham)
Sungguh, saya tak nyaman dengan beberapa hari di tempat ini. mungkin saya terlihat santai nyaman, bahagia, tersenyum, dan tampak tak ada masalah. Sebenarnya memang tak ada masalah, hanya saja, ada hal mengganjal (baca: perilaku beberapa orang yang tak sesungguhnya saya simpati).
Tempat ini milik siapa???
Milik semua mahasiswa di sini bukan??? Hanya mungkin pengurusnya yang sering di sini.
Saya tak nyaman ... inilah, yang memutuskan saya, mungkin ini baktiku yang terakhir di tempat ini, di amanah ini.
Sekelumit Celoteh Bersamanya
Alhamdulillah,,,
Yap, tepat, hari ini, saya bisa berkomunikasi dengan saudara saya yang ada di Kairo sana....
Senang rasanya, berbagi dengannya...
sepupuku, dulu dia lebih kecil dariku, tapi, sekrang sudah sangat besar, dan tinggi... Dulu, kita sering olok2an, sekarang, dia sudah tumbuh dewasa.
Cita-citanya tercapai, dia benar2 bisa membahagiakan orang tua nya. dia berhasil mendapatkan beasiswa di Al Azhar university... hmm subhanallah... :)
inilah sebuah sekelumit dialog, ketika bisa chatting dengan nya, namanya, ikhsan... :) :
-------------------------------
"maaf, hes, baru bisa hub.i, cz, sekarang lagi sibuk, ni sekarang lagi summer holiday, sekrang malah banyak orderan ni. lagi ada orderan nerjemahin buku.. hehehe, lumayan buat anak belum lulus S1"
"emnag kenpa??? bedanya apa???"
"anak S1 itu, lingkupnya lebih terbatas, sedangkan yang dah lulus S1 mereka lebih leluasa"
"oh... terus sekali orderan dapet berapa???"
"rahasia doong......... weee"
"ok..ok.. ada rencana pulang???"
"3tahun lagi, pasti, tahun depan, kalo, tabunganku dah banyak...doain yeee...."
"ok..ok.. emang liburan mpe kapan, knapa gak pulang???"
"mpe oktober, ya, lagi sibuk ni...."
"hmm...ok, kapan, kita webcam-an, mbah udah kangen tuh, ayau ibuku juga???"
"kapan2 ya, kalo dah kelar urusan di sini, besok, aku hubngin dah."
"siip, btw, kamu nge-kos tuh??? apa asrama???"
"nge kos, sewa rumah gitu, isinya orang indonesia semua ni... gak nge-asrama, cZ, kalo di asrama terbatasgeraknya, gak boleh ikut kegiatan organisasi afiliasi"
"oh, gitu, lah terus, biaya asrama yang dari beasiswa piye???"
"aku ambil,hehehe...."
"siip... pinter..."
"terus, kalo makan piye???"
"biasa aja, kadang pake roti, tempe juga ada, daging ma lainnya"
"wah, mau jadi penjual tempe ya???"
:ya nggaklah, ntar jadinya kerja tuh, bukan peljarmen.... hehehe"
"emang bedanya mesir ma Indonesia apa???"
"orangnya, tempatnya, suhunya. di sini adanya orang arab semua, (yaiyalah), gurun, suhunya juga"
"nah beda masyaraktnya apa???"
"di sini, orang mesir itu ramah2 kalo ada pendatang baru, lebih ramah, daripada orang di Indonesia. cuma, agak keras. ya, kayak orang batak Indonesia gitu, Keras, tapi, lembut dan ramah, ya gitu lah..."
"oh gitu, yayaya, kalo masalah bahasanya, kamu kesusahan gak???"
"gak dong, bahasa dasarnya, udah aku kuasai semua, dulu si, pernah susah adpatasi, di awal2 bulan pertama kali di sini, tapi, sekarang udah nggak...
"alhamdulillah.... hahaha, asyikk... kapan2 kita ngobrol lagi ya>>>>>>>>>>>"
"Oce, aku juga sibuk ni, sekarang breakfast, ma ada kumpu dari fakultas"
"oce dah.... see ya... salam..."
Missing u... Bunda...
dear diary.....
Ahad, 6 JUNI 2010. pukul 08.00.
dreeeettttt....dreeeeeeeeeeeeetttttttttttt..... bunyi getar hp.... message from umi_Q
"nduk, lagi apa??? Ibu kangen ni....."
"iya, bu, lagi di kampus, ada acara"
"kapan pulang???"
----------------------------------------------------
sampai, situ, saja, kini aku tlah berpikiran berbeda.... apalagi setelah ibu bilang. "ibu kesepian..."
mom...... maafkan hez....
tak, terasa, pipi ini tlah terbasauh oleh linangan air mata.
iya bunda, hez, akan pulang secepatnya.... bunda, tunggu hezz... tunggu...
hez... sayang bunda... 

with luph.......................
just for u.... love u so much.... ill be there soon.....
Muhasabahku....
Hari ini, Allah menegurku....
iya, aku ingat, aku terlalu, mendewakan masalh keduniawian...
semalaman aku begadang hingga pagi, hanya untuk menyelesaikan amanah di kampus....
aku lupa, hingga tak sekejap pun tidur malam,
dan akhirnya, samapai jam menunjukkan pukul empat pagi...
Aku, bersyukur karena pekerjaanku tlah usai,
namun, aku melupakan shalat malamku....
tilawah di kala malam ku....
hafalanku....
ya rabb... astaghfirullah...
pun tiba-tiba aku tertidur...
dan kutemukan subuh sudah mepet....
ya, dan aku tersadar, hariku akan tak seindah pagipun...
pun benar, targetku, sedikit kacau, karena teman-teman membatalkan janji...
pun banyak teguran dari orang-orang terdekatku....
semuanya... tiba-tiba seakan menjauh dariku....
belum lagi, Allah menegurku,
kendaraannku bocor, di tengah jalan hampir menbrak orang....
Astaghfirulllah....

Ya rabb, maafkan hambaMu....
hambaMu, senang, kau menegurku...
terima kasih ya Rabb....
Maafkan atas semua khilaf, lali, hambaMu....
Maafkan hambaMu yang berlumpur dosa ini....
hanya kepada Engkau, kami memohon,
dan hanya kepada Engkau kami berpasrah...
Untukku... Untukmu...

My Birthday???
Miladku?? Ulang tahunku?? J
Apa sebenarnya makna milad itu? ulang tahun? Birthday? Apakah hanya sebuah perayaan /peringatan saja??
Berulangnya tanggal, bulan kelahiran seseorang dalam tiap tahun, terkadang menjadi momen berharga yang dinantikan oleh tiap insan manusia. Tak ayal, saya.
Dulu, saya berpikir, ketika, miladku datang, pasti akan pesta ulang tahun, walaupun hanya sekadar syukuran, mengundang teman-teman, makan-makan, atau traktiran. Hmmm... kepikiran juga, tiap ulang tahun pasti akan banyak kado yang berdatangan. ^^
Terkadang sering geli sendiri, teringat semua kenangan itu. merengek kepada ayah bunda demi ada pesta, atau pura-pura ngambek, biar dikasih kado, bahkan sampai pura-pura gak tau, kalo hari ini ulang tahunku, biar ada surprise dari teman-teman atau orang terdekat. Aneh ya???
Mungkin,sekarang pun masih terbersit keinginan itu, terlebih, keinginan menantikan ada sms atau telpon, atau orang yang tiba-tiba datang di jam 00.00 tepat, 24 desember.. aih.... naif juga ya... afwan. Mungkin kebanyakan baca novel atau liat film ya?? hehehe. Tapi, pasti ada orang lain juga yang seperti itu. apa itu salah??? Ndak kan??? Asalkan yang diinginkan tak macam-macam. Ucapan selamat, dari orang yang paling tersayang, ayah bunda tersayang... ^^
Eits..... benar saja, milad tak harus dirayakan. Mungkin bolehlah syukuran, tapi, yang terpenting, ini adalah momen yang tepat, sebagai ajang kita untuk ber-muhasabah diri. Menilik, 1tahun belakang ini, apa saja yang telah diperbuat. Apakah sudah sesuai target??? Apakah target tercapai??? Apakah waktu yang disediakanNya sudah benar-benar bermanfaat?? Atau terbuang sia-sia???
Susah... tapi, inilah saatnya instrospeksi diri. Tak harus dibuat sedetail mungkin.cukuplah dengan mengingat-nya, lalu sampaikan kepadaNya, di kala, kau menghadapNya di tiap sujud dan rangkaian doa.
Berkeinginan dan niat kuat, tulus ikhlas, untuk mengubah diri menjadi lebih baik, adalah hal yang sangat sempurna, untuk benar-benar merenovasi diri.
Jadi, ketika, sms, kado, atau ucapan tak berdatangan tak akan menjadi sesal, karena, yang kita ingini bukanlah hal itu, tapi, bermunajat kepadaNya, meraih ridhoNya. Doa dari ayah bunda untuk kita, adalah satu-satunya doa yang akan dirahmati Allah. Karena itu tulus keluar dari hati Yang paling dalam dari orang tua. Apalagi mampu membahagiakan mereka, heum, pasti kebahagiaan mereka akan berlimpah ruah.^^
Namun, refleksi diri juga, ketika ternyata esok, kita tak akan mampu membuka mata, melihat mereka lagi, atau sekadar mengucap syukur pun tak bisa. Lalu, apa yang kita bawa??? Bekal kita sudah cukupkah??? Astaghfirullah.....
Mungkin juga, tangan ini, tak akan mampu mencium tangan halus mereka lagi, atau menuliskan tinta indah di hadapan mereka kelak, apa pula yang akan kita persembahkan kepada mereka???
My birthday, di hari ulang tahunku ini, memang bukan lah saatnya untuk berbangga-bangga. Tapi, inilah ajang untuk memperbaiki diri, menjadi lebih baik. Mengingat, bahwa waktu ini, adalah kesempatan langka yang diberikan allah untuk menambah tabungan pahala tuk kehidupan abadi kelak. Sejatinya, usia kita bertambah, tapi, umur di dunia ini semakin berkurang, hari demi hari, detik demi detik. Namun, sadarkah kita??? Sadarkah aku???
Sayangi waktu yang terbatas ini........my birthday,,, apakah kau akan datang lagi di kelak nanti??? T.T
_alone with luph_
night@kos BBs
281209/22.14
Setetes Air Mata di Hari Lebaranku_2
Mushaf ku baca pelan-pelan, sedikit demi sedikit, walaupun terkadang terhenti, karena tak mampu menahan air mata yang semakin membanjir. Sedu sedan rasanya. Ntah kenapa, pikiran ini selalu terbayang-bayang ayah. Ayah, yang sekarang mungkin sedang terbujur lemah di sana, merelakan tubuhnya diberikan nutrisi-nutrisi khusus dari rumah – rumah para dokter bekerja. Sakit, teriris rasanya hati ini. Ingin sekali berada di samping ayah, memeluknya, memberikan senyuman, penyemangat, menemani ngobrol, dan sebagainya. Menyesal, sore itu ku tak ikut mengantar ayah ke dokter.
Muncul pikiranku tuk menelpon ayah, lalu, segera ku gerakkkan tanganku, mengambil hp, lalu, bergegas, ku menelpon ayah, walaupun sedikit agak ragu-ragu.
“tuuut....tuuut...tuuut”, suara dering tunggu, agak lama, tak dangkat oleh ayah. Dengan agak kecemasan dan berusaha tuk menahan tangis serta mengatur nafas dan suara, kuberharap, ayahlah yang akan mengangkat telpon.
“Assalamu’alaykum...” terdengar suara dari kejauhan sana.deg, tiba-tiba tersentak hati ini, mendengar suara jernih dari telpon genggam. Yapz, suara laki-laki paruh baya, dan aku yakin itulah ayah. Pikiran kalut, air mata ini tiba-tiba menetes, lalu, segera ku tarik nafas dalam-dalam, dan berusaha tuk sedikit tenang.
“wa’alaykumussalam warrahmatullahi wabarakatuh... ayah???” tanyaku
“ya, ada apa nduk???”
Aku berusaha tuk pura-pura tak tahu dengan apa yang sedang terjadi di sana....
“Ayah, sudah jam 1malam, kog ayah belum pulang-pulang??? Antri banyak ya??? kapan pulang???” tanyaku pelan-pelan dengan benar-benar mengatur cara bicaraku.
“iya nduk, tadi pemeriksaan mpe malam, tapi sekarang dah pulang, baru aja dari tempat dokter, insyaallah gak sampai satu jam lagi, dah sampai rumah. . ditunggu aja ya??? kamu di rumah sama siapa???”
“hmm.... “terhenti sejenak, air mata ini terus saja mengalir ketika ayah berbicara, hingga beliau mengalihkan pembicaraan, dan tetap menyembunyikan keadaan beliau, hati terasa sakit, sakit sekali, kenapa ayah diam??? Padahal aku ingin bantu ayah, aku ingin kasih penyemangat ayah... kenapa ayah sembunyikan keadaan ayah???
“oh, iya ayah, berarti bentar lagi sampe??alhamdulillah. iya, aku ditemenin mbak nia, tapi, baru aja pulang, dijemput paman”
“oh gitu, ya udah, buat istirahat dulu, bentar lagi ayah sampai rumah...”
“iya yah...” sekali lagi, ayah tak jujur ayah tak bilang kalau beliau tak pulang. Kata-kata ayah,semakin menyayat jiwa ini.
“ya udah, selamat istirahat, assalamu’alaykum....” ayah, tiba-tiba segera memutuskan mengakhiri pembicaraan.
“wa’alaykumussalam warrahmatullahi wabarakatuh” jawaban salam yang tiba-tiba mengalir, dan pembicaraan malam itu berakhir sudah. Namun, tetesan air mata semakin menjadi, ketika telpon ditutup. Tangisan ini sudah tak bisa dibendung hingga terus dan terus pipi ini dan mukena ini dibasahi air mata kasih sayang.
Ayah.......... ayahku........... mulianya engkau.....
Ayahku, tak tega memberitahukan kondisinya, kepada anaknya ini. Ayahku, tak mau anaknya bersedih, karena ketakberdayaannya. Ayahku tak ingin membebani anaknya ini, dengan memikirkan kondisinya. Ayahku tak ingin, kondisinya menjadi harapan lemah anaknya. Ayahku hanya ingin, anaknya menjadi seorang putri, yang tangguh, semangat, dan selalu berbahagia.
Ayah.... ayah, aku sayang ayah.....
Kata-kata itu yang selalu terucap di bibirku hingga pagi tiba.
~hz~
Ketika pagi tiba, semuanya merasa asing, tak ada lagi yang membangunkan pagi hari dan mengajak shalat subuh berjamaah ke masjid. Tak ada lagi yang mengajak, olahraga pagi bersama keluarga. Tak ada lagi yang suka bercanda di pagi hari, tak ada lagi..... semuanya diam.... sepi....
Pagi ini, hari kedua sebelum idul fitri, ku putuskan tuk ke jogja, menjenguk ayah, sendiri, hanya berdua dengan kakak. Tak ingin naik mobil, atau di antar. Aku hanya ingin berdua dengan kakak, naik motor. Hampir dua jam, perjalanan kami tempuh, tapi, tak pernah ada rasa lelah sedikitpun, yang terpikir di benak ini adalah, segera bertemu ayah dan bunda....
Akhirnya, tiba di rumah sakit tujuan, denyut jantung ini semakin berdebar keras dan cepat, ketika selangkah demi selangkah kaki ini mendekati tempat ayah beristirahat.
“ayah dimana??” tanyaku pada kakak
“di ruang vip no 8”, kata kakakku...
“oh, berarti ruang yang pojok itu??”
“iya...”
Hufft, kaki ini bukannya semakin cepat berjalan, tapi bertambah pelan, karena, tiba-tiba air mata ini menetes.
“nah dah sampai, ayo, hapus air matamu,jangan menangis” kata kakakku
“iya” aku mengangguk dan segera menghapus air mata ini
Pelan-pelan ku buka pintu kamar,lalu mengucap salam,
“assalamu’alaykum....” aku dan kakak serempak mengucap salam.
“alhamdulilllah..... wa’alaykumussalam...” jawab ayah dan bunda serempak.
ibu langsung memeluk aku.... dan menangis,,,
“Alhamdulillah dek, ayah gak apa, Cuma disuruh istirahat, alhamdulillah, sekarang kita bisa kumpul, walaupun tak di rumah”
“iya bunda” aku langsung mencium buda, dan menangis....
Apalagi ketika ketemu ayah,, tangis ini semakin menggelegar....
“ayah....................” tak dapat digambarkan, saat itu benar-benar air mata mengalir begitu deras.
“ayah ndak apa-apa nduk, Cuma disuruh istirahat sama dokter, udah jangan nangis ya...” jawab ayah sambil memelukku erat-erat dan membisikkan jawabnnya pelan-pelan di telingaku...
“iya ayah,, aku tau...”
Akhirnya, bisa kutenangkan diri ini sejenak.
Kemudian, keadaan kembali tenang, sekarang keadaan jadi damai, ayah mulai dengan candaannya, bunda mulai dengan cerita kronologis semalam.. hufft, akhirnya sedikit rasa capek, hilang, dan rasa sedih mulai berkurang. Layaknya dirumah, 1hari itu dan hari-hari berikutnya, kamar itu bagaikan istana megah kepunyaanku dan keluargaku... J
Bersambung.........
_alonewithluph_
@kos BBS,night
021009/21.45
Warning............
Warning for Akhi.....
Ada sebuah kisah, tentang seorang ikhwan dan akhwat. Di suatu ketika akhwat dan ikhwan ini adalah menjalin tali silaturahmi yang sangat baik, karena kesamaan visi dalam hidup. Sering sharing, bertukar pikiran tentang berbagai hal, hingga, hari demi hari, bulan demi bulan, si ikhwan mengatakan maksudnya bahwa dia memiliki “filling” yang berbeda dengan si akhwat. Hmmm.... tidak tau kenapa, si akhwat,mengatakan hal yang sama. Padahal sebelumnya, si akhwat ini, punya pendirian yang sangat kuat, tapi, bagaimana lagi, “noda-noda hitam” telah merasuk dalam kalbunya. Karena dibilang sama-sama “aktivis”, so mereka tidak “in relationship”. Hanya saja, si ikhwan mengatakan bahwa, tak ada ikatan apa-apa pada kita, jadi kita hanya saling menjaga , mengingatkan, dsb., sampai saatnya nanti si ikhwan akan mengkhitbahnya. Sangat aneh dan ekstrim bukan, apa ini yang dimaksud “HTS-an” atau “pacaran islami”??? (penulis tak setuju dengan keduanya, hehehe).
Akhirnya, suatu ketika Allah cemburu, dan menguji mereka, dengan datangnya pihak ketiga. Awalnya tak ada apa-apa, si akhwat menerimanya, karena sebenarnya, diantara mereka tak ada apa-apa, tapi, namanya saja akhwat, bagaimanapun juga punya hati yang sangat lembut dan mudah tergores, hingga hubungan yang tadinya adem ayem berubah menjadi “cold war”.. (hehehe), benar-benar kacau, hingga tau, ternyata si ikhwan dijodohkan dengan akhwat lain, apalagi parahnya ikhwan ini meng-iya kan, dan yupz......... bisa ditebak sendiri bukan???
Dan sekarang, hubungan mereka retak, tak ada atau bahkan sangat minim komunikasi, karena sekarang si ikhwan tlah berpaling dan melupakan janjinya yang dulu, dan ia tak lagi komunikasi dengan si akhwat ini, karena si ikhwan mencoba setia dengan si akhwat ke 2. Bahkan, si akhwat yang pertama, pernah mendapat serentetan “ancaman2” yang maha dahsyat dari akhwat kedua,jika sampai si akhwat pertama menghubungi lagi mereka... kini tinggallah sendiri si akhwat.. so sad T.T
Nice, itu cerita fakta dari seorang akhwat, yang tak dapat disebutkan namanya, so apa yang bisa kita ambil hikmahnya, tapi ini hanya untuk ikhwan (cz saya, akhwat, tenang saja versi akhwat juga akan segera ditulis ^-@):
Warning 4 ikhwaners:
Jangan mudah mengatakan perasaan kepada akhwat. “ana uhibbuk fillah ya ukhti...” hufff... Apalagi menjanjikan sesuatu yang belum tentu terjadi. Tidak ada yang tau tentang garis hidup ini, apa yang sudah ditakdirkan oleh Allah. Jodoh,meninggal, hdup, dan rezeki yang tau hanyalah Allah. Berusaha boleh-boleh saja, tapi, kalau belum tau titik terang (kepastian), maka jangan sekali-kali menjanjikan hal-hal yang mustahil kepada akhwat. Jika antum, masih juga sxeperti itu, maka jangan salahkan kami, jika nantinya, ada doa yang kurang baik terlontar dari kita (na’udzubillah, semoga tidak), cz antum smaa saja dengan mendzolimi kaum hawa. Ingat... “MENDZOLIMI KAUM HAWA”, jika apa yang antum janjikan itu tidak antum penuhi.
Jangan pernah menipu kaum hawa, dengan banyaknya “berkomunikasi/berdiskusi” ataupun apa istilahnya dengan tujuan tak jelas, apalagi niatnya kurang jelas. So, perbaiki niat antum!!!!!!!!! Katakan sewajarnya, sesuai kadarnya, jangan dilebih-lebihkan. Innamal a’malu binniyat... semua berawal niat. Ingat! Allah dan malaikat-malaikatNya terus mencatat tiap perbuatan yang antum perbuat. So, jangan sia-siakan niat antum, dengan niat yang kuang baik. 1 niat baik = 1 pahala.
Jangan plin plan!!! Teguh dengan pendirian antum!! Jadilah ikhwan yang tepat jhanji, berbudi baik, bawa laksana (kayak slogan apa ya???) so, Pikirlah matang2 sebelum mengatakan.
Jangan samakan akhwat dengan batu, yang tak bisa atau sangat sulit untuk retak setelah jatuh. Kami punya persaan. Coba, balikkan kondisi ini, jika kondisi yang tak begitu baik tadi terjadi pada saudara perempuan antum, bagaimana??? Kami memang tegar, tapi perasan tak bisa dibohongi. Inget, menyakiti orang lain = mendzolimi juga kan??? Hayo.... dipikirkan lagi ya. So, Berpikirlah juga dengan hati/perasaan antum. Jangan gunakan logika berlebih, untuk masalah seperti ini, wabil khusus dengan akhwat.
Jangan pernah mengatakan kata-kata manis di depan kaum hawa yang belum/bukan muhrim. itu hanya akan menodai iman antum, atau iman akhwwat lain,karena, membuat konsentrasi orang lain kepada Allah terpecah karena kata-kata antum. Jangan buat Allah cemburu dengan antum. Ok!!! Please... katakan kata-kata indah itu just 4 u’r muhrim. ^^
Jangan pernah katakan perasaan kepada akhwat hanya untuk ajang penjajagan saja, apalagi untuk dibanding-bandingkan dengan akhwat lain. Ini sangat membahayakan, diatas level waspada!!! Level ini harus benar benar segera dihapuskan sebelum mode on “bencana” segera terjadi. Karena it same as “mempermainkan”. Antum tak mau juga kan jika hal itu terjadi pada antum. So segera perbaiki diri... siapkan lahir batin antum!!!
Jangan pernah tawarkan hubungan yang tak jelas kepada akhwat, jika tak ingin ada yang terluka. Dalam proses hubungan 2insan manusia yang sesuai dengan islam, hanyalah menikah. Sebelum hal itu, semuanya masih dalam hal “meragukan”, belum tentu dapat terlaksana, dan belum ada ikatan yang jelas, plus belum halal. So, jika antum memang punya niat baik, dan sudah mantap dan benar-benar siap lahir batin . Langsung saja, ta’aruf, jangan lama2, khitbah, lalu nikah lah.
Jangan pernah katakan untuk saling menjaga jika tak ada ikatan, apalagi belum tentu antum bisa menjaga. Ghaudul bashar saja masih sulit.... ingat, bukan berarti selalu menundukkan kepala, tapi, lebih ke Qalbu antum yang ditundukkan, jika hal itu masih sulit, jangan coba-coba tawarkan yang macam-macam pada akhwat. Apalagi, minta untuk menjaga ini itu, memangnya apa hak antum??? Bukankah tak ada hubungan antara kalian???
Jangan pernah suka katakan perasaan anda langsung ke akhwat. Lebih baik ke murabbi dulu, atau jika benar-benar berani dan mantab, segera hubungi langsung orang tuanya, datang ke rumahnya, sambil silaturahmi. Katakan apa tujuan antum sebenarnya. Jangan Cuma beraninya di belakang layar. Tapi, inilah waktunya untuk menshow up kan diri. Lalu segera buktikan.
Jangan pernah paksa seorang akhwat yang memang tak bisa mengatakan “ya”. Ikhlaskan diri, jangan coba-coba pengaruhi akhwat itu, jika memang ingin beliau mengatakan ya, pakai jalur yang benar, berdoalah selalu kepada “Allah”, mintalah kepada sang pemilik hati tuk “lunakkan hatinya”. Sekali lagi bukan dengan cara MEMAKSA!!!!!!!!!
THEN.............................
(note: “TOLONG 10PERINGATAN DI ATAS, BENAR-BENAR DIPIKRKAN PARA IKHWAN!!!!!! RENUNGKANLAH!!!!!!! DAN LAKSANAKAN !!!!!!! SEBELUM ADA PERINGATAN YANG LAIN... hehehe ^-@)
Bersambung ........... (it’s like sinetron.... hihihi)
_ALONE WITH LUPH_
Morning,@Kos BBS,YK
151009/3.34
For my cousin……….
Alhamdulillah, aku ikut senang saudaraku….
Kata pertama yang bisa terucap adalah….
Subhanalllah…….
Alhamdulillah…
T.O.P B.G.T. dah…. J
Bagaimana tidak??? Sekarang kamu sudah mampu meraih cita-cita kamu, “kuliah di Kairo”, alhamdulillah. Tak sembarang orang mampu pergi ke sana, ke negara asing dengan bahasa asing, dan masuknya pun sangat sulit. Apalagi, kamu mampu pergi dengan hal yang membahagiakan keluarga besar mbah, sekolah dengan beasiswa dari pemeritah, subhanalllah…
Aku inget, ketika, kamu pulang ke jawa saat SMA, gimana kamu menceritakan semua pengalaman kamu di pondok, bagaimana kesan-kesannnya, dan enaknya sharing, tuker pikiran dengan kamu.
Bener-bener gag nyangka. Dulu, saat pertama kamu masuk pondok, selalu saja nangis, pengin pulang, gag betah dengan keadaan pondok yang seperti itu. Sering dimarah-marahin lah, makan sedikit, tidur sebentar, mandi jarang, banyak tugas, dan seabreg alasan lain. Tapi, ternyata setelah, 1tahun, 2 tahun, akhirnya kamu mampu beradaptasi dengan lingkungan pondok.
Aku tahu, kamu masuk pondok, dengan keadaan nol, ya, mulai dari nol, untuk pengetahuan bahasa arab, tapi, ternyata, selama 6tahun, kamu mampu melejitkan potensimu, tak hanya dalam berbahasa arab, tapi, juga menghafal alqur’an, dan fasih berbahasa Inggris. Subhanallah.
Saat kamu akan naik kelas 3SMA, kamu pernah minta doa,
“tolong didoain semoga aja, cita-citaku tercapai, insyaallah, jika benar, maka aku akan ke jawa lagi, paling cepat 4tahun lagi. “
“Apa??? Aku kaget, emang kenapa??”
“Gag apa2, doakan saja.. “
“Ok deh.”
Dalam hati, aku tahu, kau mau kuliah ke luar negeri kan? (kan ayahku dah tau… hehehe)
“Sip, insyaallah aku doakan…”
“Boleh Tanya, kamu dah hafal alqur’an ya??Belum, masih kurang 10jus lagi”.
“Apa??? Subhanallah….hebat sekali dirimu?? Bagi-bagi ilmu donk….”
“hehehe”
“eh, coba, kalo aku tes dulu, bener dah hafal belum ni???”
“sip, siapa takut, ayo coba…”
“suratnya pilih aja sendiri, terus nanti mulainya jangan dari awal ayat, tapi, dari tengah-tengah ayat ya…”
“Oke siip….”
Lalu, aku bolak balik a qur’an, 1ayat berhasil ia taklukkkan, lalu aku coba lagi, dan berhasil, coba lagi, berhasil lagi, subhanallah, tak ada salah sediktpun…. Subhanallah, aku hanya bisa tertegun.
“Oke, sekarang coba ajarin aku cara menghafal yang bagus gimana?”
“nih gini, pertama, aku baca 1lembar halaman alquran, dari awal dan akhir, lalu benar-benar diperhatikan bacaannnya, panjang pendeknya, selam kuranglebih 5menit, dibaca menyeluruh, setelah ituditutup, dan coba dicek menghafalnya”.
“oke,… coba deh cepetan, aku pengin liat”
Benar juga, 5menit dia benar-benar memperhatikan mushaf itu dengan seksama, dan mencoba mengucapnya perlahan-lahan, lalu segera ia tutup. Dan aku coba mengetesnya. Subhanallah, benar, dia mampu menghafalnya, dalam waktu singkat.
Benar-benar mukjizat Allah.
“lalu, buat ngejaga hafalan kita gimana?”
“ hmm yang jelas,jauhi perbuatan maksiat ya”
“for example…..???”
“ya,dari yang simple-simpel aja dulu, kayak, makanannya diatur, termasuk berhubungan dengan lawan jenis….”
“hah, benarkah???”
“iya,…. Masih inget sahabat rosulullah yang juga kehilangan hafalannnya, akibat melihat kaum hawa kan??? Karena melihat/interaksi dengan lawan jenis non muhrim berlebihan akan mengganggu hafalan kita.”
“oh gitu”
“yupz, dan jangan lupa, sering muraja’ah ya…”
“ok deh”
Dan itulah malam terakhir kami diskusi. Sampai, akhirnya, 1tahun berjalan, alhamdulillah, pengumuman kelulusan. Beliau lulus, tapi, belum tau jadi ke mesir atau tidak. Hingga akhirnya, lebaran kemarin, 1430H, dia pulang ke jawa, dan membawa berita gembira, alhamdulillah, dia lolos untuk kuliah ke Kairo, ambil jurusan sastra arab. Subhanalllah…
Ada sedikit perbedaan, pada dia, dia sudah dewasa, sangat pintar, dan penurut dengan orang tua. Tak salah dia mampu mendapatkan beasiswa ke luar negeri.
Tak ada kata yang mampu terucap untukmu, saudaraku, hanya doa yang terus mengalir, dan semoga, 4 tahun lagi bisa bertemu, dengan nama kamu yang berbeda, bertitel Lc. Insyaallah, amin.
Ayahku, sangat bangga dengan keponakannya yang satu ini. Insyaallah, doa kami akan selalu menyertaimu. J
Pergi ke Kairo dengan hafidz, subhanalllah…. J
Selamat jalan saudaraku ..........
Special for my cousin,, ikhsan………
_alone with luph_
Morning@humz
11-10-09,12.30 wib
Surat Spesialku Untuk Malaikatku....
Kesempatan Terakhir
Malaikatku,
Tolong sampaikan surat ini kepada sang pengeran yang jauh di sana.
Sampaikan salamku untuknya. Dan sampaikanlah pesanku. Hari esok adalah kesempatan terakhirmu untuk bisa bertemu denganku, bertemu dengan sapaanku, dan ucapanku. Entah kapan lagi aku akan bisa mendapatkan kesempatan ini. Jika memang ada niatan baik yang ingin kau perbaiki, maka temuilah aku, jangan sia-siakan kesempatan yang mungkin tak akan bisa datang lagi untuk kedua kalinya.
Ini pun jika kau, masih ingin dan mau. Harapanku sangat tipis, mungkin kau tak akan datang. Dan hanya doaku yang bisa ku panjatkan untukmu. Doa tulus untuk orang yang pernah mengisi hidupku, untuk orang yang sampai saat ini masih sangat aku hormati dan segani, untuk orang yang mampu memberikan ketenangan di saat aku gundah gulana, mampu memberikan tawa yang ikhlas ketika, kesedihan melanda, memberikan punggungnya tuk bersandar saat kelelahan dan saat ketakutan melanda., memberikan kesejukan di saat banyak masalah yang siap menghadang. Sungguh, belum ada orang yang mampu memayungiku sebegitu ikhlasnya, selain kau, pangeran.
Maafkan aku, atas semua salahku, atas kekanak-kanakanku, atas kemanjaanku, atas egoisku, atas emosiku, atas semua kesalahan yang sangat dan pernah membuatmu memberikan serta menyematkan perasaan “benci” itu kepadaku.
Memang aku tak sebaik orang itu, aku tak punya kefahaman ilmu yang lebih dari orang itu, aku memang sangat kalah. Walaupun begitu, aku tetap tak akan sanggup untuk membencimu atau orang itu, memang aku lemah, tapi, aku punya kekuatan untuk tetap bisa tegar seperti saat ini, menantang ombak yang siap menerjang. Dan aku juga tak akan mampu untuk mendoakan yang “jelek” untuk kalian, karena Allah, ada di dekatku. Dia yang melarangnya, dan aku pun juga tak akan sanggup tuk melawanNya. Aku pun juga tak sanggup untuk membalas kata “laknatullah” dari orang itu kepadaku, karena dia sama dengan aku, dia seorang wanita. Aku ingat kata seorang sahabatku, kalau seorang wanita muslim tak pantas untuk mengucapkan kata-kata itu.
Afwan jiddan, memang sekarang bukanlah saatnya untuk membahas hal itu. Hanya itulah yang ingin ku sampaikan. Jika memang engkau masih punya kehendak tuk bertemu denganku, mungkin itu yang terakhir kalinya, maka temuilah aku di esok hari. Jika tidak, mungkin suatu saat nanti, aku tak akan lagi pernah menyapa engkau. Aku akan menyapa kau lewat hati, lewat doaku, di setiap shalatku.
Ya rabb, di malam yang penuh magfiroh, malam yang setiap permintaan akan Kau kabulkan, maka jika Kau berkenan, pertemukanlah kami, jika kau memang tak berkenan, cukuplah doaku untuknya. Biarkan hati ini tertutup untuk selamanya, dan akan terbuka kembali, saat waktu itu tiba, dan hanya untuk seorang, hingga tak akan ada lagi yang ter/di sakiti.
Ya rabb, sampaikanlah salamku untuknya, sampaikan maafku untuknya...
Hanya kepadaMu aku memohon , dan dengan izinMu aku ikhlas...
_alone with luph_
@humz_night
150909/21.50
Sepotong Episode 2
Sepotong Episode 2
Jangan Dekati aku Lebih dari Teman....
Maafkan aku teman, maaf....
Hanya itu yang bisa aku ucapkan. Suatu saat kau akan tau kenapa aku seperti ini. Walaupun kau belum mengucapkannya, tapi, filling wanita kuat, aku tau itu. Itulah yang membuat aku menjauh. Itulah yang membuat aku enggan untuk bercakap lebih dan lebih lama.
Maafkan aku teman, aku sedang menjaga hati....
Ini bukanlah saatnya, aku takut akan ancaman Allah. Aku pun takut kau akan mengalami hal yang sama, yang dulu pernah ku alami. Sakit itu..... aku hanya tak ingin ada orang lain yang merasakan kesakitan seperti aku dulu. Aku tak ingin orang-orang terdekatku, merana kesakitan olehnya.
Bukan aku menutup diri, tapi, lebih menjaga hati, agar tak jatuh tuk kedua kalinya. Kini ku sudah menyerahkan semua hal itu kepada sang pemilik hidup ini. Aku hanya berharap kepadaNya, tuk dapat dipertemukan di waktunya kelak, diwaktu yang terbaik, dan bukan sekaranglah waktunya.
Menjauhlah dariku teman, atau aku yang akan menjauh....
“menjauh”, menjauh dari perasaan itu. Tolonglah aku teman... aku akan sangat bahagia, ketika engkau mampu melakukannya, tapi, ingat, itu semua bukan karena aku, tapi karena Allah semata. Aku tau engkau sangatlah baik, berhati mulia, sangat menjunjung tinggi bahkan menghargai seorang wanita. Dan kaupun juga serius dengan semuanya, kau jalani semuanya dengan matang, tanpa ingin membuat aku kecewa. Kau pun tulus meminta maaf, ketika kau merasa berbuat kesalahan padaku, padahal aku tak merasa bahwa kau salah. Aku paham, aku tau itu, aku tau kau sangatlah amanah, kau mampu memimpin pasukanmu dengan gagah berani. Akan tetapi, itu tak akan mampu membuatku lunak. Aku hanya bisa tersenyum dari kejauhan dan takjub dengan apa yang kau lakukan. Aku tak bisa lebih dari itu kawan...
Bukan karena siapa.... tapi, karena apa...
Apa yang pernah tejadi pada diriku di waktu yang lampau. Aku hanya tak ingin orang sebaik kamu, harus merasa sakit. Aku tak mau lagi, ada yang ter/di sakiti dalam hidupku ini, cukup yang lampau, yang sudah mampu mengguncang kejiwaanku. Hingga akhirnya, alhamdulillah, Allah tunjukkan jalan yang lurus ini.
Jika engkau lah itu, yang terbaik menurut Allah....
Aku hanya mampu berdoa, biarlah itu jadi jihad kita, sampai kelak, waktu itu datang, waktu yang sangat tepat, untuk sampai kemenangan atas jihad kita. Insyaallah. Jika pun tidak, di surga kelak, Allah pun akan mempertemukan kita, di bukit tertinggi, tempat dimana berkumpulnya orang-orang yang saling mengasihi karena allah semata. Tak inginkah kau seperti itu???
Jagalah dirimu, teman....
Jika yang kutunggu itu adalah kau, maka percayalah, Allah akan menguatkannya. Percayalah hari itu akan datang, dan aku kan menunggunya.
Tak lagi ada yang kuinginkan, kecuali keberkahan dan keridhoanNya.
Ketika itu adalah kau, maka jemputlah aku, dan mintalah dengan baik dari pemilikku. Indahkan agamamu, hafalanmu, sikapmu, ucapmu, dan semuanya. Bukan untukku, tapi untuk Allah, agar Ia tersenyum melihatmu,, melihat hasil dari kegigihan jihadmu.
Jika bukan kau....
Hati itu tak terpecah berkeping-keping karena Allah sudah memberikan pengganti yang jauh lebih baik. Jihad kita akan mampu mengalahkan serta menghalang sang sakit itu. Karena hanya dari kekuatanNya lah, kita mampu.
Teruslah berjihad temanku, tegakkan agama allah ini. Jangan berhenti berdakwah, walau hanya dengan seucap kata. Doaku akan selalu menyertai langkahmu. J
Night @ humz
140909/20.22
_alone with luph_
dalam ingatku
harapku, hanya tuhanku…
aku berlari, mengejar mimpi,
tapi, tak kan kuasa tanpa suatu arti..
senyumku kan terus berarti,
ketika ku lihat ada yang kuharap suatu saat nanti…
apapun,siapapun, kapanpun…
tak ada yang bisa hentikanku,
kecuali atas izin allah…
langkahQq, kan terus beranjak,
selangkah demi selangkah,
tuk meniti arti dalam hidup ini…
aku dan ketegeranQ kan senantiasa membawaku dalah semngatku,
dalam keseksamaanku, dalam kedewasaanku, dan dalam indahnya menuai cita yang ku damba…
cinta allah kan selalu menuntukq, di kala aku, sedang letih, tak bersemngat, keragu2an, kesedihan, dan kenestapaan…
allah kan selalu menjagaQ tuk selamanya…
ya rabb, ijinkan hambaMu, tuk terus istiqomah di jalanMu,
mengharap ridho dan kasih sayangMu…
cukupkanlah hambaMu ini hanya denganMu…
berikanlah apa yang terbaik menurutMu, untuk hambaMu ini…
harapku ada di sini, menemaniku, dengan senyumku…
_alone with luph_
Just remember for the last
Hari itu, saat smua’a indah,, aq ucpkan bnr2 dan aq yakini benar-benar dlm hati, jika ini smua hanya untukMu y raBB Quw…
Aq b’pasRah diri dlm hati ini tUk sLL dlm ridhoMu,,
suNgguH,,
Dulu aq yakin, bahwa Kau telah mnciptakan’a untuk hambaMu ini,,
tapi,kykinanQ salah benar,Kau b’khendak laen,
Kau ujikan smua’a untukQ,tuk bukTikan cintaku pd sang RaBb,
aq kalah,
aq dlm nestapa,
tapi,siapa yg kan dEngar rengkuhanQ,, hanya KAU y raBb, yg snntiasa mnjgQ,tiap pg,petang,mlm,,dn tiap dEtak nafas ini t’ucap rS syukur untUkMu,
ampuni hambaMu y raBb, biarkan ragaQ ini, jd milikMu slma’a,
kan Q Hpz memOar yg tak lg KAU p’kenankan…
Inilah,tUk t’akhr x-ny q mNgingt it, dn tak akan lg q ingat, wlo smua’a pzt akn trz t’simpan d ht ini…
Lindungi hambaMu ini y raBb, tnjukkan jLn yg t’baek u/ hambaMu. Amin yrb.
