Woro-woro OPREC GIA 1431 H
formulir pendaftaran bisa diambil di sekre BEM KM FMIPA UGM …
Daftarkan segera diri Anda !!!
TEGURAN, Versi 2
Jam malam... jam malam........
Apa yang terpikir dengan hal tersebut??? Yap, jam 21.00wib
Sudah sering saya terapkan dari lama, di tiap kehidupan ini, tapi ntah kadang sering khilaf, meski tak ada maksud/niat apapun...
Yap, gara-gara, saya tak memperhatikan jam, beberapa kali saya sms ke orang (-yang berprinsip kekeuh dengan jam malam ini-) lewat jam 9malam. Hmm, memang saya yang teledor, kadang di tegur pun, ndak mempan.
“eh, udah jam9 cah, kok masih smsan”
“woooh, iya, lupa, maaf, saya ndak liat jam”
Tapi, memang benar, jadi kos ndak ada jam, so, saya selalu berpatokan dengan hp atau lepi.. nah, kadang hp pun, saya lupa ngeliat ini jam berapa, alhasil, ya sseperti itu.
Nah lo............ kali ini, beda, jadi saya sms yang agak dalem plus menohok pada seseorang, niatnya untuk mengingatkan janjinya (ben ndak lupa). Eh, ternyata saya smsnya udah mau jam 10malem. Bener, yang ini khilaf, saya baru nyadar ketika delivery report. Padahal biasanya saya tak pernah memperhatikan delivery report, langsung tak hapus... woooh, benar, pantes ndak dibales.
Baiklah, esok pagi ada sms yang mak-jleb... cap cus, sebenarnya, tapi ya gitu, putri kan agak sensi, jadi gini.
“maaf, kalo sms ikhwan, jam lebih dari jam9malem ya???”
Mak-jleb...
----(versi agak guyon, tadinya mau tak bales gini, “ooo, sekarang ternyata namanya ikhwan???” Heze. Ndak jadi, cz,sudah jadi agak sensi)
----(versi sensi)
“ Afwan, semalem sy lupa ndak liat jam. Sungguh, insyaA, sy tak pernah sms ke putra lebih dari jam malem, kecuali, saya lupa liat jam, itu sms pnting, sekadar pemberitahuan, ato sms ke temen yang notabene masih awam dengan hal seperti ini. tapi, insyaf,saya tak ada maksud apapun, wallahi”
(*Rabbiiiiiiiiiii, teguranMu lagi...)
Teguran HalusNya, Untukku...
Dan Saya diingatkan lagi...
Ntah, dari mana datangnya, beberapa hari ini, Ia menegurku dengan caranya yang tak terduga....
Yap,
3hari terakhir menjelang 20hari Ramadhan...
Buber terus, setiap hari. Alhamdulillah, uang saku jadi lebih hemat. Namun, sayangnya, saya harus pulang malam, kadang bisa ikut jama’ah tarawih dekat kos, tapi, alhasil tergesa-gesa pulangnya. Pun, juga bisa shalat di Maskam (masjid kampus), tapi konsekuensi, masih harus bawa barang-barang kuliah, belum mandi, dan mungkin jika terlihat ikhwah lain, timbul berbagi fikiran, “jam segini kok masih pada di kampus???”... oh no... wallahu a’lam, insya allah, niat kita bukan apa-apa, dan karena memang keadaan yang terjadi di lapangan.
Tidak, untuk kali ini, buber kali ini, saya hanya ta’jil, lalu pulang. Niatnya, bisa ikut jama’ah tarawih di masjid, tapi ntah pikiran saya berbelok. Yaak!! Siang tadi ada sms masuk dari koor forum, untuk mengumpulkan puisi, ditunggu sampai jam 10malam... nah, akhirnya, haruslah ngebut buat puisi, lalu di kirim. Nah sayangnya, lampu mati, baterei lepi habis, akhirnya harus nunggu listrik nyala. OK, listrik nyala, persis jam7malam... tapi, udah adzan isya’... wah..wah..wah.. belum ngetik, ok lah shalat isya di kos, ya udah nanti jama’ah a mbak di kos. Nyatanya, mbak pulang agak malam, plus, udah mau jam 9malam... harus diburu ni, baik saya ke warnet, kirim tulisan... Alhamdulillah sukses, terus pulang ke kos. Ntah kenapa, setelah sampai kos, saya lupa apapun, langsung tepar. Yap, sampai sahur... No... belum tarawih.... Hiks... terlewatkan... Rabbi... (*ini, khilafku pertama) :’(
Esok hari, mau berangkat kuliah, mau lihat materi di flash (FD). But........
FD nya tak ada.................................. T.T
Iya, sy inget, sy lupa mencabut FD, pas di warnet... baiklah, sy kembali ke warnet... tapi, ndak ada... NIHIL!!!!!!!! Rabbi.............. (*Peringatan/teguran dari Allah)
Ya i see...
Di mushala kampus, sehabis shalat. Terdengar suara teman-teman yang sedang “libur”, asyik muroja’ah, wow........... Rabbi.... target muroja’ah saya .......... T.T (*Teguran ke dua dariNya)
Pun, salah seorang dari teman saya bilang, “Eh, aku nembe selesai khatam ni, skarang udah juz segini”... Hwaaaaaaaaaaaaaa........... Rabbi, kembali, DHEGGGGG, seakan tertampar!!! (*teguran ketiga di hari yang sama) T.T
Rabbi Izzati........... terlalu banyakkah khilaf hamba ini??? Target-target saya??? :’(
Baiklah, harus, luruskan barisan dan niat lagi... Bismillah, belum terlambat, pun saya tak mau, di RAMADHAN ini, saya hanya bisa MENANGIS !!!, tidak.... karena saya tak rapuh lagi!!!
Saya KARANG yang siap diterjang ombak sehebat apapun !!!
Bismillah... Ya Rabbi....
Situs Incaran Hacker
Menjelang peringatan kemerdekaan ke-65 Republik Indonesia, hacker atau peretas dari Indonesia justru bikin ulah di puluhan situs yang mayoritas milik lembaga resmi di Indonesia.
Mereka meninggalkan pesan begini, "DIRGAHAYU INDONESIA TANAH AIR PUSAKA JAYALAH BANGSAKU, JAYALAH NEGERIKU..MERDEKA!!"
Aksi itu dimotori peretas yang menyebut diri Aria Killnine a.k.a arianom, pendiri komunitas KiLL-9 CrEw dengan situsnya di Www.KiLL-9.Tk.
Daftar situs yang diretas terlihat di bawah nanti. Namun yang jadi pertanyaan, mengapa pula justru mereka menyerang situs milik anak bangsa sendiri?
Kompasianer Rakhjib Martapianur memberi tahu, "Mereka tidak melakukan perusakan terhadap site-site tersebut. Mereka hanya menitipkan file, sekaligus mengingatkan para admin site tersebut bahwa site yang mereka kelola rentan terhadap serangan oleh hacker-hacker luar Indonesia."
Rakhjib Martapianur mengakui, informasi itu dia ketahui dari temannya yang bergelut di dunia meretas. Dan, inilah daftar situs yang dititipkan pesan-pesan dari peretas itu:
1. http://semestaberjaya.com/indonesiaku.php
2. http://fs.uns.ac.id/indonesia.php
3. http://unj.ac.id/indonesia.php
4. http://www.unand.ac.id/foto/indonesia.htm
5. http://el82itb.org/indonesia.htm
6. http://unhalu.ac.id/staff/indonesia.htm
7. http://www.adhiguna.ac.id/indonesia.htm
8. http://www.stikes-insan-seagung.ac.id/indonesia.htm
9. http://www.himsya.ac.id/indonesia.htm
10. http://www.poltekpos.ac.id/indonesia.htm
11. http://informatika.uin-malang.ac.id/COPYRIGHT.php
12. http://www.mar-eng.its.ac.id/ina/akademik/admin/foto_berita/indonesia.htm
13. http://kaltimprov.go.id/indonesia.php
14. http://pengadilan.net/indonesia.php
15. http://bkp.deptan.go.id/indonesia.htm
16. http://kemenegpora.go.id/merdeka.html
17. http://sifa.kemenegpora.go.id/merdeka.html
18. http://www.lsf.go.id/merdeka.html
19. http://pekalongankota.go.id/merdeka.html
20. http://bpphp1.dephut.go.id/merdeka.html
21. http://bpphp2.dephut.go.id/merdeka.html
22. http://bpphp3.dephut.go.id/merdeka.html
23. http://bpphp4.dephut.go.id/merdeka.html
24. http://bpphp5.dephut.go.id/merdeka.html
25. http://bpphp6.dephut.go.id/merdeka.html
26. http://bpphp8.dephut.go.id/merdeka.html
27. http://bpphp9.dephut.go.id/merdeka.html
28. http://bpphp10.dephut.go.id/merdeka.html
29. http://manmajenang.sch.id/files/indonesia.php
30. http://spma-samarinda.sch.id/indonesia.htm
31. http://smkn1kalasan.sch.id/merdeka.html
32. http://smkn1madiun.sch.id/merdeka.html
33. http://robbirodliyya.sch.id/merdeka.html
34. http://smkypesampang.sch.id/merdeka.html
35. http://www.smpn3kpj.sch.id/merdeka.html
36. http://www.majesa.sch.id/merdeka.html
37. http://smkypkpwk.sch.id/merdeka.html
38. http://smpn5cirebon.sch.id/merdeka.html
39. http://smpn2balen.sch.id/merdeka.html
40. http://smpn1oku.sch.id/merdeka.html
41. http://smkn6palembang.sch.id/merdeka.html
42. http://smpn4gm.sch.id/merdeka.html
43. http://smpn5lht.sch.id/merdeka.html
44. http://manhokut.sch.id/merdeka.html
45. http://mtsdarussalampkp.sch.id/merdeka.html
46. http://smkn1barru.sch.id/merdeka.html
47. http://sman3bantul.sch.id/merdeka.html
48. http://sman1cepu.sch.id/merdeka.html
49. http://smpn1piyungan-btl.sch.id/merdeka.html
50. http://www.smansa-mjl.sch.id/merdeka.html
51. http://smp1pra-bws.sch.id/merdeka.html
52. http://smpn13bdg.sch.id/merdeka.html
53. http://smpn1panumbangan.sch.id/merdeka.html
54. http://smpmuh-ckn.sch.id/merdeka.html
55. http://smkkpbe-bdg.sch.id/merdeka.html
56. http://sditalamysubang.sch.id/merdeka.html
57. http://sdnbjs2bdg.sch.id/merdeka.html
58. http://www.smaplusbanyuasin.sch.id/merdeka.html
59. http://www.smkn1samarinda.com/merdeka.html
60. http://akademik.sma-alirsyad-clp.sch.id/merdeka.html
61. http://sma-alirsyad-clp.sch.id/merdeka.html
62. http://www.majesa.sch.id/merdeka.html
63. http://www.bellarminus-bks.sch.id/merdeka.html
64. http://sman2-wng.sch.id/merdeka.html
65. http://www.sma1pekalongan.sch.id/merdeka.html
66. http://kimomibutik.com/admin/foto_berita/indonesia.htm
67. http://www.smart-v-indonesia.com/indonesia.php
68. http://kabar-kini.com/indonesia.htm
69. http://semestaberjaya.com/indonesia.php
70. http://tikjo.my-php.net/indonesia.php
71. http://www.pusatk3hiperkes.com/indonesia.htm
sumber : kompas.com
ini adalaah, salah satu "note" sahabat saya....
ini, saya tujukan khusus untuk kalian... lalu, bacalah........
Setahun sudah
in memoriam....
tepat, di bulan ini, setahun yang lalu, menjadi bulan kelabu....
tepat, setelah �gawe" besar itu selesai... dan beliau memberikan "wejangan" begitu indah, dan itulah terakhir nasihatnya...
"Teman, kalian dapat difosofikan sebagai inti sari KELAPA. dari awal, kalian,yang belum begitu tua, harus rela untuk di petik dari pohon kelapa, lalu, jatuh dari ketinggianberpuluh-puluh meter, lalu kalian harus dikupas, dibersihkkan dari sabut-sabut kelapa, lalu di "parut", kemudian diperas, hingga jadilah santan. tetapi, santan agar bisa bertahan lama pun, harus dimasak dulu, hingga matang, mendidih, hingga siap untuk dinikmati, atau digunakan untuk yang lainnya. begitulah kalian..."
itu, pesan beliau, pesan yang selalu diingat saya, dan teman-teman yang lain. kami tau, bagaimana perjuangan beliau ketika acara kami masih sedikit pengunjung. beliau rela untuk mondar-mandir, mengajakl orang-orang di sekitar kampus mengikuti kegiatan kami. kami tau itu, karena, saat itu, beliau berjuang sendiri...
maafkan kami, engkau yang sudah kami anggap sebagai kakak...
tapi, kau, curang!!! curang, tak minta izin kami. kau curang, tak berpamitan pada kami...
kau diam-diam, pergi begitu saja, meninggalkan kami, yang belum sempurna, menjadi "inti sari".
kenapa??? hanya Allah yang tau... Allah begitu menyayangi engkau, hingga tak rela, jika kau banyak terlumur bahaya di dunia. Kau hebat, kau mulia akhlak, kau pengajar yang baik, kakak yang baik. Maafkan kami..
kami tau, engkau bahagia di sana, berada lebih dekat denganNya...
Tunggu kami, doakan kami, hingga kami bisa menyusulmu bersama-sama ke Jannah-NYa...
lihat kami, sekarang, kami, sedikit demi sedikit sudah mulai dimasak, dan kami pun sudah mulai memberikan filosofi itu pada adik kami. Lihatlah kami, dan tersenyumlah...
^^
untuk teman seperjuangan....
ini, adalah salah satu peruangan kita, di ranah dan bagian ini, lalu kenapa kamu berhenti begitu saja??? jika toh, alasanmu akademik, kami tak percaya, karena kamu kemarin baru saja masuk menjadi salah satu perwakilan OSN dari kampus.
Jika itu, masalah waktu, tak mungkin juga, karena kau masih sempat di pagi hari buta ikut syuro’, tepat waktu...
lalu, jika itu masalah keluarga, sangat tak mungkin... jika memang dilarang keluarga, kau harusnya menolak amanah ini dari awal.
lalu, jika alasan kau, berbakti kepada orang tua??? dari sisi mana mengatakan kalu kau berada di lini ini, membuat kau menjadi tak berbakti pada orang tua??? tidak bukan.... kita faham, jika itu sudah ikut masalah orang tua, pasti sangat kita izinkan istirahat.
lalu, alasan apa lagi??? ini dakwah kita kawan... kenpa kau terhenti di tengah jalan??
Apa maksudmu kau "tak tertanam" dengan sempurna??? amanah ini, pilihan itu, semua kau yang memilih, ketika di lobi. kepastian itu, kegigihan itu, semangat itu, mana lagi, sobat???
saya geram dengan anda!!! sangat !!!
kawan, jangan kau ulangi hal yang tak jelas ini, kau hanya menghentikan langkah dakwah ini...
Alasanmu, sangat tak bisa diterima akal...
engakau faham, engakau ngaji, engakau tau, apa makna dibalik semua ini, apa tugas kita sebagai muslim, lalu, kenapa masih kau sia-siakan ladang dakwah ini???
Kau, hanya bilang, "saya dukung dari belakang". Ok!!! tapi, mana buktinya, yang didukung langsung pun, kau terhenti di sini. lalu apa lagi yang ingin kau berikan pada segelintir orang yang telah mempercayaimu...
Tau kah, kau sangat diharapkan olehnya "almarhum", ketika itu... kau lah jagoannya.... lalu, masih ingnkah kau menghentikannya??? kau tak ingin meneruskannya, cukup disini???
sayang seribu sayang... kali ini, maaf, kami tak bisa menerima alasan anda....
cobalah, jika memang yang kau lakukan itu demi kebaikan bersama, maka, "katakanlah dan berikanlah satu alsan saja yang terbaik, yang paling baik, yang dapat kita terima"
afwan jiddan sahabat....
renungkan....
Mei... Bulan Apa??
empat bulan sudah, semuanya berjalan. terasa begitu cepat, tinggal beberapa bulan lagi, semuanya akan mencapai puncak dari segalanya, ntah itu adalah ksebuah kesedihan ataukah kesenangan???
Mei.... awal bulan dilalui, dengan tanggal dua. yak, 2. angka itu begitu menggenaskan, dua Mei. siapa yang tak tau akan arti tanggal ini???
ini adalah tanggak, awal tonggak pendidikan Indonesia mulai berpacu, dan awal Indonesia mulai bisa mengenal akan penting dan berartinya "pendidikan". Ki hadjar Dewantara lah, yang kini dikenang sebagai pahlawan dan bapak pendidikan kita. jasa-jasanya menegakkkan pendidikan, hingga mampu mendirikan lembaga pendidikan, sebagai singgahan untuk mengampu pendidikan anak bangsa.
Apa Lagi yang kurang??? kini bangsa Indonesia telah mampu, berkecukupan menggenyam pendidikan, tapi..... adakah yang salah??? siapakah yang bertanggungjawab??? karena ternyata ada fihak lain yang tak mampu mendapatkan pendidikan sampai sekarang. masih ada yang berkeliaran di jalan raya, ketika, waktunya mendapat pendidikan. bukan berjalan menuju rumah sekolahnya, tapi, berjalan demi mendapat sesuap nasi untuk hidupnya satu hari ini. siapa, apa, yang salah??? masihkah, bulan Mei, patut dibanggakan, ketika tak ada jawaban dan langakah tegas dari semua fihak???
kalau Kemarin Hari Kartini.........
Sekarang Hari BUmi.............
Ba is the beginning of Bismillah;
Ta is for Taqwa, bewaring of Allah;
and Tha is for Thawab, a reward;
Ja is for Janna, the Garden of Paradise;
Ha is for Hajj, the blessed pilgrimage;
Kha is for Khaatem, the seal of the prophethood given to the Prophet, Muhammed (SAW);
Da is for Deen, Al-Islam, religion with Allah since time began;
Dha is for dhikr, remembering Allah;
and Ra is for the month of Ramadhan, ohh Ramadhan;
Za is for Zakat to pure our greed, when we give our money to those in need;
Sa is for Salamu alaikum, peace be with you wa’alaikum assalam;
Sha is for shams, the shining sun, which Allah placed for everyone;
and Sua is for salat, for when we pray facing him, everyday, facing him, till we meet our lord;
Allah there’s only one God and Muhammed is his Messenger. Allah, La ilaha illa’allah;
Dua is for duha, the morning light, the sun has turned from red to white;
Tua is for tareeq, the path to walk upon;
and Dhua is for dhil, a shadow;
and Aa is for ilm, the thing to know, to make our knowledge grow, in Islam;
Gha is for ghaib, a world unseen and that we know is not a dream;
Fa is for, the Opening, Al-Fatiha;
and Qua for the Qur’an, the book of God;
and Ka is for kalima, a word we’re taught to teach us what is good and what is not;
and La is for the beginning of La ilaha illa’allah;
Ma is for the Messenger Muhammed-ur-Rasoolillah. La ilaha illa’allah,
Muhammed-ur-Rasulilllah;
Allah, there’s only one God and Muhammed is his Messenger. Allah, la ilaha illa’allah;
Na is for nawm, the sleep God gave to give us rest after the day;
Ha is for the Hijra, the journey that, the Prophet made;
and Wa for wudu before we pray to help us wash our sins away;
and Ya for Yawm-mid-Deen;
Allah, there’s only one God and Muhammed is his Messenger. Allah, La ilaha illa’allah;
Allah, there’s only one God and Jesus was his Messenger. Allah, La ilaha illa’allah;
Allah, there’s only one God and Moses was his Messenger. Allah, La ilaha illa’allah;
Allah, there’s only one God and Abraham was his Messenger. Allah, La ilaha illa’allah;
Allah, there’s only one God and Noah was his Messenger. Allah, La ilaha illa’allah;
Allah, there’s only one God and he created Adam, and we are the children of Adam. Allah,
La ilaha illa’allah;
Allah, there’s only one God and Muhammed is his Messenger. Allah, La ilaha illa’allah.
"My Mother" -- Yusuf Islam
My respect and my honor to
Who should I pay good mind to?
After Allah
And Rasulullah
Comes your mother
Who next? Your mother
Who next? Your mother
And then your father
Cause who used to hold you
And clean you and clothes you
Who used to feed you?
And always be with you
When you were sick
Stay up all night
Holding you tight
That?s right no other
My mother
Who should I take good care of?
Giving all my love
Who should I think most of?
After Allah
And Rasulullah
Comes your mother
Who next? Your mother
Who next? Your mother
And then your father
Cause who used to hear you
Before you could talk
Who used to hold you?
Before you could walk
And when you fell who picked you up
Clean your cut
No one but your mother
My mother
Who should I say why close to?
Listen most to
Never say no to
After Allah
And Rasulullah
Comes your mother
Who next? Your mother
Who next? Your mother
And then your father
Cause who used to hug you
And buy you new clothes
Calm your head
And blow your nose
And when you cry
Who wiped your tears?
Knows your fears
Who really cares?
My mother
Say Alhamdulillah
Thank you Allah
Thank you Allah
For my mother.
Tanpa Judul
Kita semua tercipta dari tanah, maka di sekitar kita pasti ada tanah yang gersang, Semoga kita diberi kekuatan tuk menjadi rembulan bagi malamnya, embun bagi subuhnya, dan awan teduh bagi siangnya. Atau jikalah kita tanah gersang itu, sambutlah tiap sentuhan cinta, seperti karang pun ridha ditumbuhi lumut, lalu kokohnya remuk menjadi butiran hara yang menyuburkan bumi.......
Untuk yang Milad
Untuk yang baru saja milad....
Selamat milad, afwan hanya bisa mengucapkan dari jauh...
Afwan, tak bisa lagi mengirim kado, hadiah, ato menelepon, insyaAllah, doa akan tetap terus mengalir.
Barakallah.... semoga menjadi keluarga yang mawaddah, warrahmah...
Perenungan:
“setahun itu ternyata tak lama baru saja kemarin,
Masih teringat, ke titipan kilat, ngirim kado....
Hmm... semoga bermanfaat...
Tapi, tidak untuk kali ini,
Mungkin suatu saat untuk hambaNya yang lain”....
J
Ada seorang rekan organisasi saya (ikhwan)yang sempat melontarkan statusnya seperti ini (dengan sedikit peng-editan), intinya : “........... para orang tua gadis di dunia ini, saya berjanji tak akan memacari anak gadis kalian hingga saya belum benar-benar siap.........”
Hmm... pernyataan teman saya ini, menginspirasikan saya untuk menulis sesuatu untuknya. Mungkin yang sama-sama di satu organisasi, sama-sama aktivis, semoga bisa memahami beberapa hal yang ingin saya sampaikan ini.
Ada kata yang sedikit mengganjal, ketika anda mengatakan “....hingga saya belum benar-benar siap.” Afwan, menurut saya itu agak aneh. Karena dengan analogi saya, mungkin ketika suatu saat anda sudah siap, maka “anda akan memacarinya??”, ato dengan kata lain “anda setuju dengan konsep ‘pacaran’” hanya mungkin ini dikonsep lebih bagus., begitukah?? Mungkin, memang sedikit referensial yang perlu di ubah sedikit dalam pernyataan anda tadi.
Yang kedua, hanya sebuah tanggapan, seandainya saja, benar, semua putra-putri di dunia ini punya prinsip seperti anda, ---dengan sedikit refisi dalam konteks referensialnya---, mungkin “ladang yang mengurangi pahala” itu akan mampu diruntuhkan sedikit demi sedikit. Hanya saja, hanya segelintir remaja, yang punya prinsip, teguh, keukeuh seperti anda ini.
Fakta tersendiri, teman saya ini pun pernah mengatakan, meskipun benar ia telah punya prinsip ini, tapi terkadang akan mudah sekali tergoyahkan. Sering saja, terselip keinginan “andai saja.... andai saja.....” dan seterusnya. Memang angan-angan sering membuat lupa, karena itu jangan pernah bosan-bosan ber-istighfar padaNya, minta tolong Allah tuk bentengi hati ini, dari hal-hal yang tak Ia Ridhoi.
Fakta lagi, di zaman hedonis seperti ini, terkadang masih saja ada orang tua yang berbeda pendapat. Mungkin di sinetron pun sering ditayangkan, bagaimana mungkin seorang orang tua, malah meminta anakanya untuk segera ber-pacar-an. Hmm... aneh bukan??? Apakah karena si orang tua, takut anaknya tak laku-laku??? Padahal jodoh itu ada di tangan Tuhan. Nah lagi-lagi dengan embel-embel, “ini kan ikhtiar??”, namun, kembali lagi apakah ikhtiar yang digunakan dalam hal ini sudah sesuai dengan syariat islam kah??? Mungkin, memang perlu dikoreksi lagi dan dikaji lebih lanjut, sehingga mainset mereka bisa berubah.
Harapan saya, ini tak hanya sekadar dalam lisan atau tulisan saja, tapi juga mampu membentuk dalam hati setiap jiwa yang menginginkan keberkahanNya. Semoga semua remaja putra dan putri memiliki pemahaman –dengan sedikit prubahan—yang sama dengan anda. Dan semoga, para orang tua pun juga mampu berkolaborasi dengan anaknya, membimbingnya ke arah yang lebih baik. Amin.
Sekali lagi, saran saya untuk anda,sahabatku, jagalah hati jangan kau nodai. Ketika “sesuatu hal” mulai menjangkiti engkau, mohon ampun segeralah padaNya. Dan jagalah hati anda, dan biarkan apa yang ada di hati anda hanya anda dan Allah sajalah yang tau itu. Siapa tau,kelak engkau benar-benar dirihoi Allah biosa dipersandingkan dengan apa yang ada di hati anda. Keep positive thingking with Allah.
Semoga bermanfaat sahabatku.... saya juga sedang sama-sama belajar, semoga Allah selalu mengingatkan kita dengan jalan terbaikNya. Dan Dia lah seaik-baik penjaga. Maha suci Allah dengan segala firmanNya. Amin.
Wallahu a’lam bishowab. J
_alone with luph_
(yang merindukan kasih sayangMu)
@kos BBS,morning
090210/0355
Puisi Akhwat
Sebuah Puisi Akhwat, ketika dalam kerapuhan....
“ Trauma???”
Apakah ada obat itu?? benarkah ada??
Trauma yang berbeda, beda dengan pikiran mereka kebanyakan,
Traumaku tentang suatu hal.....
Ketika suatu saat bibir ini berucap, aku bukan lagi gelas kaca
Memang benar, itu kiranya aku sekarang
Aku akan tetap bisa tegar berdiri, ketika tiba-tiba
Ombak besar nan dahsyat datang menghantamku...
Satu hal yang tak bisa ku berdirikan lagi,
Kepercayaan itu,
Kepercayaan yang dulu benar-benar aku bangun dengan setulus hati
Dan kini talah digugurkan olehnya
Dan mungkin sekarang aku tak akan mampu tumbuhkan
Kepercayaan itu, lagi,
Untuk hal yang sama, sekalipun kepada subyek yang berbeda
Sulit, itulah trauma yang ku alami.
Tak dapat kujelaskan, dengan banyak kata, hanya dapat
Tersimpan rapat dalam benak ini
Hingga lisan ini pernah berucap,
Akankah aku akan mampu dan dapat mengalami
Hal seperti itu lagi???
Aku takut, ketika itu datang lagi, maka hal yang sama kan terulang
Takut....
Trauma....
Hati-hati dan waspada, itu lah aku sekarang,,
Keyakinan itu semakin kuat,
“bahwa kelak, Allah kan punya rencana indahNya untukku,
ketika ku tlah mampu menjadi kupu-kupu indahNya”
^^
_alonewithluph_
@Kos BBS, mid night
020809
Pilih mana???
Pilih mana??? Kedamaian atau Kebenaran??
Pertanyaan ini muncul dari teman saya, seketika sebelum adzan maghrib. Entah kenapa tiba-tiba teman saya ini menanyakan, “menurut kamu, antara kebenaran dan kedamaian, mana yang bakalan dipilih mayoritas manusia?”. Hmm, nice question....
Kedamaian Sementara
Ketika pertama kali saya pikir, keduanya memanglah sangat penting bagi manusia, dan kebanyakan manusia ingin memilih keduanya. Tapi, kenyataannya, tidak begitu, itulah fenomena yang saya amati sekarang. Kebanyakan orang, khususnya Indonesia, mereka lebih mengutamakan “kedamaian” daripada “kebenaran”. Sehingga apapun akan mereka lakukan, hingga mampu mencapai level kedamaian. Saya sebut, kedamaian semacam ini, hanyalah kedamaian yang sifatnya sementara, tidak kekal. Kenapa??? Jelas karena kedamaian yang seperti ini, lebih mengandalkan kata “damai” tanpa peduli dengan kata “benar”. Sehingga bagaimanapun caranya, agar bisa damai, baik itu benar atau tidak, it’s doesn’t matter for them.
Inilah yang terkadang mampu membutakan mata hati para manusia. Kedamaian identik dengan kesenangan, asal apa yang mereka inginkan mampu terwujud, maka itu akan mampu membawa damai “lega” mereka. “Damai” ini, tak akan mampu bertahan lama, hanya beberapa waktu saja, ketika telah mampu mencapai puncak kenikmatan, ketika kenikmatan itu selesai, hilang, maka kedamaian itu pun akan hilang, inilah kedamaian yang tak kekal, kedamaian yang ikut arus.
Banyak hal yang bisa diibaratkan dengan kedamaian semacam ini. Tak usah jauh-jauh, amati saja keadaan di sekeliling kita. Misalnya sebagai mahasiswa. Pada umumnya (walaupun tidak selamanya seperti ini), mahasiswa menginginkan sesuatu yang mudah, instan. Contoh ketika ujian, banyak mahasiswa yang mengejar nilai A tanpa memperhatikan jalan atau prosesnya yang benar. Kadang, inilah yang membuat mereka salah pemikiran, hingga, apapun dan bagaimanapun caranya, asal bisa ngerjain soal, dan benar, plus bisa dapat nilai A, semua jalan mereka tempuh. alhasil, ketika tak disuruh “open book”, tapi nekat “open paper his/her friends”... huh.... menyedihkan.. T.T
Sebenarnya, hal seperti tanpa kita sadari, mampu mendikte kita untuk menjadi seorang “koruptor”. Bagaimana tidak? Kita adalah generasi pemuda bangsa ini. Bagaimana jadinya ketika yang masih muda aja sudah pintar untuk “curang”, lalu bagaimana ketika besok, waktunya kita beranjak menggantikan “sang pemimpin” negeri ini???
Tak ayalnya dengan “koruptor”, apa yang mereka dapat dan nikmati saat ini juga hanyalah buah hasil dari “kecerdikan” mereka. Memang mereka akan “damai” sekejap, namun,secara tak sadar, perasaan gelisah, akan senantiasa menghantuinya. Kenapa? Ya karena apa yang mereka lakukan untuk mendapatkan semuanya itu tak ditempuh dengan jalan yang selayaknya (baca; kebenaran).
Kebenaran akan membawa Kedamaian
Inilah, yang seharusnya diketahui oleh teman-teman sekarang. Bahwa sebenarnya, apa sih, yang ingin kita dapatkan, hanya sebuah kedamaian yang “sekejap” itu ataukah kedamaian yang kekal, yang tak hanya melegakan di tenggorokan saja, namun benar-benar dapat meresap dalam hati, hingga mampu meringankan kita di akhirat kelak.
Pasti kebanyakan teman-teman akan memilih yang ini. Namun, beginilah, tak mudah tuk bisa seperti ini, perlu perjuangan yang lebih, karena yang kita perjuangkan itu adalah kebenaran. Ada sebuah hadist yang berbunyi seperti ini : “dihampari jalan menuju syurga dengan perkara-perkara sulit (yang dibenci) dan dihampari jalan menuju neraka dengan syahwat (keindahan yang melenakan)”. (HR. Bukhori). Jadi, setidaknya, intinya seperti ini, ketika kita ingin menuju jalan kebaikan, yaitu syurga, maka akan banyak sekali rintangan-rintangan yang menghadang yaitu hal-hal yang dibenci Allah, tetapi, kebanyakan menjadi kesenangan Syaithan, sehingga akan selalu menggoda manusia tuk ikut bersama mereka. Sedangkan ketika jalan yang dituju itu adalah neraka, maka kan mudah sekali untuk mencapainya, seperti keindahan-keindahan yang melenakan, syahwat-syahwat yang tak terkontrol, dan sebagainya.
Memang jalan untuk mencapai level “kebenaran” ini akan dihadang oleh duri-duri yang begitu tajam. Sulit untuk bisa melewatinya. Namun, ketika kita sudah mempunyai pegangan yang sangat kuat dengan agama kita, dengan kepercayaan kita kepada Allah, maka Allah akan memudahkannya, sekalipun itu membuat kita “dipandang berbeda” oleh orang-orang di sekitar kita, yang penting adalah pandangan Allah terhadap kita, bukan hamba Allah yang lain, karena niat kita, tuk cari ridhonya.
Ketika Kebenaran itu mampu membentengi setiap pekerjaan kita, niscaya, kedamaian akan senantiasa mengalir di dalamnya. Selangkah demi selangkah. Itulah buah manis dari jerih payah kita. Ketika kebanyakan orang merasakan “manis” yang teramat, namun sementara, itu tak akan mampu menandingi “manis madu” pemberian langsung dari Allah, kedamaian yang tiada tara, dan tak kan pernah hilang. Karena sesungguhnya kebenaran itu lah yang akan datangkan kedamaian.
Tinggal kita pilih, kedamaian mana yang akan kita pilih??? Sementara ataukah selamanya??? Pilihan itu tergantung dengan kita...... ^^
Kebenaran Hakiki hanyalah milikNya
Ya, benar, kebenaran yang hakiki itu hanyalah MilikNya. Kewajiban kita lah tuk berusaha mendapatkan kebenaran-kebenaran yang berasal dari petunjukNya. J
Sesungguhnya “Kedamaian” itu datangnya dari Allah semata, yaitu ketika kita mampu menerima dengan ikhlas, tulus dan ridho terhadap apa yang telah menjadi keputusanNya untuk kita... ^^
Heummm..... sedikit, ulasan diskusi antara saya dengan Sahabat saya:
Sahabat : ”belum tentu kebenaran akan berakhir perdamaian”
Sahabat: “dunia tak selalu bisa dilogika. Coba liat sendiri peristiwa-peristiwa yang mengatasnamakan ‘kebenaran”, yang pada intinya, bersifat relatif, tergantung darimana manusia melihatnya”
Me: “kalau saya bilang, kebenaran yang sesungguhnya kan mampu diliat oleh mata batin kita. Coba renungkan dan pikirkan sejenak, maka itulah jawabannya, apakah itu kebenaran “semu “ ataukah “nyata”??”
Sahabat : “dan berarti banyak sekali “kebenaran” itu dihasilkan oleh setiap individual yang tentu saja tidak mengenal “salah”. Baiklah, memang dunia ini masih menjadi suatu misteri”
Me: “bukan tak mengenal salah, tapi, karena pandangan tiap individu itu berbeda-beda, sesungguhnya, kebenaran itu akan berada dalam satu pandangan jika itu didasarkan atas Allah swt. Memang, perjalanan hidup ini akan terus menjadi misteri kehidupan, tapi, ketika kita mampu menempuh satu persatu jejak jalan ini, maka misteri itu akan terungkap dengan sendirinya.”
Sahabat: “yupz, tapi, tetap, “benar/salah” itu hanyalah milikNya.setiap individu cukup melakukan apa yang diyakininya. Karena jalan menuju ridhoNya tak hanya satu”.
Me: “ya, tapi, jalan menuju RidhoNya, dengan jalan kebenaranNya. Hanya satu, di jalan kebenaranNya.”
Sahabat: “Ok. Kebenaranku, milikku, kebenaranmu, milikmu, jadi sangat mungkin kebenaran tiap orang berbeda-beda, yang manapun itu asal dilandasi oleh cinta kepada Allah.”
Me: “sip. Sesungguhnya semua kebenaran itu datangnya hanyalah berasal dari Allah swt semata J”
Special thanks: to my friend who inspiring me, my friend, “anak padmanaba yang aneh”. ^^ (ingat!! Urusan kita belum selesai!!! Apa lagi ya??? hmmm... penasaran, ckckck....)
_alonewithluph_
@kos BBS/the evening
291009/19.34
Laba-laba Vegertarian???
Hampir semua spesies laba-laba merupakan jenis predator yang memangsa hewan lainnya, dari serangga sampai burung. Di antara lebih dari 40.000 spesies laba-laba yang ada di dunia, laba-laba yang baru ditemukan ini mungkin jenis pertama diketahui makan tumbuh-tumbuhan.
Hewan berkaki delapan yang diberi nama Bagheera kiplingi itu, hidup di Amerika Tengah khususnya Meksiko dan Costa Rika. Laba-laba vegetarian yang besar tubuhnya hanya seukuran kuku orang dewasa itu memangsa ujung daun akasia.
"Ini benar-benar laba-laba pertama yang diketahui memangsa tumbuh-tumbuhan. Ia juga laba-laba pertama yang diketahu menjadikan tumbuh-tumbuhan sebagai mangsa pokoknya," ujar Christopher Meehan dari Universitas Villanova, Pennsylvania, AS yang melaporkan penelitian tersebut bersama peneliti lainnya dalam jurnal Current Biology edisi teranyar. Ia mengatakan hampir semua buku teks laba-laba tak ada yang pernah menyatakan ada laba-laba pemakan tumbuh-tumbuhan.
Dalam memperoleh sumber makanan ia cukup dibantu peran semut penjaga yang hidupnya juga di pohon akasia. Pasalnya dengan semut yang menguasai akasia, tidak ada herbivora lainnya yang berani mendekat. Namun, karena semut juga makan ujung daun, selain nektar, laba-laba harus melakukan strategi khusus.
Saat berburu mangsa, laba-laba tersebut harus menghindari smeut penjaga dengan memanfaatkan jaringnya untuk bergerak naik turun. Laba-laba juga membangun sarangnya di pangkal daun akasia tua yang jarang sekali dilalui semut.
Selain memangsa ujung daun, laba-laba tersebut sebenarnya masih memangsa lainnya seperti larva semut dan nektar. Saat memengsa semut mereka akan berpura-pura menjadi semut dengan melakukan gerakan zig-zag.
Meski demikian, pengamatan yang dilakukan menggunakan rekaman video dan analisis kimia menunjukkan laba-laba tersebut tetap mendapatkan sebagian besar makanan dari tumbuhan. Populasi di Meksiko memperoleh 90 persen makanan dari jaringan tumbuhan dan sisanya larva semut, nektar, dan lainnya. Sementara populasi di Kosta Rika memperoleh 60 persen makanan dari daun akasia.
_from kompas.com_
Terjajahkah Kita??
Terjajah di Negeri Sendiri
Bangsa Indonesia, bangsa yang dikenal sebagai zamrud khatulistiwa, bangsa yang dikenal dengan kesuburan dan keindahan alamnya. Semua itu tak luput dari anggapan dunia internasional. Semua bangsa mengakuinya, termasuk penduduk negeri ini sendiri. Bahkan seniman pun ada yang bilang, “sebuah tongkat yang hanya dilempar begitu saja, akan berubah menjadi susu”. Betapa hebatnya tanah kita ini, bumi kita ini kaya, subur, dan menghasilkan hal yang luar biasa. Itu baru yang d atas bumi. Sedangkan di dalam bumi ini, masih banyak lagi sumber daya-sumber daya alam yang sangat melimpah.
Akan tetapi, kini semuanya tinggal sebuah kenangan. Kini zamrud khatulistiwa itu, mungkin tak akan pantas lagi untuk kita sandang, atau bangga-banggakan di mata dunia internasional, karena semuanya telah hilang. Tak hanya di dunia internasional, kepada anak cucu kita pun sekarang dan kelak nanti, kita tak akan mampu menceritakan bagaimana indahnya bumi kita ini dahulu, karena sekarang yang tersisa hanyalah sebuah cerca yang tlah usang.
Bagaimana tidak, di pulau andalas sana, kini tak terliat hijau rimbun hutan tropis kita, tapi yang terlihat hanyalah asap yang semakin menebal, tanah tandus yang mengering, dan banyaknya gelondongan-gelondongan kayu yang siap dikirim entah kemana. Tak ada yang mengira, baru saja 20tahun yang lalu, Presiden kita, bapak Suharto, menggalakkan program, tebang pilih tanam, tebang satu tanam seribu. Namun, apa yang kita lihat sekarang, semuanya tak ada. “Penjahat” (-baca: penebang liar)itu, kini meraja lela, mereka tak lagi hiraukan semboyan dan program presiden kita itu. Sungguh, naasnya negeri ini, pemerintah dan penduduk negeri yang malang ini, ternyata mampu dirayu sang “penjahat” itu, hanya dengan imingan materi.
Tak hanya itu, kita sekarang sedang dalam masa yang sangat miris. Kita tahu, di dalam bumi ini, tempat kita berpijak, banyak terkandung kekayaan alam yang begitu melimpah ruah. Akan tetapi, kini kita tak bisa menikmatinya secara bebas dan terjangkau. Bahkan mungkin, kini itu semua sudah tak jadi milik kita lagi. Bukan karena habis, atau berpindah tempat, tetapi kekayaan kita itu kini telah berpindah tangan menjadi milik negara lain, karena telah pemerintah jual atau gadaikan ke negara lain. Entah untuk membayar hutang kita yang menumpuk atau untuk bisnis pembesar-pembesar negeri ini yang berkedok untuk “kemaslahatan” penduduk negeri ini. Mungkin itu yang mereka harapkan untuk kita, tapi, kenyataannya, kita seperti kembali ke zaman kolonialisme dulu, yaitu kita “sedang di jajah” oleh bangsa lain.
Penjajahan yang halus, itu yang mereka (-baca: bangsa-bangsa licik) lakukan. Mereka tak lagi gunakan kekerasan, tapi dengan perang pemikiran inilah, kita sedang dalam permainan mereka. Lihatlah, pulau di paling timur sana, papua, serasa bukan milik kita lagi. Di pulau itu yang sangat kita kenal dengan pengahasil emas terbesar pun, sekarang tak berada di tangan kita lagi. Kini, salah satu kekayaan kita itu sudah mejadi milik PT. Freeport (dari salah satu negara adikuasa, Amerika Serikat). Bukti dari “kepenjajahan” itu adalah bagaimana peran bangsa ini, yang hanya mampu menduduki salah satu “strata” dalam perusahaan ini, yaitu pekerja (buruh), tidak lebih. Memang dengan upah yang cukup besar bagi kita, tapi, itu akan sama saja, ketika ternyata yang menikmati jerih payah itu bukan perut dari penduduk bangsa ini secara umum, tapi, itu menjadi “santapan yang lezat” bagi orang-orang barat sana, karena semua kucuran hasil tambang ini masuk ke negara Adidaya.
Kini miskin sudah negara kita, sebagian besar kekayaan kita tlah tergadai pada negara lain. Orang kaya semakin kaya dan orang miskin semakin miskin. Tak sadarkah kita, bahwa penyebab semua ini, tak lepas dari tangan kita. Benar, mungkin pemegang besar tempuk negara ini adalah mereka para penguasa, maka merekalah yang punya andil besar dalam permasalahan ini. Sebenarnya kini tak pantas untuk kita bahas siapa yang salah atau dipersalahkan, tetapi kesadaran masing-masing individulah yang akan mampu sedikit meringankan permasalahan yang cukup pelik ini.
Berbicara masalah individu, dapat kita pisahkan dari masing-masing peran yang ada di negeri ini. Dari segi penduduk atau warga negara yang baik, perlu kita sadari, bahwa sesungguhnya negeri kita punya pemuda-pemudi yang hebat, pandai, dan tak kalah dengan generasi muda bangsa lain, bahkan mungkin kita bisa lebih hebat dari mereka. Akan tetapi, ironisnya, kekayan SDM ini (tak hanya dalam segi kuantitas, tetapi juga kualitas),tak mampu dimaksimalkan bangsa ini. Kita punya beratus-ratus sarjana lulusan luar negeri, beribu-ribu sarjana PTN favorit, bahkan yang bergelar insinyur, professor, atau doktor, semuanya ada. Banyak penduduk negeri ini yang berkompeten untuk mengatasi, memgolah, dan memberdayakan kekayaan alam negeri ini, tetapi, kadang pemerintah kurang menghargai bakat, kemampuan, keahlian mereka. Sehingga, mereka terpaksa harus berbelok je jalan yang berbeda.
Di sinilah peran pemerintah dan pengusaha-pengusaha kaya diperlukan. Harusnya mereka mampu untuk memberikan dan membangun suatu usaha yang baru untuk mengelola negeri ini. Maksimalkan kemampuan bangsa ini. Membuat suatu lapangan kerja yang baru sehingga mampu menghimpun pemuda yang berkompeten dan ahli untuk dapat mengoptimalkan pengolahan sumber energi negeri ini. Dengan cara ini, paling tidak kita dapat meminimalisir ikut campur dunia luar dalam mengolah kekayaan bangsa kita. Selain itu, hasilnya pun bisa kita nikmati bersama, sehingga tak mengalir sia-sia ke tangan orang lain.
Tak hanya dalam pengolahan dan pemanfaatan saja, tetapi juga dalam pelestariannya. Kita tak boleh berlebihan atau sewenang-wenang dalam pemberdayaan kekayaan alam ini, tetapi harus tetap menjaga keseimbangan alam ini sehingga bumi ini pun akan mampu menerima dengan baik setiap hal yang kita perbuat, paling tidak, tak merusak ekosistem sekitar atau menambah global warming.
Kesadaran pemerintah dan warga negara tentang betapa pentingnya menjaga sumber-sumber energi yang kita punya ini, sangat diperlukan, sehingga kita tak mudah terlena dengan tawaran yang menggiurkan dari sang penjahat untuk merusak kembali apa yang seharunya kita jaga dan lindungi. Negeri ini, tak hanya miik, aku, kamu, dia, atau mereka, tapi negeri ini adalah milik kita bersama. Negeri yang harus kita jaga, pelihara, manfaatkan sebaik-baiknya tanpa “menganiaya” diri kita atau pihak lain, sehingga akan mampu terjaga dan lestari, serta mempu dinikmati “kelezatannya” bagi anak cucu kita kelak.
Yogyakarta, 14Juli09
_alone with luph_
Tetesan peluh air mata membasahi pipi ini. Hanya mampu bertasbih, seraya mengucap kebesaranMu. Kerinduan yang mendalam, merongrong dalam denyut nadi ini, ingin sekali bertemu dengan sang pemilik hati ini.
“Rabbku, hambaMu ingin bertemu dengan Engkau,
HambaMu ini, rindu dengan Kau, ya Rabb,
banyak curahan hati yang ingin hambaMu ini sampaikan.
hambaMu ini, ingin sekali bersambut dengan Kau,
tapi, hambaMu ini ragu, apakah, tabunganku sudah cukup untuk bertemu dengan Kau???
Apakah hambaMu ini Mampu dan layak kah untuk bisa menjadi penghuni surgaMu tuk menjadi sang bidadari???
hambaMu takut, takut, akan segala dosa yang pernah hambaMu ini lakukan,
hambaMu takut, amal yang pernah hambaMu kerjakan ini tak mampu menebus segala khilaf yang pernah dilakukan,
lalu, apa yang harus hambaMu ini lakukan ya Rabb, padahal hambaMu ini sangat rindu akan belaianMu, kasihMu, dan kecupanMu...
Rabb, di setiap penghujung malamku ini, ijinkan sang lemah ini, menuturkan semua khilaf yang telah diperbuat, dan ampunilah segala dosa hambaMu ini,,
Rabb, ijinkan, di tiap detik episode ceritaku ini, Kau segala saksi atas curahan hati ini....
Ijinkan ya Rabb....”
_sang perinduMu_
Dengan bersimpuh peluh, aku sampaikan sedikit demi sedikit curahan hatiku kepada sang Rabb.
“ya rabb, tahukah engkau, sebelum aku bertemu dengan Kau, aku ingin sekali membahagiakan orang-orang terdektku, ayah bunda, kakak, opa dan nini, teman dan sahabatku, serta semuanya..
Ya Rabb, ijinkan di setiap langkahku ini, selalu mengalir jiwaMu yang penuh kesejukan, dan kedamaian, karena aku ingin berguna, serta menjadi penyejuk dan kedamaian diantara mereka, orang-orang yang berada di sekitarKu
Ya Rabb, ijinkah, sebelum akau bertemu dengan Kau, aku ingin sekali ada seseorang yang dapat meneruskan impianKu kelak, tapi, ya Rabb, sayang, aku hanya menginginkan orang yang aku percaya itu, sang pangeran itu, yang pernah mengisi kehidupanku.
Apakah Kau akan mengijinkannya???, cz hanya beliaulah yang dapat aku percaya untuk masalah ini, karena di dunia ini, kaum adam yang bisa aku percaya hanyalah dua orang, ayah, dan pangeran itu.
Rabb, akankah Kau menyampaikan kepadaNya???
Kau lah penguasa hati ini, ya muqollibul qulub...
Ijinkan lah.......
Ketika Kau ijinkan, maka akan aku kirimkan merpati ini untuk mengantarkan amanah terakhirku ini kepada sang pangeran yang berada nan jauh di sana
Rabb, ridhoilah setiap apa yang hambaMu ini lakukan, tunjukkan yang terbaik menurutMu untukku, cz, hanya ridhoMu lah yang aku cari dan inginkan...
Semoga rinduku kepadaMu ini, akan benar-benar dapat segera terobati... amin... ^^”
_sang perinduMu_
Lalu, sejenak, sang putri, teringat masa lalu, yang pernah ia alami.....
“Rabb, ijinkan ku ceritakan ini kepadaMu, walaupun perih, tapi, aku akan merasa tenang dan bahagia, bisa berbagi cerita denganMu”
(30 juni 09/22.54 WIB, @kos bbs)
assalamualaikum
assalamualikum warrahmatullahi wabarakatuh.....
alhamdulilahirrobil ’alamin, aku sekarang barada di sini....
semoga bisa bermanfaat.........
salam kenal buat semuanya....
hari baru, dunia baru
Allahu akbar ^^
_alone with luph_

